Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN ANALYTICALl HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA JALUR KIP-KULIAH
View through CrossRef
Beasiswa Jalur KIP-kuliah merupakan tranformasi dari Bidikmisi, beasiswa yang memberikan dalam bentuk bantuan dana pendidikan dan biaya hidup persemester yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang disalurkan melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta. Dengan banyaknya peminat pada jalur beasiswa KIP-kuliah dan jumlah kuota penerima beasiswa KIP-kuliah ditentukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) maka Perguruan Tinggi perlu mengatur dan menjadikan sistem pengambilan keputusan sebagai alternatif dalam penerimaan beasiswa jalur KIP-kuliah agar dapat menyaring calon penerima beasiswa jalur KIP-kuliah yang terbaik dan tepat sasaran sesuai dengan kuota yang diberikan. Penelitian ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang merupakan salah satu metode alternatif dalam pengambilan keputusan yang didalamnya banyak melibatkan kriteria yang dinilai atau multikriteria. Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan adalah yang berhak menerima beasiswa jalur KIP berdasarkan kriteria yang ditentukan yaitu nilai rapot, prestasi (sertifikat), nilai test masuk dan penghasilan orang tua. Hasil perhitunganuji consistency ratio (CR) untuk kriteria di dapat nilai CR =0.02, hasil perhitungan tidak lebih dari 0.1, sehingga penilaian perbandingan kriteria konsisten. Hasil dari sistem pendukung keputusan dengan menerapkan metode AHP ini adalah didapatkan rekomendasi penerima beasiswa jalur KIP-kuliah dengan perhitungan sesuai kriteria yang dipilih, sehingga pihak perguruan Tinggi akan lebih mudah dan tepat sasaran dalam menentukan penerima beasiswa jalur KIP-kuliah
Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional
Title: PENERAPAN ANALYTICALl HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA JALUR KIP-KULIAH
Description:
Beasiswa Jalur KIP-kuliah merupakan tranformasi dari Bidikmisi, beasiswa yang memberikan dalam bentuk bantuan dana pendidikan dan biaya hidup persemester yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang disalurkan melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta.
Dengan banyaknya peminat pada jalur beasiswa KIP-kuliah dan jumlah kuota penerima beasiswa KIP-kuliah ditentukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) maka Perguruan Tinggi perlu mengatur dan menjadikan sistem pengambilan keputusan sebagai alternatif dalam penerimaan beasiswa jalur KIP-kuliah agar dapat menyaring calon penerima beasiswa jalur KIP-kuliah yang terbaik dan tepat sasaran sesuai dengan kuota yang diberikan.
Penelitian ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang merupakan salah satu metode alternatif dalam pengambilan keputusan yang didalamnya banyak melibatkan kriteria yang dinilai atau multikriteria.
Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan adalah yang berhak menerima beasiswa jalur KIP berdasarkan kriteria yang ditentukan yaitu nilai rapot, prestasi (sertifikat), nilai test masuk dan penghasilan orang tua.
Hasil perhitunganuji consistency ratio (CR) untuk kriteria di dapat nilai CR =0.
02, hasil perhitungan tidak lebih dari 0.
1, sehingga penilaian perbandingan kriteria konsisten.
Hasil dari sistem pendukung keputusan dengan menerapkan metode AHP ini adalah didapatkan rekomendasi penerima beasiswa jalur KIP-kuliah dengan perhitungan sesuai kriteria yang dipilih, sehingga pihak perguruan Tinggi akan lebih mudah dan tepat sasaran dalam menentukan penerima beasiswa jalur KIP-kuliah.
Related Results
PENENTUAN PENERIMA BANTUAN BEASISWA KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) KULIAH MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER
PENENTUAN PENERIMA BANTUAN BEASISWA KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) KULIAH MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER
Seleksi penerima bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk perguruan tinggi swasta dapat dilakukan secara mandiri. Selama ini proses seleksi penerima bantuan KIP K...
Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Beasiswa Politeknik Caltex Riau
Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Beasiswa Politeknik Caltex Riau
Politeknik Caltex Riau mengelola beberapa beasiswa yang sumber pendanaannya bisa berasal dari pemerintah maupun swasta. Pengelolaan skema beasiswa ini dilakukan secara manual berup...
Beasiswa KIP-K: Apakah Beasiswa Dapat Menjadi Motivasi Belajar Mahasiswa?
Beasiswa KIP-K: Apakah Beasiswa Dapat Menjadi Motivasi Belajar Mahasiswa?
Pendidikan menjadi kebutuhan dasar setiap individu, namun pada kenyataannya masih banyak individu yang belum mengenyam pendidikan dengan baik karena permasalahan biaya pendidikan y...
MODEL BERBASIS K-NEAREST NEIGHBOR DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA
MODEL BERBASIS K-NEAREST NEIGHBOR DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA
Sistem pengambilan keputusan untuk menentukan penerima beasiswa BBM masih belum optimal yaitu menggunkan sistem seleksi berkas. Setiap ada pengajuan beasiswa yang diajukan mahasisw...
Penerapan algoritma FMADM dengan metode MOORA untuk menentukan kelayakan beasiswa pada SMK Muhammadiyah 1 Palembang
Penerapan algoritma FMADM dengan metode MOORA untuk menentukan kelayakan beasiswa pada SMK Muhammadiyah 1 Palembang
Beasiswa merupakan sumber bantuan pembiayaan yang tidak bersumber dari pendanaan sendiri atau dari orang tua, akan tetapi diberikan oleh pemerintah, perusahaan swasta, kedutaan, un...
Implementasi Algoritma SVM dan C4.5 dalam Klasifikasi Calon Penerimaan Beasiswa
Implementasi Algoritma SVM dan C4.5 dalam Klasifikasi Calon Penerimaan Beasiswa
Dalam proses seleksi penerima beasiswa, berbagai kriteria dipertimbangkan secara menyeluruh. Nilai akademik, keadaan ekonomi, dan lainnya adalah beberapa faktor penting yang harus ...
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN CALON PENERIMA BEASISWA BAZNAS KABUPATEN ASAHAN
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN CALON PENERIMA BEASISWA BAZNAS KABUPATEN ASAHAN
Abstract: Poverty is a serious problem in developing countries, including Indonesia, which has an impact on limited access to education. To address this issue, BAZNAS (National Ami...
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pej...

