Javascript must be enabled to continue!
KEKONVERGENAN BARISAN PADA RUANG METRIK MODULAR
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ruang metrik, ruang modular dan ruang metrik modular. Ruang metrik adalah pasangan (X,d) dengan X merupakan himpunan tak kosong dan d adalah suatu metrik di X . Konsep ruang metrik dikembangkan menjadi ruang metrik yang dibangun oleh modular disebut dengan ruang metrik modular. Modular yang dinotasikan dengan p adalah suatu fungsi yang memenuhi aksioma-aksioma tertentu pada ruang linear. Suatu himpunan yang merupakan subruang linear dengan p(lamdaf) berhingga untuk f adalah anggota ruang linear dan lamda>0 disebut sebagai ruang modular yang dinotasikan dengan Yp . Ruang metrik modular adalah pasangan (Xw,dw) dengan Xw merupakan himpunan metrik modular omega dan dw adalah metrik di Xw. Selain mengkaji konsep ketiga ruang, penelitian ini juga membahas kekonvergenan barisan pada masing-masing ruang. Pada ruang modular, suatu barisan dikatakan konvergen ke x jika p(xn-x)<epsilon . Pada ruang metrik, suatu barisan dikatakan konvergen ke x jika d(xn,x)<epsilon . Sedangkan di ruang metrik modular, barisan dikatakan konvergen ke x jika w(xn,x)<=epsilon.
Title: KEKONVERGENAN BARISAN PADA RUANG METRIK MODULAR
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ruang metrik, ruang modular dan ruang metrik modular.
Ruang metrik adalah pasangan (X,d) dengan X merupakan himpunan tak kosong dan d adalah suatu metrik di X .
Konsep ruang metrik dikembangkan menjadi ruang metrik yang dibangun oleh modular disebut dengan ruang metrik modular.
Modular yang dinotasikan dengan p adalah suatu fungsi yang memenuhi aksioma-aksioma tertentu pada ruang linear.
Suatu himpunan yang merupakan subruang linear dengan p(lamdaf) berhingga untuk f adalah anggota ruang linear dan lamda>0 disebut sebagai ruang modular yang dinotasikan dengan Yp .
Ruang metrik modular adalah pasangan (Xw,dw) dengan Xw merupakan himpunan metrik modular omega dan dw adalah metrik di Xw.
Selain mengkaji konsep ketiga ruang, penelitian ini juga membahas kekonvergenan barisan pada masing-masing ruang.
Pada ruang modular, suatu barisan dikatakan konvergen ke x jika p(xn-x)<epsilon .
Pada ruang metrik, suatu barisan dikatakan konvergen ke x jika d(xn,x)<epsilon .
Sedangkan di ruang metrik modular, barisan dikatakan konvergen ke x jika w(xn,x)<=epsilon.
Related Results
Genelleştirilmiş Metrik Uzaylarda Sabit Nokta Teoremleri
Genelleştirilmiş Metrik Uzaylarda Sabit Nokta Teoremleri
Matematik bilimi açısından sabit nokta teorisi modern matematiğin önem arz eden konularından birisi olarak ifade edilmektedir. Son yıllarda metrik uzay ve sabit nokta teoremleri ka...
Analisis Prinsip Ketiga Littlewood dalam Teori Fungsi Variabel Ril
Analisis Prinsip Ketiga Littlewood dalam Teori Fungsi Variabel Ril
Penelitian ini membahas tentang prinsip ketiga dari tiga prinsip littlewood dalam teori fungsi variabel real yaitu hampir setiap barisan fungsi terukur yang konvergen adalah konver...
ANALISIS KEKONTINUAN FUNGSI PADA BARISAN FUNGSI KONVERGEN
ANALISIS KEKONTINUAN FUNGSI PADA BARISAN FUNGSI KONVERGEN
Penelitian ini membahas tentang tentang barisan fungsi dan hubungannya dengan fungsi kontinu . Salah satu kekonvergenan dalam barisan fungsi adalah konvergen seragam, dimana jenis...
RUANG HAUSDORFF KOMPAK
RUANG HAUSDORFF KOMPAK
Pada ruang topologi terdapat beberapa sifat, salah satunya adalah sifat kekompakan. Kekompakan dalam ruang topologi didefinisikan dengan terdapatnya berhingga koleksi himpunan terb...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Dimensi Metrik Lokal pada Operasi Korona Graf Ular Segitiga dengan Graf Lintasan Orde Dua
Dimensi Metrik Lokal pada Operasi Korona Graf Ular Segitiga dengan Graf Lintasan Orde Dua
Graf pertama kali diperkenalkan oleh Leonard Euler melalui permasalahan Jembatan Königsberg pada tahun 1736. Misalkan $G$ adalah graf terhubung dengan himpunan verteks $V(G)$ dan h...
RUANG FUNGSI L^2 SEBAGAI RUANG HILBERT
RUANG FUNGSI L^2 SEBAGAI RUANG HILBERT
Ruang vektor yang dilengkapi dengan aksioma inner product disebut ruang inner product (pre-Hilbert). Ruang pre-Hilbert dikatakan lengkap jika setiap barisan Cauchy di dalamnya konv...
SIMULASI QUASI MONTE CARLO MENGGUNAKAN BARISAN QUASI ACAK HALTON
SIMULASI QUASI MONTE CARLO MENGGUNAKAN BARISAN QUASI ACAK HALTON
Abstrak. Simulasi Monte Carlo merupakan bentuk simulasi probabilistik dimana suatusolusi dari suatu masalah diberikan berdasarkan proses randomisasi (acak). MetodeQuasi Monte Carlo...

