Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan

View through CrossRef
Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat. Aktivitas wisata dan konservasi yang terdapat di Bukit Lawang harus diakomodasi dengan adanya perencanaan tata guna lahan yang tepat. Tata guna lahan Bukit Lawang sebagai kawasan konservasi yang tidak direncanakan dengan mempertimbangkan adanya aktivitas wisata dapat menyebabkan gangguan terhadap kelestarian kawasan. Sebagai bagian dari kawasan konservasi maka perecanaan tata guna lahan yang paling tepat dilakukan untuk memaksimalkan potensi wisata Bukit Lawang adalah dengan konsep wisata berkelanjutan. Penelitian tata guna lahan Bukit Lawang ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana data yang digunakan adalah data hasil observasi lapangan dan kajian literatur. Analisa pada ata guna lahan menggunakan tiga elemen yaitu pembatasan zona; pembagian fungsi; dan peningkatan nilai kawasan. Penelitian ini menghasilkan perencanaan tata guna lahan Bukit Lawang sebagai kawasan wisata berkelanjutan   Bukit Lawang is part of the conservation area of Mountain Leuser National Park (Taman Nasional Gunung Leuser / TNGL) whichis a tourist destination in Langkat Regency. The tourism and conservation activities in Bukit Lawang must be accommodated withthe right land use planning. The use of Bukit Lawang land as a conservation area that is not planned by considering the existenceof tourist activities can disrupt the sustainability of the area. As part of a conservation area, the most appropriate land use planning to maximize Bukit Lawang's tourism potential is the concept of sustainable tourism. The Bukit Lawang land use research wasconducted with a qualitative method where the data used were data from field observations and literature studies. Analysis of landuse uses three elements, namely zone limitation; division of functions; and increasing regional value. This research resulted in landuse planning for Bukit Lawang as a sustainable tourism area.
Title: Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan
Description:
Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat.
Aktivitas wisata dan konservasi yang terdapat di Bukit Lawang harus diakomodasi dengan adanya perencanaan tata guna lahan yang tepat.
Tata guna lahan Bukit Lawang sebagai kawasan konservasi yang tidak direncanakan dengan mempertimbangkan adanya aktivitas wisata dapat menyebabkan gangguan terhadap kelestarian kawasan.
Sebagai bagian dari kawasan konservasi maka perecanaan tata guna lahan yang paling tepat dilakukan untuk memaksimalkan potensi wisata Bukit Lawang adalah dengan konsep wisata berkelanjutan.
Penelitian tata guna lahan Bukit Lawang ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana data yang digunakan adalah data hasil observasi lapangan dan kajian literatur.
Analisa pada ata guna lahan menggunakan tiga elemen yaitu pembatasan zona; pembagian fungsi; dan peningkatan nilai kawasan.
Penelitian ini menghasilkan perencanaan tata guna lahan Bukit Lawang sebagai kawasan wisata berkelanjutan   Bukit Lawang is part of the conservation area of Mountain Leuser National Park (Taman Nasional Gunung Leuser / TNGL) whichis a tourist destination in Langkat Regency.
The tourism and conservation activities in Bukit Lawang must be accommodated withthe right land use planning.
The use of Bukit Lawang land as a conservation area that is not planned by considering the existenceof tourist activities can disrupt the sustainability of the area.
As part of a conservation area, the most appropriate land use planning to maximize Bukit Lawang's tourism potential is the concept of sustainable tourism.
The Bukit Lawang land use research wasconducted with a qualitative method where the data used were data from field observations and literature studies.
Analysis of landuse uses three elements, namely zone limitation; division of functions; and increasing regional value.
This research resulted in landuse planning for Bukit Lawang as a sustainable tourism area.

Related Results

Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bukit Tangkiling Di Kecamatan Bukit Batu
Penelitian ini mengkaji kesesuaian pengembangan daerah wisata di Kawasan Bukit Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu . Alasan penelitian ini dilakukan karena daerah Kawasan Bukit Tang...
Dampak Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur (2000-2022)
Dampak Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur (2000-2022)
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana Dampak Destinasi Wisata Puncak Lawang Terhadap Perekonomia Masyarakat Di Nagari Lawang Kecamatan Matur Tahun 2000-2022. Penelitian ini dil...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
Perencanaan Tata Guna Lahan Dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata Tongging yang Berkelanjutan
Perencanaan Tata Guna Lahan Dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata Tongging yang Berkelanjutan
Desa Tongging merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba yang berada di Kabupaten Karo dan juga menjadi bagian dari Kawasan Geopark Kaldera Toba. Sebagai dae...
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT WATU LAWANG SEBAGAI NASKAH DRAMA WATU LAWANG DAN RELEVANSINYA BAGI BAHAN AJAR DRAMA DI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT WATU LAWANG SEBAGAI NASKAH DRAMA WATU LAWANG DAN RELEVANSINYA BAGI BAHAN AJAR DRAMA DI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) Alih wahana cerita rakyat Watu Lawang ke dalam naskah drama Watu Lawang pada alur. (2) Alih wahana cerita rakyat ...
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Penelitian dilakukan pada Kawasan Konservasi di wilayah DAS Citarum salah satu DAS prioritas di Indonesia dan merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat. Limabelas Kawa...

Back to Top