Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perlindungan Hukum Terhadap Penduduk Transmigran dalam Penguasaan Hak Atas Tanah

View through CrossRef
This study aims to analyze the legal protection of transmigrant communities in the control of land rights in Pohuwato Regency and to identify legal issues affecting land tenure security. The urgency of this research lies in the persistence of land disputes and legal uncertainty in transmigration areas despite the existence of legal frameworks governing land rights protection. Unlike previous studies that primarily focused on the validity of land transactions, transmigrants’ perceptions of transmigration policies, or socio-ecological aspects of transmigration, this study comprehensively examines the relationship between legal protection of transmigrants’ land rights and land governance problems. This research employs an empirical normative method using statutory, case, and sociological approaches. Data were collected through literature review and field research and analyzed qualitatively. The findings reveal that legal protection for transmigrants’ land rights has been normatively regulated; however, its implementation remains ineffective due to disharmonized land policies, weak intersectoral coordination, and uncertainty in land administration. These conditions are reflected in land disputes between local communities and transmigrants, the absence of compensation for land affected by dam construction, transactions involving transmigration land, discrepancies between transmigration and forest area mapping, overlapping land certificates, abandoned land, and unclear land rights status. The study concludes that stronger interagency coordination and harmonization of land policies are essential to enhance the effectiveness of legal protection for transmigrants’ land rights. The novelty of this research lies in identifying recurring patterns of land-related legal issues in transmigration areas and demonstrating their linkage to policy disharmony and weaknesses in land governance.     Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap penduduk transmigran dalam penguasaan hak atas tanah di Kabupaten Pohuwato serta mengidentifikasi permasalahan hukum yang memengaruhi kepastian hak atas tanah mereka. Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya berbagai konflik dan ketidakpastian pertanahan di kawasan transmigrasi meskipun perlindungan hak atas tanah telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada keabsahan jual beli tanah, persepsi transmigran terhadap kebijakan transmigrasi, atau aspek sosial-ekologis transmigrasi, penelitian ini mengkaji secara komprehensif hubungan antara perlindungan hukum hak atas tanah transmigran dengan persoalan tata kelola pertanahan. Penelitian menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan sosiologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum hak atas tanah transmigran secara normatif telah tersedia, namun implementasinya belum efektif akibat disharmonisasi kebijakan pertanahan, lemahnya sinkronisasi lintas sektor, dan ketidakpastian administrasi agraria. Kondisi tersebut tercermin dalam sengketa tanah antara masyarakat lokal dan transmigran, ketiadaan ganti rugi atas tanah terdampak pembangunan bendungan, jual beli tanah transmigrasi, perbedaan pemetaan kawasan transmigrasi dan kawasan hutan, tumpang tindih sertifikat, penelantaran tanah, serta ketidakjelasan status hak atas tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi dan harmonisasi kebijakan pertanahan menjadi prasyarat utama efektivitas perlindungan hukum hak atas tanah transmigran. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi pola permasalahan hukum pertanahan transmigrasi yang berakar pada disharmonisasi kebijakan dan tata kelola pertanahan.
Title: Perlindungan Hukum Terhadap Penduduk Transmigran dalam Penguasaan Hak Atas Tanah
Description:
This study aims to analyze the legal protection of transmigrant communities in the control of land rights in Pohuwato Regency and to identify legal issues affecting land tenure security.
The urgency of this research lies in the persistence of land disputes and legal uncertainty in transmigration areas despite the existence of legal frameworks governing land rights protection.
Unlike previous studies that primarily focused on the validity of land transactions, transmigrants’ perceptions of transmigration policies, or socio-ecological aspects of transmigration, this study comprehensively examines the relationship between legal protection of transmigrants’ land rights and land governance problems.
This research employs an empirical normative method using statutory, case, and sociological approaches.
Data were collected through literature review and field research and analyzed qualitatively.
The findings reveal that legal protection for transmigrants’ land rights has been normatively regulated; however, its implementation remains ineffective due to disharmonized land policies, weak intersectoral coordination, and uncertainty in land administration.
These conditions are reflected in land disputes between local communities and transmigrants, the absence of compensation for land affected by dam construction, transactions involving transmigration land, discrepancies between transmigration and forest area mapping, overlapping land certificates, abandoned land, and unclear land rights status.
The study concludes that stronger interagency coordination and harmonization of land policies are essential to enhance the effectiveness of legal protection for transmigrants’ land rights.
The novelty of this research lies in identifying recurring patterns of land-related legal issues in transmigration areas and demonstrating their linkage to policy disharmony and weaknesses in land governance.
    Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap penduduk transmigran dalam penguasaan hak atas tanah di Kabupaten Pohuwato serta mengidentifikasi permasalahan hukum yang memengaruhi kepastian hak atas tanah mereka.
Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya berbagai konflik dan ketidakpastian pertanahan di kawasan transmigrasi meskipun perlindungan hak atas tanah telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan.
Berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada keabsahan jual beli tanah, persepsi transmigran terhadap kebijakan transmigrasi, atau aspek sosial-ekologis transmigrasi, penelitian ini mengkaji secara komprehensif hubungan antara perlindungan hukum hak atas tanah transmigran dengan persoalan tata kelola pertanahan.
Penelitian menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan sosiologis.
Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum hak atas tanah transmigran secara normatif telah tersedia, namun implementasinya belum efektif akibat disharmonisasi kebijakan pertanahan, lemahnya sinkronisasi lintas sektor, dan ketidakpastian administrasi agraria.
Kondisi tersebut tercermin dalam sengketa tanah antara masyarakat lokal dan transmigran, ketiadaan ganti rugi atas tanah terdampak pembangunan bendungan, jual beli tanah transmigrasi, perbedaan pemetaan kawasan transmigrasi dan kawasan hutan, tumpang tindih sertifikat, penelantaran tanah, serta ketidakjelasan status hak atas tanah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi dan harmonisasi kebijakan pertanahan menjadi prasyarat utama efektivitas perlindungan hukum hak atas tanah transmigran.
Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi pola permasalahan hukum pertanahan transmigrasi yang berakar pada disharmonisasi kebijakan dan tata kelola pertanahan.

