Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsep Millah Dalam Al-Qur’an

View through CrossRef
Konsep millah dalam Al-Qur'an sering kali dikaitkan dengan tradisi, keyakinan, dan ajaran agama yang diwariskan oleh para nabi. Namun, pemahaman tentang millah membutuhkan penafsiran yang lebih mendalam untuk mengetahui makna simbolis yang terkandung dalam penggunaannya. Pendekatan semiotika, khususnya dari perspektif Charles Sanders Peirce, memungkinkan kajian atas tanda-tanda dan simbol-simbol dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep ini, untuk lebih memahami pesan dan makna di baliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna konsep millah dalam Al-Qur'an melalui pendekatan semiotika menurut perspektif Charles Sanders Peirce. Tujuan lainnya adalah memahami bagaimana konsep ini merepresentasikan identitas, ajaran, dan warisan agama dalam Al-Qur'an, serta menganalisis hubungan tanda, objek, dan interpretan yang terbentuk dari konsep millah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika dari Charles Sanders Peirce. Data dikumpulkan melalui studi pustaka yang mencakup tafsir Al-Qur'an, literatur tentang millah, serta teori-teori semiotika. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis untuk menguraikan tanda, objek, dan interpretan yang terkandung dalam konsep millah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa millah dalam Al-Qur'an memiliki makna simbolis yang kuat terkait dengan tradisi ajaran agama yang diwariskan oleh nabi-nabi terdahulu, khususnya Ibrahim. Melalui perspektif Peirce, millah dapat dipahami sebagai sebuah tanda yang merujuk pada suatu ajaran yang menjadi identitas kolektif bagi umat yang menerimanya. Penelitian ini menemukan bahwa millah bukan hanya sekadar ajaran agama, tetapi juga sebuah identitas spiritual yang terhubung dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah.
Title: Konsep Millah Dalam Al-Qur’an
Description:
Konsep millah dalam Al-Qur'an sering kali dikaitkan dengan tradisi, keyakinan, dan ajaran agama yang diwariskan oleh para nabi.
Namun, pemahaman tentang millah membutuhkan penafsiran yang lebih mendalam untuk mengetahui makna simbolis yang terkandung dalam penggunaannya.
Pendekatan semiotika, khususnya dari perspektif Charles Sanders Peirce, memungkinkan kajian atas tanda-tanda dan simbol-simbol dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep ini, untuk lebih memahami pesan dan makna di baliknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna konsep millah dalam Al-Qur'an melalui pendekatan semiotika menurut perspektif Charles Sanders Peirce.
Tujuan lainnya adalah memahami bagaimana konsep ini merepresentasikan identitas, ajaran, dan warisan agama dalam Al-Qur'an, serta menganalisis hubungan tanda, objek, dan interpretan yang terbentuk dari konsep millah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika dari Charles Sanders Peirce.
Data dikumpulkan melalui studi pustaka yang mencakup tafsir Al-Qur'an, literatur tentang millah, serta teori-teori semiotika.
Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis untuk menguraikan tanda, objek, dan interpretan yang terkandung dalam konsep millah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa millah dalam Al-Qur'an memiliki makna simbolis yang kuat terkait dengan tradisi ajaran agama yang diwariskan oleh nabi-nabi terdahulu, khususnya Ibrahim.
Melalui perspektif Peirce, millah dapat dipahami sebagai sebuah tanda yang merujuk pada suatu ajaran yang menjadi identitas kolektif bagi umat yang menerimanya.
Penelitian ini menemukan bahwa millah bukan hanya sekadar ajaran agama, tetapi juga sebuah identitas spiritual yang terhubung dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah.

Related Results

AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
ANALISIS STILISTIKA KATA AL-DĪN, AL-DĪN AL-QAYYIM, AL-DĪN AL-KHĀLIṢ, DĪNILLĀH DAN MILLAH DALAM AL-QUR’AN
ANALISIS STILISTIKA KATA AL-DĪN, AL-DĪN AL-QAYYIM, AL-DĪN AL-KHĀLIṢ, DĪNILLĀH DAN MILLAH DALAM AL-QUR’AN
Artikel ini membahas tentang gaya bahasa (style) dalam Penyebutan agama (Al-Dīn, Al-Dīn Al-Qayyim, Al-Dīn Al-Khāliṣ, Dīnillāh dan Millah) dalam Al-Qur'an. Teori yang digunakan dala...
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Pemberdayaan Masyarakat Sakinah dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kampung Sakinah
Seeing the high level of Qur'an illiteracy survivors in the village of Sakinah and the very limited number of teaching staff to read the Qur'an, it is necessary to have a Qur'an il...
Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an
Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an
Dalam susunan bahasa al-Qur’an, terdapat beberapa kata dengan makna yang sama tetapi berbeda dalam pengucapannya (baca: sinonim). Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi persoa...

Back to Top