Javascript must be enabled to continue!
BANTUAN DESAIN BUKIT KONSERVASI KAWASAN SUMBER BRANTAS KOTA BATU
View through CrossRef
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas bagian hulu secara hidrologi masih belum berhasil, hal ini terlihat dari rendahnya debit aliran dasar pada Kali Brantas. Upaya konservasi lahan memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan sulit dilakukan manakala tidak mendapat dukungan masyarakat. Oleh karenanya, dalam hali ini dianggap perlu adanya konsep yang dapat memadukan kepentingan: konservasi lahan, dan sarana ekowisata. Sebagian kawasan Sumber Brantas merupakan kawasan imbuhan dari mata air Sumber Brantas, dan merupakan kawasan konservasi. Oleh karena itu dirancang kegiatan perencanaan konservasi lahan yang terpadu dengan sarana Ekowisata. Hasil kegiatan berupa rancang bangun rencana konservasi lahan yang cocok untuk tujuan wisata dan tempat singgah, bagi pengendara yang melintas di sekitar bukit melalui jalan dari Kota Batu ke arah Pemandian Cangar, atau tepatnya di pintu masuk Taman Hutan Rakyat (Tahura) Tumenggung Suryo. Topografi kawasan berupa bukit, yang sebelah kakinya berhadapan dengan Arboretum Sumber Brantas, sehingga sangat potensial jika digunakan juga sebagai paket wisata ekologis. Dalam kawasan tempat singgah ini terdapat beberapa gazebo dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat bagus, dan beberapa tempat swa-foto. Tanaman konservasi juga dipilih perpaduan antara tanaman keras dengan tanaman jenis perdu atau gantung yang dapat tumbuh berdampingan. Cara tanam dipilih model dalam pot atau digantung, pada tanaman keras. Limpasan permukaan diangani dengan pembuatan tampungan melingkar di kaki bukit, berupa kolam terbuka yang dimanfaatkan juga sebagai sarana budidaya ikan air tawar.
Kata Kunci: Brantas, Ekowisata, Konservasi-lahan
Universitas Katolik Widya Karya Malang
Title: BANTUAN DESAIN BUKIT KONSERVASI KAWASAN SUMBER BRANTAS KOTA BATU
Description:
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas bagian hulu secara hidrologi masih belum berhasil, hal ini terlihat dari rendahnya debit aliran dasar pada Kali Brantas.
Upaya konservasi lahan memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan sulit dilakukan manakala tidak mendapat dukungan masyarakat.
Oleh karenanya, dalam hali ini dianggap perlu adanya konsep yang dapat memadukan kepentingan: konservasi lahan, dan sarana ekowisata.
Sebagian kawasan Sumber Brantas merupakan kawasan imbuhan dari mata air Sumber Brantas, dan merupakan kawasan konservasi.
Oleh karena itu dirancang kegiatan perencanaan konservasi lahan yang terpadu dengan sarana Ekowisata.
Hasil kegiatan berupa rancang bangun rencana konservasi lahan yang cocok untuk tujuan wisata dan tempat singgah, bagi pengendara yang melintas di sekitar bukit melalui jalan dari Kota Batu ke arah Pemandian Cangar, atau tepatnya di pintu masuk Taman Hutan Rakyat (Tahura) Tumenggung Suryo.
Topografi kawasan berupa bukit, yang sebelah kakinya berhadapan dengan Arboretum Sumber Brantas, sehingga sangat potensial jika digunakan juga sebagai paket wisata ekologis.
Dalam kawasan tempat singgah ini terdapat beberapa gazebo dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat bagus, dan beberapa tempat swa-foto.
Tanaman konservasi juga dipilih perpaduan antara tanaman keras dengan tanaman jenis perdu atau gantung yang dapat tumbuh berdampingan.
Cara tanam dipilih model dalam pot atau digantung, pada tanaman keras.
Limpasan permukaan diangani dengan pembuatan tampungan melingkar di kaki bukit, berupa kolam terbuka yang dimanfaatkan juga sebagai sarana budidaya ikan air tawar.
Kata Kunci: Brantas, Ekowisata, Konservasi-lahan.
Related Results
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Penelitian ini mengkaji kesesuaian pengembangan daerah wisata di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu . Alasan penelitian ini dilakukan karena daerah Kawasan Bukit Tang...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat. Aktivitas wisata dan konservasi yang terd...
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Penelitian dilakukan pada Kawasan Konservasi di wilayah DAS Citarum salah satu DAS prioritas di Indonesia dan merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat. Limabelas Kawa...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...

