Javascript must be enabled to continue!
KAIDAH-KAIDAH KEBAHASAAN
View through CrossRef
Ilmu Tafsir bertujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Disiplin ilmu yang menjadi syarat bagi para mufasir adalah Ilmu al-qawā’id al-lugawiyah karena bahasa Al-Qur’an adalah bahsa Arab, Sehubungan dengan itu, maka tulisan ini akan membahas tentang kaidah kebahasa-an yang diperlukan dalam menafsirkan makna Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa, al-qawā’id al-Lugawiyah adalah kaidah kebahasaan (bahasa arab) yang dipergunakan oleh mufasir dalam memahami kandungan makna Al-Qur’an. Kaidah yang dimaksud di sini, bukan hanya sebatas kaidah tekstual (nahwu wa sharfu), akan tetapi seluruh kaidah bahasa Arab yang mencakup kaidah makna teks dan konteks; Mengetahui kaidah kebahasaan dalam ilmu tafsir adalah salah satu jalan agar terhindar dari pemahaman yang batil, sebab dalam memahami makna yang dikandung oleh Al-Qur’an, harus mengetahui lafal asli dari teks Al-Qu’an itu sendiri sehingga dapat mengkolaborasi antara makna bahasa dengan makna syara’ yang telah ditentukan. Penguasaan terhadap kaidah-kaidah kebahasaan, akan dapat memberikan kemampuan untuk menggunakan nash Al-Qur’an dalam istinbat hukum yang benar. Ketidaktahuan terhadap kaidah kebahasaan dapat menimbulkan ketidak pahaman terhadap kaidah hukum syara’ dan berpotensi terjadinya penyalahgunaan hukum syari’at yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
Title: KAIDAH-KAIDAH KEBAHASAAN
Description:
Ilmu Tafsir bertujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Disiplin ilmu yang menjadi syarat bagi para mufasir adalah Ilmu al-qawā’id al-lugawiyah karena bahasa Al-Qur’an adalah bahsa Arab, Sehubungan dengan itu, maka tulisan ini akan membahas tentang kaidah kebahasa-an yang diperlukan dalam menafsirkan makna Al-Qur’an.
Hasil kajian menunjukkan bahwa, al-qawā’id al-Lugawiyah adalah kaidah kebahasaan (bahasa arab) yang dipergunakan oleh mufasir dalam memahami kandungan makna Al-Qur’an.
Kaidah yang dimaksud di sini, bukan hanya sebatas kaidah tekstual (nahwu wa sharfu), akan tetapi seluruh kaidah bahasa Arab yang mencakup kaidah makna teks dan konteks; Mengetahui kaidah kebahasaan dalam ilmu tafsir adalah salah satu jalan agar terhindar dari pemahaman yang batil, sebab dalam memahami makna yang dikandung oleh Al-Qur’an, harus mengetahui lafal asli dari teks Al-Qu’an itu sendiri sehingga dapat mengkolaborasi antara makna bahasa dengan makna syara’ yang telah ditentukan.
Penguasaan terhadap kaidah-kaidah kebahasaan, akan dapat memberikan kemampuan untuk menggunakan nash Al-Qur’an dalam istinbat hukum yang benar.
Ketidaktahuan terhadap kaidah kebahasaan dapat menimbulkan ketidak pahaman terhadap kaidah hukum syara’ dan berpotensi terjadinya penyalahgunaan hukum syari’at yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Related Results
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Walaupun sudah ada pengembangan dalam berbagai hal terkait hukum Islam, namun dalam bidang qawa`id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum Islam) pengembangan itu belum begitu tampak. Pada...
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
PENERAPAN KAIDAH FIQH DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN) TENTANG PERBANKAN SYARIAH
Tulisan ini menjelaskan tentang subtansi kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional dan penerapan kaidah-kaidah fiqh dalam fatwa Dewan Syariah Nasional. Maka ada 96 fatw...
Kaidah Al-Yaqinu Laa Yuzaalu Bisyakkin: Keyakinan Tidak Dapat Dihapuskan dengan Keraguan
Kaidah Al-Yaqinu Laa Yuzaalu Bisyakkin: Keyakinan Tidak Dapat Dihapuskan dengan Keraguan
ABSTRACT
Fiqhiyyah rules are scientific disciplines that have a high level of urgency for humans. Bearing in mind that the benchmark for the legal object is themukallaf itsel...
PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA: KAJIAN PADA MAHASISWA JURUSAN TARI INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA
PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA: KAJIAN PADA MAHASISWA JURUSAN TARI INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA
Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menghasilkan karya tulis yang informatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat penguasaan ka...
Relevansi Qawā’id Fiqhiyyah dalam Merespons Persoalan Baru Hukum Ekonomi di Indonesia Perspektif DSN-MUI
Relevansi Qawā’id Fiqhiyyah dalam Merespons Persoalan Baru Hukum Ekonomi di Indonesia Perspektif DSN-MUI
Menurut jumhur ulama, kaidah-kaidah fikih (qawā’id fiqhiyyah) merupakan kunci berpikir dalam pengembangan dan seleksi hukum fikih. Dengan bantuan qawā’id fiqhiyyah semakin tampak ...
RELASI SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF KAIDAH FIKIH DAN APLIKASINYA
RELASI SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF KAIDAH FIKIH DAN APLIKASINYA
Relasi suami istri dalam Islam merupakan fondasi utama bagi terciptanya keluarga yang harmonis, namun dalam praktiknya sering terjadi ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban yan...
Aplikasi Metode Kebahasaan dalam Fikih
Aplikasi Metode Kebahasaan dalam Fikih
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis metode penetapan hukum Islam melalui pendekatan kebahasaan dalam Ushul Fiqih. Ushul Fiqh sebagai cabang ilmu tersendiri sep...
Kaidah Kebahasaan dalam Kajian Tafsir
Kaidah Kebahasaan dalam Kajian Tafsir
Tulisan ini berusaha untuk menunjukkan bahwa Alquran mempunyai keindahan bahasa Arab yang tinggi, serta menunjukan teks sebagai pesan yang perlu ditafsirkan. Sebab itu, perlu dipah...