Related Results

Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang Mengalami Sengketa Kepemilikan
Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang Mengalami Sengketa Kepemilikan
Penelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Yang Mengalami Sengketa Kepemilikan,” bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindunga...
Perlindungan Hukum bagi Pemegang Sertifikat Hak Atas Tanah Awal terkait Adanya Sertifikat Ganda
Perlindungan Hukum bagi Pemegang Sertifikat Hak Atas Tanah Awal terkait Adanya Sertifikat Ganda
Sertipikat hak atas tanah yang diterbitkan melalui proses pendaftaran tanah seharusnya memberikan kepastian mengenai subjek hak, objek tanah, serta hubungan hukum antara pemegang h...
Peran PPAT Dalam Sistem Pendaftaran Tanah Adat di Bali
Peran PPAT Dalam Sistem Pendaftaran Tanah Adat di Bali
PTSL dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomar 35 Tahun 2016 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap....
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
PELAKSANAAN PENGUASAAN DAN PEMILIKAN TANAH ”ABSENTEE”
PELAKSANAAN PENGUASAAN DAN PEMILIKAN TANAH ”ABSENTEE”
Penguasaan dan pemilikan hak atas tanah yang berstatus absentee, masih adanya kendala-kendala dilapangan, meski regulasinya sudah jelas. Hal ini disebabkan karena masih adanya kera...
Peran Hukum Kepemilikan dan Penguasaan Hak Atas Tanah dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Desa Boneana
Peran Hukum Kepemilikan dan Penguasaan Hak Atas Tanah dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Desa Boneana
Penelitian ini menganalisis peran hukum kepemilikan dan penguasaan hak atas tanah dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa Boneana, Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode peneliti...
Implikasi Hukum Agraria Terhadap Pengembangan Perdesaan
Implikasi Hukum Agraria Terhadap Pengembangan Perdesaan
Pengembangan perdesaan merupakan suatu aspek penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Hukum agraria, sebagai hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan tanah,...

Back to Top