Javascript must be enabled to continue!
MODEL BERBASIS K-NEAREST NEIGHBOR DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA
View through CrossRef
Sistem pengambilan keputusan untuk menentukan penerima beasiswa BBM masih belum optimal yaitu menggunkan sistem seleksi berkas. Setiap ada pengajuan beasiswa yang diajukan mahasiswa, maka untuk menganalisa berkas pengajuan beasiswa BBM membutuhkan waktu yang relatif lama. Model ini untuk mengetahui tingkat akurasi antara metode nearest neighbor dan naive bayesian classification dalam menentukan penerima beasiswa BBM.
Saat ini pemilihan penerima beasiswa BBM dilakukan manual dan melalui hasil IPK Saja. Penilaian dengan jumlah mahasiswa yang banyak sangat menyulitkan pihak perguruan tinggi STIKes Aisyah Pringsewu, hasil penilaian dan pertimbangan pengambilan keputusan cenderung lebih subjektif, sehingga cenderung terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akhir mahasiswa mana yang layak mendapatkan beasiswa BBM. Oleh karena itu Diperlukan sistem pendukung keputusan yang akan memudahkan pemilihan siswa berprestasi dan membuat keputusan yang efektif dan efisien. K-NEAREST NEIGHBOR merupakan metode yang akan digunakan dalam memberikan referensi kepada pihak perguruan tinggi STIKes Aisyah Pringsewu dalam menentukan penerima beasiswa BBM. Sistem pendukung keputusan ini merupakan alat bantu yang dapat memberikan solusi dalam proses pemilihan mahasiswa peneriam beasiswa BBM secara komputerisasi dengan harapan lebih efektif dan efisien serta tepat dan akurat. Hasil penelitian membuktikan bahwa model ini mampu membantu perguruan tinggi STIKes Aisyah Pringsewu dalam proses seleksi pemilihan mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa BBM dengan tingkat akurasi 80%
STIKES Aisyah Pringsewu Lampung
Title: MODEL BERBASIS K-NEAREST NEIGHBOR DALAM PENENTUAN PENERIMA BEASISWA
Description:
Sistem pengambilan keputusan untuk menentukan penerima beasiswa BBM masih belum optimal yaitu menggunkan sistem seleksi berkas.
Setiap ada pengajuan beasiswa yang diajukan mahasiswa, maka untuk menganalisa berkas pengajuan beasiswa BBM membutuhkan waktu yang relatif lama.
Model ini untuk mengetahui tingkat akurasi antara metode nearest neighbor dan naive bayesian classification dalam menentukan penerima beasiswa BBM.
Saat ini pemilihan penerima beasiswa BBM dilakukan manual dan melalui hasil IPK Saja.
Penilaian dengan jumlah mahasiswa yang banyak sangat menyulitkan pihak perguruan tinggi STIKes Aisyah Pringsewu, hasil penilaian dan pertimbangan pengambilan keputusan cenderung lebih subjektif, sehingga cenderung terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akhir mahasiswa mana yang layak mendapatkan beasiswa BBM.
Oleh karena itu Diperlukan sistem pendukung keputusan yang akan memudahkan pemilihan siswa berprestasi dan membuat keputusan yang efektif dan efisien.
K-NEAREST NEIGHBOR merupakan metode yang akan digunakan dalam memberikan referensi kepada pihak perguruan tinggi STIKes Aisyah Pringsewu dalam menentukan penerima beasiswa BBM.
Sistem pendukung keputusan ini merupakan alat bantu yang dapat memberikan solusi dalam proses pemilihan mahasiswa peneriam beasiswa BBM secara komputerisasi dengan harapan lebih efektif dan efisien serta tepat dan akurat.
Hasil penelitian membuktikan bahwa model ini mampu membantu perguruan tinggi STIKes Aisyah Pringsewu dalam proses seleksi pemilihan mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa BBM dengan tingkat akurasi 80%.
Related Results
Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Beasiswa Politeknik Caltex Riau
Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Beasiswa Politeknik Caltex Riau
Politeknik Caltex Riau mengelola beberapa beasiswa yang sumber pendanaannya bisa berasal dari pemerintah maupun swasta. Pengelolaan skema beasiswa ini dilakukan secara manual berup...
SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI BEASISWA MAHASISWA UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI BEASISWA MAHASISWA UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
ABSTRAK Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Carrier Center merupakan unit yang ada Universitas Respati Yogyakarta dibawah tanggung jawab Wakil Rektor III dalam mengelola kegiatan k...
Rancang Bangun Aplikasi Penerima Beasiswa Dengan Menggunakan Metode Adaptive Neuro-Fuzzy Interference System (ANFIS)
Rancang Bangun Aplikasi Penerima Beasiswa Dengan Menggunakan Metode Adaptive Neuro-Fuzzy Interference System (ANFIS)
Di Perguruan Tinggi, beasiswa biasanya diberikan atas berbagai pertimbangan. Pada umumnya, yang menjadi bahan pertimbangan utama adalah penghasilan orangtua, Indeks Prestasi Kumula...
PENERAPAN ALGORITMA KLASIFIKASI SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA MAHASISWA
PENERAPAN ALGORITMA KLASIFIKASI SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA MAHASISWA
Beasiswa merupakan bantuan pemerintah maupun swasta berupa sejumlah uang yang diberikan kepada siswa yang sedang atau yang akan mengikuti pendidikan di sekolah...
METODE NAIVE BAYES UNTUK PENENTUAN PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS MULAWARMAN
METODE NAIVE BAYES UNTUK PENENTUAN PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS MULAWARMAN
Kurang lebih 900 pendaftar beasiswa bidikmisi Universitas Mulawatman setiap tahun, menyebabkan proses seleksinya berjalan lamban dan berpotensi tidak konsisten. Ketidakkonsistenan ...
PENERAPAN METODE TOPSIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA PENDIDIKAN
PENERAPAN METODE TOPSIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA PENDIDIKAN
Beasiswa pendidikan merupakan salah satu upaya baik pemerintah maupun lembaga swasta dalam membina dan meningkatkan prestasi akademik, sehingga memacu peningkatan kualitas pendidik...
Beasiswa KIP-K: Apakah Beasiswa Dapat Menjadi Motivasi Belajar Mahasiswa?
Beasiswa KIP-K: Apakah Beasiswa Dapat Menjadi Motivasi Belajar Mahasiswa?
Pendidikan menjadi kebutuhan dasar setiap individu, namun pada kenyataannya masih banyak individu yang belum mengenyam pendidikan dengan baik karena permasalahan biaya pendidikan y...
STUDI KOMPARASI ALGORITMA NAÏVE BAYES DAN K-NN UNTUK KLASIFIKASI PENERIMAAN BEASISWA DI MI AL – ISLAMIYAH KARANGSAWAH
STUDI KOMPARASI ALGORITMA NAÏVE BAYES DAN K-NN UNTUK KLASIFIKASI PENERIMAAN BEASISWA DI MI AL – ISLAMIYAH KARANGSAWAH
Pemberian beasiswa dilakukan agar para siswa dapat tetap melanjutkan sekolah, dalam menyeleksi siswa parameter yang digunakan terdiri dari jarak, tanggungan, pekerjaan orag tua, pe...

