Javascript must be enabled to continue!
PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA: KAJIAN PADA MAHASISWA JURUSAN TARI INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA
View through CrossRef
Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menghasilkan karya tulis yang informatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta, (2) mengidentifikasi aspek kebahasaan yang paling dikuasi dan paling kurang dikuasai, serta (3) menentukan kebutuhan pembelajaran untuk peningkatan kompetensi berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data diperoleh melalui tes objektif sebanyak 25 soal berbasis Google Form. Aspek kebahasaan yang diuji meliputi penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Adapun sampel penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa jurusan tari tahun ajaran 2024/2025. Analisis data dilakukan dengan memberi skor 4 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, lalu mengonversinya menjadi persentase penguasaan. Persentase tersebut diklasifikasikan berdasarkan kategori Nurgiyantoro (2010). Rata-rata per aspek kebahasaan juga dihitung untuk melihat aspek yang paling kuat dan lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi terdapat pada aspek pemakaian tanda baca (76), diikuti penggunaan huruf kapital (72), dan penulisan kata (64). Mahasiswa masih mengalami kesulitan pada penggunaan tanda titik dua dan apostrof (aspek tanda baca), penulisan nama geografis (penulisan huruf kapital), dan penulisan bentuk terikat, gabungan kata, partikel, singkatan, akronim, dan bilangan (penulisan kata). Distribusi nilai menunjukkan bahwa 48% mahasiswa memiliki kemampuan kebahasaan pada kategori “baik” hingga “sangat baik”. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan materi teknis kebahasaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Title: PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA: KAJIAN PADA MAHASISWA JURUSAN TARI INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA
Description:
Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menghasilkan karya tulis yang informatif.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta, (2) mengidentifikasi aspek kebahasaan yang paling dikuasi dan paling kurang dikuasai, serta (3) menentukan kebutuhan pembelajaran untuk peningkatan kompetensi berbahasa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data diperoleh melalui tes objektif sebanyak 25 soal berbasis Google Form.
Aspek kebahasaan yang diuji meliputi penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
Adapun sampel penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa jurusan tari tahun ajaran 2024/2025.
Analisis data dilakukan dengan memberi skor 4 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, lalu mengonversinya menjadi persentase penguasaan.
Persentase tersebut diklasifikasikan berdasarkan kategori Nurgiyantoro (2010).
Rata-rata per aspek kebahasaan juga dihitung untuk melihat aspek yang paling kuat dan lemah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi terdapat pada aspek pemakaian tanda baca (76), diikuti penggunaan huruf kapital (72), dan penulisan kata (64).
Mahasiswa masih mengalami kesulitan pada penggunaan tanda titik dua dan apostrof (aspek tanda baca), penulisan nama geografis (penulisan huruf kapital), dan penulisan bentuk terikat, gabungan kata, partikel, singkatan, akronim, dan bilangan (penulisan kata).
Distribusi nilai menunjukkan bahwa 48% mahasiswa memiliki kemampuan kebahasaan pada kategori “baik” hingga “sangat baik”.
Temuan ini menegaskan perlunya penguatan materi teknis kebahasaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Related Results
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pendidikan seni ialah pendidikan yang memberikan wadah bagi anak untuk mengapresiasi diri sendiri dan lingkungan. Apresiasi akan timbul apabila pembelajaran dilaksanakan dengan bai...
Pengaruh Penguasaan Bahasa Daerah dan Bahasa Asing terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia
Pengaruh Penguasaan Bahasa Daerah dan Bahasa Asing terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia
<h4>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Pengaruh penguasaan bahasa daerah dan bahasa asing secara bersama-sama terhadap penguasaan kosakata bahasa Indonesia sisw...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Walaupun sudah ada pengembangan dalam berbagai hal terkait hukum Islam, namun dalam bidang qawa`id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum Islam) pengembangan itu belum begitu tampak. Pada...

