Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Self Awareness Perokok saat Berkendara

View through CrossRef
Perilaku berkendara sambil merokok tidak sedikit memakan korban bahkan ada yang mengalami kebutaan terkena imbas dari merokok sambil berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui self-awareness perokok saat berkendara. Self-awareness merupakan kondisi sadar dengan keadaan diri baik secara fisik maupun dalam memikirkan kemungkinan yang terjadi dari setiap tindakan baik dari diri maupun lingkungannya. Tidak jarang ditemui perokok dengan sadar merokok dan mengganggu lingkungan sekitar bahkan ada yang merokok sambil berkendara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Kuantitatif deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan fakta terhadap suatu masalah dan mendapatkan informasi secara luas tentang fenomena dengan menggunakan tahapan-tahapan penelitian kuantitatif. Responden dalam penelitian ini merupakan pengendara yang berada di Kota Makassar dengan jumlah sebanyak 202 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji kruskal-wallis. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan bahwa self-awareness pada pengendara yang merokok di Kota Makassar berada pada kategori sedang. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa self-awareness berdasarkan aspek kesadaran emosional menunjukkan hasil yang signifikan berdasarkan pada kategori usia dengan nilai signifikansi 0,000. Sedangkan aspek penilaian diri akurat tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,407. Hal tersebut menunjukkan bahwa self-awareness dari aspek kesadaran emosional ditinjau berdasarkan usia pengendara yang merokok saat berkendara memiliki rasa bertanggung jawab terhadap diri dan tidak dengan mudah terpengaruh namun berdasarkan aspek penilaian diri akurat ditinjau berdasarkan usia pengendara yang merokok saat berkendara tidak mampu mengidentifikasi standar diri dan tidak memiliki pertimbangan moral.
Title: Self Awareness Perokok saat Berkendara
Description:
Perilaku berkendara sambil merokok tidak sedikit memakan korban bahkan ada yang mengalami kebutaan terkena imbas dari merokok sambil berkendara.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui self-awareness perokok saat berkendara.
Self-awareness merupakan kondisi sadar dengan keadaan diri baik secara fisik maupun dalam memikirkan kemungkinan yang terjadi dari setiap tindakan baik dari diri maupun lingkungannya.
Tidak jarang ditemui perokok dengan sadar merokok dan mengganggu lingkungan sekitar bahkan ada yang merokok sambil berkendara.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif.
Kuantitatif deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan fakta terhadap suatu masalah dan mendapatkan informasi secara luas tentang fenomena dengan menggunakan tahapan-tahapan penelitian kuantitatif.
Responden dalam penelitian ini merupakan pengendara yang berada di Kota Makassar dengan jumlah sebanyak 202 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner.
Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji kruskal-wallis.
Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan bahwa self-awareness pada pengendara yang merokok di Kota Makassar berada pada kategori sedang.
Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa self-awareness berdasarkan aspek kesadaran emosional menunjukkan hasil yang signifikan berdasarkan pada kategori usia dengan nilai signifikansi 0,000.
Sedangkan aspek penilaian diri akurat tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,407.
Hal tersebut menunjukkan bahwa self-awareness dari aspek kesadaran emosional ditinjau berdasarkan usia pengendara yang merokok saat berkendara memiliki rasa bertanggung jawab terhadap diri dan tidak dengan mudah terpengaruh namun berdasarkan aspek penilaian diri akurat ditinjau berdasarkan usia pengendara yang merokok saat berkendara tidak mampu mengidentifikasi standar diri dan tidak memiliki pertimbangan moral.

Related Results

Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic.  Chemical substances in cigarettes can cause cellular c...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya...
Pengetahuan K3 dan Kepatuhan Keselamatan terhadap Perilaku Berkendara Siswa SMA di Padangsidimpuan: Cross-Sectional Study
Pengetahuan K3 dan Kepatuhan Keselamatan terhadap Perilaku Berkendara Siswa SMA di Padangsidimpuan: Cross-Sectional Study
Tingginya penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa SMA meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Rendahnya perilaku berkendara aman pada remaja menunjukkan perlunya ka...
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik. ...
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Rokok merupakan salah satu produk tembakau ataupun sintetisnya yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap ataupun dihirup asapnya. Tembakau membunuh lebih dari 7 juta manusia setiap t...
PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Aktivitas merokok merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kejadian morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Adapun proporsi karyawan perokok cukup tinggi seb...
TES JALAN 6 MENIT UNTUK MENGUKUR KEBUGARAN JASMANI, NADI ISTIRAHAT, DAN NADI EXERCISE PADA MAHASISWA ANESTESIOLOGI PEROKOK DAN NON PEROKOK
TES JALAN 6 MENIT UNTUK MENGUKUR KEBUGARAN JASMANI, NADI ISTIRAHAT, DAN NADI EXERCISE PADA MAHASISWA ANESTESIOLOGI PEROKOK DAN NON PEROKOK
Merokok merupakan perilaku yang dapat membahayakan dan berisiko buruk pada kesehatan apabila di konsumsi pada usia remaja. Merokok juga menyebabkan nadi exercise pada saat latihan ...

Back to Top