Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Al-Mashlahah Dalam Pandangan Najmuddin Al-Thufi

View through CrossRef
Seluruh hukum yang ditetapkan Allah SWT terhadap hamba-Nya, dalam bentuk suruhan atau larangan yang mengandung mashlahah. Tidak ada hukum syara’ yang sepi dari mashlahah. Semua ulama sepakat tentang adanya kemashlahatandalam hukum yang ditetapkan Allah SWT. Karenanya mashlahahsangat diperhitungkan oleh mujtahid dalam berijtihad untuk menetapkan hukum suatu masalah yang tidak ditemukan hukumnya baik dalam al-Qur’an, Sunnah Nabi, maupun dalam ijma’. Dalam hal ini, mujtahid menggunakan metode mashlahahdalam menggali dan menetapkan hukum, termasuk Najmuddin Al-Thufi yang beraliran mazhab Hanbali. Mashlahahyang digunakannya bersebarangan dengan Jumhur Ulama, terutama dalam hal jika terdapat pertentangan antara nash dengan mashlahah. Menurut jumhur apabila terjadi pertentangan antara nash dengan mashlahah, maka nash harus didahulukan. Berbeda dengan Najmuddin Al-Thufi yang berpendapat bahwa bila nash dan ijma’ bertentangan, maka harus didahulukan mashlahahdaripada nash dan ijma’, terutama hukum yang berkaitan dengan muamalahdan siayasahduniawi
Universitas Islam Indragiri
Title: Al-Mashlahah Dalam Pandangan Najmuddin Al-Thufi
Description:
Seluruh hukum yang ditetapkan Allah SWT terhadap hamba-Nya, dalam bentuk suruhan atau larangan yang mengandung mashlahah.
Tidak ada hukum syara’ yang sepi dari mashlahah.
Semua ulama sepakat tentang adanya kemashlahatandalam hukum yang ditetapkan Allah SWT.
Karenanya mashlahahsangat diperhitungkan oleh mujtahid dalam berijtihad untuk menetapkan hukum suatu masalah yang tidak ditemukan hukumnya baik dalam al-Qur’an, Sunnah Nabi, maupun dalam ijma’.
Dalam hal ini, mujtahid menggunakan metode mashlahahdalam menggali dan menetapkan hukum, termasuk Najmuddin Al-Thufi yang beraliran mazhab Hanbali.
Mashlahahyang digunakannya bersebarangan dengan Jumhur Ulama, terutama dalam hal jika terdapat pertentangan antara nash dengan mashlahah.
Menurut jumhur apabila terjadi pertentangan antara nash dengan mashlahah, maka nash harus didahulukan.
Berbeda dengan Najmuddin Al-Thufi yang berpendapat bahwa bila nash dan ijma’ bertentangan, maka harus didahulukan mashlahahdaripada nash dan ijma’, terutama hukum yang berkaitan dengan muamalahdan siayasahduniawi.

Related Results

Kontribusi maslahah Al-Thufi dalam pembaharuan Hukum Islam di era kontemporer
Kontribusi maslahah Al-Thufi dalam pembaharuan Hukum Islam di era kontemporer
Abstrak Artikel ini ingin mendongkrak lebih aktif tentang argumen para sarjana hukum Islam yang mengatakan bahwa al-Thufi merupakan seorang ulama yang dipandang ‘nyeleneh’ da...
Mashlahah menurut Izzuddin Abd Al-Salam
Mashlahah menurut Izzuddin Abd Al-Salam
Penulis tertarik mengkaji lebih lanjut tentang pemikiran Izzuddin bin Abd as-Salamdalam konsep mashlahah yang secara tidak langsung menolak pandangan kebanyakan ulama dalam defenis...
THE CONCEPT OF MASHLAHAH ACCORDING TO THE VIEW OF RAMADHAN AL-BUTHI DAN NAJMUDDIN AT-THUFI
THE CONCEPT OF MASHLAHAH ACCORDING TO THE VIEW OF RAMADHAN AL-BUTHI DAN NAJMUDDIN AT-THUFI
Fenomena penggunaan akal yang terkadang melampaui batas dalam istinbat hukum Islam menjadi kegelisahan Ramadhan al-Buthi. Mashlahah dalam pandangan Ramadhan al-Buthi bukan merupaka...
Maslahah Najmuddin Al-Thufi: A Framework for Fintech Benefit Realization in Indonesia
Maslahah Najmuddin Al-Thufi: A Framework for Fintech Benefit Realization in Indonesia
This study explores the concept of maslahah, according to Najmuddin Al-Thufi, as a realization of fintech development in Indonesia. Najmuddin Al-Thufi developed a theory of maslaha...
Tinjauan Teori Al-Mashlahah Al-Buthi Terhadap Hak Anak dalam Perspektif Hukum Islam dan Perjanjian Internasional
Tinjauan Teori Al-Mashlahah Al-Buthi Terhadap Hak Anak dalam Perspektif Hukum Islam dan Perjanjian Internasional
Abstract This paper discusses children's rights in the perspective of Islamic law and international treaties and compares them using al-Buthi's al-mashlahah theory contained in hi...
Analisis Teori Maslahat Najmuddin Al-Thufi sebagai Landasan Hukum  Progresif dalam Fiqih Kontemporer
Analisis Teori Maslahat Najmuddin Al-Thufi sebagai Landasan Hukum  Progresif dalam Fiqih Kontemporer
Penelitian ini bertujuan menganalisis teori maslahat Najmuddin Al-Thufi sebagai landasan hukum progresif dalam fikih kontemporer. Maslahat, yang berarti kemaslahatan atau kebaikan,...
Analisis Maslahah Najmuddin al-Thufi Terhadap Menajemen Menghadapi Tekanan Pertanyaan 'Kapan Menikah'
Analisis Maslahah Najmuddin al-Thufi Terhadap Menajemen Menghadapi Tekanan Pertanyaan 'Kapan Menikah'
This research focuses on the social and cultural dynamics related to the pressure of the question "When to get married?" which often arises in social contexts and becomes a source ...

Back to Top