Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hermeneutika Filosofis Gadamer dalam Kajian Al-Qur’an: Relevansi bagi Moderasi Beragama di Indonesia

View through CrossRef
Abstract; This article aims to examine the relevance of Hans-Georg Gadamer's Philosophical hermeneutics to the study of the Qur'an, particularly in the context of strengthening religious moderation in Indonesia. Gadamer's hermeneutics, centered on the concept of fusion of horizons between text and reader, offers an interpretive framework that emphasizes dialogue, historical understanding, and openness to meaning. From the perspective of Qur'anic studies, this approach can enrich contemporary interpretation methods by fostering a reflective awareness that interpretation is never separate from the interpreter's social and historical context. Through a qualitative study with a library approach, this research finds that Gadamer's hermeneutical principles of dialogical openness and historical awareness align with the values of religious moderation in Islam, such as tawasuth (the middle path), tasamuh (tolerance), and ta'adul (balance). Thus, the application of philosophical hermeneutics ideas in Qur'anic studies can be an important contribution to the development of a more inclusive, contextual, and moderate interpretation paradigm amidst the plurality of Indonesian society. Keywords: Al-Qur’an; Filosofis; Hermeneutika Gadamer; Moderasi beragama; Tafsir.   Abstrak; Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer terhadap studi Al-Qur’an, khususnya dalam konteks penguatan moderasi beragama di Indonesia. Hermeneutika Gadamer, yang berpusat pada konsep Fusi horizon (fusion of horizons) antara teks dan pembaca, menawarkan kerangka interpretatif yang menekankan dialog, pemahaman historis, dan keterbukaan terhadap makna. Dalam perspektif kajian Al-Qur’an, pendekatan ini dapat memperkaya metode tafsir kontemporer dengan menumbuhkan kesadaran reflektif bahwa penafsiran tidak pernah lepas dari konteks sosial dan historis penafsir. Melalui kajian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa prinsip Hermeneutika Gadamer yakni keterbukaan dialogis dan kesadaran historis sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama dalam Islam, seperti tawasuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), dan ta’adul (keseimbangan). Dengan demikian, penerapan gagasan hermeneutika filosofis dalam kajian Al-Qur’an dapat menjadi kontribusi penting bagi pengembangan paradigma tafsir yang lebih inklusif, kontekstual, dan moderat di tengah pluralitas masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Al-Qur’an; Filosofis; Hermeneutika Gadamer; Moderasi beragama; Tafsir.
Title: Hermeneutika Filosofis Gadamer dalam Kajian Al-Qur’an: Relevansi bagi Moderasi Beragama di Indonesia
Description:
Abstract; This article aims to examine the relevance of Hans-Georg Gadamer's Philosophical hermeneutics to the study of the Qur'an, particularly in the context of strengthening religious moderation in Indonesia.
Gadamer's hermeneutics, centered on the concept of fusion of horizons between text and reader, offers an interpretive framework that emphasizes dialogue, historical understanding, and openness to meaning.
From the perspective of Qur'anic studies, this approach can enrich contemporary interpretation methods by fostering a reflective awareness that interpretation is never separate from the interpreter's social and historical context.
Through a qualitative study with a library approach, this research finds that Gadamer's hermeneutical principles of dialogical openness and historical awareness align with the values of religious moderation in Islam, such as tawasuth (the middle path), tasamuh (tolerance), and ta'adul (balance).
Thus, the application of philosophical hermeneutics ideas in Qur'anic studies can be an important contribution to the development of a more inclusive, contextual, and moderate interpretation paradigm amidst the plurality of Indonesian society.
Keywords: Al-Qur’an; Filosofis; Hermeneutika Gadamer; Moderasi beragama; Tafsir.
  Abstrak; Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer terhadap studi Al-Qur’an, khususnya dalam konteks penguatan moderasi beragama di Indonesia.
Hermeneutika Gadamer, yang berpusat pada konsep Fusi horizon (fusion of horizons) antara teks dan pembaca, menawarkan kerangka interpretatif yang menekankan dialog, pemahaman historis, dan keterbukaan terhadap makna.
Dalam perspektif kajian Al-Qur’an, pendekatan ini dapat memperkaya metode tafsir kontemporer dengan menumbuhkan kesadaran reflektif bahwa penafsiran tidak pernah lepas dari konteks sosial dan historis penafsir.
Melalui kajian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa prinsip Hermeneutika Gadamer yakni keterbukaan dialogis dan kesadaran historis sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama dalam Islam, seperti tawasuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), dan ta’adul (keseimbangan).
Dengan demikian, penerapan gagasan hermeneutika filosofis dalam kajian Al-Qur’an dapat menjadi kontribusi penting bagi pengembangan paradigma tafsir yang lebih inklusif, kontekstual, dan moderat di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.
Kata Kunci: Al-Qur’an; Filosofis; Hermeneutika Gadamer; Moderasi beragama; Tafsir.

Related Results

Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
Moderasi beragama digambarkan sebagai upaya untuk mengikuti dan mempertahankan prinsip-prinsip agama, mengubahnya menjadi cara hidup dan karakter, sehingga moderasi beragama dapat ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
Moderasi beragama dewasa ini perlu ditumbuhkan sehingga menjadi sikap yang melekat di masyarakat Indonesia. Sebagai penggerak moderasi beragama, pegawai BDK Denpasar sudah semestin...
Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital
Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital
Pada hakikatnya, moderasi beragama adalah pendekatan atau sikap yang menekankan pemahaman, toleransi, dan keseimbangan dalam menjalankan praktik keagamaan. Secara etimologi, modera...
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan strategi dan implementasi kebijakan moderasi beragama di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskr...
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muara...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...

Back to Top