Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Produksi Bahan Kering dan Bahan Organik Brachiria Hybrid cv. Mulato Panen Ketiga
View through CrossRef
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui pangaruh ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap produksi bahan segar, bahan kering dan bahan organik rumput Brachiaria Hybrid cv. Mulato panen ketiga. Penelitian mengguanakan metode eksprimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 4 jenis perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 unit sampel. Perlakuan M0 = tanpa mulsa, M1 = ketebalan 1 cm atau berat 60 gram/polybag, M2 = ketebalan 3 cm atau berat 180 gram/polybag, M3 = ketebalan 5 cm atau berat 300 gram/polybag. Variabel yang diteliti yaitu produksi bahan segar dan bahan kering serta bahan organik. Hasil sidik ragam menampilkan jika perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) pada produksi bahan segar dan bahan kering namun memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0.05) pada produksi bahan organik. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) mampu meningkatkan produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik rumput Brachiaria Hybrid cv. Mulato pada panen ke-tiga, serta pada perlakuan M3 dengan ketebalan 5 cm menghasilkan produksi bahan segar (0,69±0,1), bahan kering (92,16±0,37) dan bahan organik (80,76±0,67%) tertinggi pada setiap variabel yang diteliti.
A study has been conducted at the Archipelago Dry Land Integrated Field Laboratory, Nusa Cendana University. The purpose of this study was to determine the effect of Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) organic mulch thickness on the production of fresh matter, dry matter and organic matter of Brachiaria Hybrid cv. Mulato the third harvest. The study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) which was divided into 4 types of treatment and 4 replications so that there were 16 sample units. Treatment M0 = without mulch, M1 = thickness of 1 cm or weight of 60 grams/polybag, M2 = thickness of 3 cm or weight of 180 grams/polybag, M3 = thickness of 5 cm or weight of 300 grams/polybag. The variables studied were the production of fresh and dry matter and organic matter. The results of the variance showed that the treatment had a very significant effect (P<0.01) on the production of fresh and dry matter but had an insignificant effect (P>0.05) on the production of organic matter. From the results of this study, it was concluded that the thickness of Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) organic mulch was able to increase the production of fresh matter, dry matter, and organic matter of Brachiaria Hybrid cv. Mulato on the third harvest, as well as the M3 treatment with a thickness of 5 cm resulted in the production of fresh material (0.69±0.1), dry matter (92.16±0.37) and organic matter (80.76±0.67 %) was highest in each of the variables studied.
Perpustakaan Universitas Nusa Cendana
Title: Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Produksi Bahan Kering dan Bahan Organik Brachiria Hybrid cv. Mulato Panen Ketiga
Description:
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan, Universitas Nusa Cendana.
Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui pangaruh ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap produksi bahan segar, bahan kering dan bahan organik rumput Brachiaria Hybrid cv.
Mulato panen ketiga.
Penelitian mengguanakan metode eksprimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 4 jenis perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 unit sampel.
Perlakuan M0 = tanpa mulsa, M1 = ketebalan 1 cm atau berat 60 gram/polybag, M2 = ketebalan 3 cm atau berat 180 gram/polybag, M3 = ketebalan 5 cm atau berat 300 gram/polybag.
Variabel yang diteliti yaitu produksi bahan segar dan bahan kering serta bahan organik.
Hasil sidik ragam menampilkan jika perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.
01) pada produksi bahan segar dan bahan kering namun memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0.
05) pada produksi bahan organik.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) mampu meningkatkan produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik rumput Brachiaria Hybrid cv.
Mulato pada panen ke-tiga, serta pada perlakuan M3 dengan ketebalan 5 cm menghasilkan produksi bahan segar (0,69±0,1), bahan kering (92,16±0,37) dan bahan organik (80,76±0,67%) tertinggi pada setiap variabel yang diteliti.
A study has been conducted at the Archipelago Dry Land Integrated Field Laboratory, Nusa Cendana University.
The purpose of this study was to determine the effect of Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) organic mulch thickness on the production of fresh matter, dry matter and organic matter of Brachiaria Hybrid cv.
Mulato the third harvest.
The study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) which was divided into 4 types of treatment and 4 replications so that there were 16 sample units.
Treatment M0 = without mulch, M1 = thickness of 1 cm or weight of 60 grams/polybag, M2 = thickness of 3 cm or weight of 180 grams/polybag, M3 = thickness of 5 cm or weight of 300 grams/polybag.
The variables studied were the production of fresh and dry matter and organic matter.
The results of the variance showed that the treatment had a very significant effect (P<0.
01) on the production of fresh and dry matter but had an insignificant effect (P>0.
05) on the production of organic matter.
From the results of this study, it was concluded that the thickness of Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) organic mulch was able to increase the production of fresh matter, dry matter, and organic matter of Brachiaria Hybrid cv.
Mulato on the third harvest, as well as the M3 treatment with a thickness of 5 cm resulted in the production of fresh material (0.
69±0.
1), dry matter (92.
16±0.
37) and organic matter (80.
76±0.
67 %) was highest in each of the variables studied.
.
Related Results
Pengaruh Ketebalan MulsaOrganik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) TerhadapKandungan NDF Dan ADF Serta KecernaanIn Vitro Bahan Kering dan Bahan OrganikRumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) Panen Ke-3
Pengaruh Ketebalan MulsaOrganik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) TerhadapKandungan NDF Dan ADF Serta KecernaanIn Vitro Bahan Kering dan Bahan OrganikRumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) Panen Ke-3
Selain menentukan kecernaan in vitro bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) dari rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) yang dipanen untuk ketiga kalinya, penelitian in...
PENGARUH KETEBALAN MULSA ORGANIK KI RINYUH (Chromolaena odorata) TERHADAP PRODUKSI BAHAN SEGAR, BAHAN KERING, DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT MULATO (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
PENGARUH KETEBALAN MULSA ORGANIK KI RINYUH (Chromolaena odorata) TERHADAP PRODUKSI BAHAN SEGAR, BAHAN KERING, DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT MULATO (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik rumput Mulato ...
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena Odorata) terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Brachiaria Hybrid Cv. Mulato Panen Ke-3
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena Odorata) terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Brachiaria Hybrid Cv. Mulato Panen Ke-3
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organic kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK) dan kandungan ...
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap pertumbuhan rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato. Materi yang digu...
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Studi ini untuk melihat apakah ketebalan mulsa organik kirinyuh berdampak pada kadar protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan lemak kasar (LK) rumput mulato. Metode eksperimental ...
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba
Abstrak. Penggunaan mulsa dapat mengurangi persaingan antara gulma dan tanaman utama dalam memperoleh air, unsur hara dan cahaya serta menjaga kelembaban dari evaporasi. Dengan ada...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengaruh Pemberian Mulsa dan Irigasi pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. agregatum)
Pengaruh Pemberian Mulsa dan Irigasi pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. agregatum)
Ketersediaan air untuk tanaman dapat dipertahankan dengan pemberian irigasi dan penggunaan mulsa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan volume irigasi pada berbagai jenis muls...

