Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Ketebalan MulsaOrganik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) TerhadapKandungan NDF Dan ADF Serta KecernaanIn Vitro Bahan Kering dan Bahan OrganikRumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) Panen Ke-3

View through CrossRef
Selain menentukan kecernaan in vitro bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) dari rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) yang dipanen untuk ketiga kalinya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap kandungan Serat Detergen Netral (NDF) dan Serat Detergen Asam (ADF). Menggunakan pendekatan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan empat perlakuanyaitu: M0=tanpa mulsa (perlakuan kontrol), M=ketebalan mulsa 1cm (520 gram/0,5625 ), M3=ketebalanmulsa 3 cm (1560 gram/0,5625 ), M5=ketebalan mulsa 5cm (2600gram/0,5625 ) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 16 unitpercobaan. Variabel yang diteliti adalah kandungan NDF dan ADF serta KcBK dan KcBO in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan NDF (%) M0:71,714, M1:75,741, M3:76, 843, M5:75,631, ADF (%) M0:38,964, M1:40,372, M3:40,051, M5:40,032, KcBK (%) M0:53,435, M1:54,482, M3:54,551, M5:51,446 dan KcBO (%) M0:51,575, M1:52,136, M3:51,674, M5:48,733. Hasil Sidik Ragam menunjukkan bahwa ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan NDF tetapi tidak berpengaruh nyata(P>0,05) terhadap kandungan ADF, KcBK dan KcBO in vitrorumput Mulato (Brachiaria hybridcv. Mulato) panenketiga. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) dengan ketebalan 3 cm memberikan kandungan NDF tertinggi rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) pada panen ke-3.
Title: Pengaruh Ketebalan MulsaOrganik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) TerhadapKandungan NDF Dan ADF Serta KecernaanIn Vitro Bahan Kering dan Bahan OrganikRumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) Panen Ke-3
Description:
Selain menentukan kecernaan in vitro bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) dari rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv.
Mulato) yang dipanen untuk ketiga kalinya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap kandungan Serat Detergen Netral (NDF) dan Serat Detergen Asam (ADF).
Menggunakan pendekatan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan empat perlakuanyaitu: M0=tanpa mulsa (perlakuan kontrol), M=ketebalan mulsa 1cm (520 gram/0,5625 ), M3=ketebalanmulsa 3 cm (1560 gram/0,5625 ), M5=ketebalan mulsa 5cm (2600gram/0,5625 ) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 16 unitpercobaan.
Variabel yang diteliti adalah kandungan NDF dan ADF serta KcBK dan KcBO in vitro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan NDF (%) M0:71,714, M1:75,741, M3:76, 843, M5:75,631, ADF (%) M0:38,964, M1:40,372, M3:40,051, M5:40,032, KcBK (%) M0:53,435, M1:54,482, M3:54,551, M5:51,446 dan KcBO (%) M0:51,575, M1:52,136, M3:51,674, M5:48,733.
Hasil Sidik Ragam menunjukkan bahwa ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan NDF tetapi tidak berpengaruh nyata(P>0,05) terhadap kandungan ADF, KcBK dan KcBO in vitrorumput Mulato (Brachiaria hybridcv.
Mulato) panenketiga.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) dengan ketebalan 3 cm memberikan kandungan NDF tertinggi rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv.
Mulato) pada panen ke-3.

Related Results

Gut Microbiota Related to Fiber Digestibility were Identified by Variation of Apparent Fiber Digestibility in Chinese Suhuai pig
Gut Microbiota Related to Fiber Digestibility were Identified by Variation of Apparent Fiber Digestibility in Chinese Suhuai pig
Abstract Background: Dietary fiber plays an important role in porcine gut health and welfare. Fiber mainly degraded by the gut microbiota, whereas most gut microbiota relat...
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap pertumbuhan rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato. Materi yang digu...
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena Odorata) terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Brachiaria Hybrid Cv. Mulato Panen Ke-3
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena Odorata) terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Brachiaria Hybrid Cv. Mulato Panen Ke-3
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organic kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK) dan kandungan ...
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Studi ini untuk melihat apakah ketebalan mulsa organik kirinyuh berdampak pada kadar protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan lemak kasar (LK) rumput mulato. Metode eksperimental ...

Back to Top