Javascript must be enabled to continue!
Eksplorasi Hubungan Simbiotik antara Diplomasi Angkatan Laut dan Keamanan Maritim: Sebuah Tinjauan Interdisipliner
View through CrossRef
The naval diplomacy is an important instrument in foreign policy to maintain maritime security and protect national interests at sea. This problematic focuses on actual matters that influence the behavior of other countries through naval presence, actions and communications. Maritime security includes protection against non-traditional threats such as piracy, terrorism, smuggling, as well as enforcement of maritime law and international agreements. Cooperation between countries in naval diplomacy is very important to overcome cross-border maritime security threats. Cooperation mechanisms include joint military exercises, intelligence information sharing, and maritime law enforcement. The navy plays an important role in ensuring maritime security through security patrols, search and rescue operations, and diplomatic support. In the context of maritime security, naval diplomacy emphasizes the importance of cooperation between countries and the efforts made by navies to counter threats at sea. This cooperation includes joint military exercises, sharing intelligence information, and maritime law enforcement. Therefore, this is an effective instrument in maintaining maritime security and stability in the world's maritime strategic areas. The research methodology used includes a literature review accompanied by a survey to collect qualitative data on perceptions and related practices. It is hoped that this research can provide alternative actual decisions on how to identify opportunities and challenges faced in the sea sector in facing increasingly complex and dynamic maritime threats, as well as provide relevant recommendations for policy makers and practitioners.
Diplomasi angkatan laut sebagai instrumen penting dalam kebijakan luar negeri untuk menjaga keamanan maritim dan melindungi kepentingan nasional di laut. Problematika ini berfokus pada hal-hal aktual yang mempengaruhi perilaku negara lain melalui kehadiran, tindakan, dan komunikasi angkatan laut. Keamanan maritim mencakup perlindungan terhadap ancaman non-tradisional seperti pembajakan, terorisme, penyelundupan, serta penegakan hukum maritim dan perjanjian internasional. Kerja sama antar negara dalam diplomasi angkatan laut sangat penting untuk mengatasi ancaman keamanan maritim lintas batas. Mekanisme kerja sama termasuk latihan militer bersama, berbagi informasi intelijen, dan penegakan hukum maritim. Angkatan laut memainkan peran penting dalam memastikan keamanan maritim melalui patroli keamanan, operasi pencarian dan penyelamatan, dan dukungan diplomatik. Dalam konteks keamanan maritim, diplomasi angkatan laut menekankan pentingnya kerjasama antar negara dan upaya yang dilakukan angkatan laut untuk melawan ancaman di laut. Kerja sama ini meliputi latihan militer bersama, berbagi informasi intelijen, dan penegakan hukum maritim. Oleh karena itu, hal ini menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga keamanan dan stabilitas maritim di kawasan strategis maritim dunia. Metodologi penelitian yang digunakan meliputi tinjauan pustaka disertai survei untuk mengumpulkan data kualitatif pada persepsi dan praktik terkait. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif keputusan aktual tentang bagaimana mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi di matra laut dalam menghadapi ancaman maritim yang semakin kompleks dan dinamis, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pembuat kebijakan dan praktisi.
Politeknik Angkatan Laut
Title: Eksplorasi Hubungan Simbiotik antara Diplomasi Angkatan Laut dan Keamanan Maritim: Sebuah Tinjauan Interdisipliner
Description:
The naval diplomacy is an important instrument in foreign policy to maintain maritime security and protect national interests at sea.
This problematic focuses on actual matters that influence the behavior of other countries through naval presence, actions and communications.
Maritime security includes protection against non-traditional threats such as piracy, terrorism, smuggling, as well as enforcement of maritime law and international agreements.
Cooperation between countries in naval diplomacy is very important to overcome cross-border maritime security threats.
Cooperation mechanisms include joint military exercises, intelligence information sharing, and maritime law enforcement.
The navy plays an important role in ensuring maritime security through security patrols, search and rescue operations, and diplomatic support.
In the context of maritime security, naval diplomacy emphasizes the importance of cooperation between countries and the efforts made by navies to counter threats at sea.
This cooperation includes joint military exercises, sharing intelligence information, and maritime law enforcement.
Therefore, this is an effective instrument in maintaining maritime security and stability in the world's maritime strategic areas.
The research methodology used includes a literature review accompanied by a survey to collect qualitative data on perceptions and related practices.
It is hoped that this research can provide alternative actual decisions on how to identify opportunities and challenges faced in the sea sector in facing increasingly complex and dynamic maritime threats, as well as provide relevant recommendations for policy makers and practitioners.
Diplomasi angkatan laut sebagai instrumen penting dalam kebijakan luar negeri untuk menjaga keamanan maritim dan melindungi kepentingan nasional di laut.
Problematika ini berfokus pada hal-hal aktual yang mempengaruhi perilaku negara lain melalui kehadiran, tindakan, dan komunikasi angkatan laut.
Keamanan maritim mencakup perlindungan terhadap ancaman non-tradisional seperti pembajakan, terorisme, penyelundupan, serta penegakan hukum maritim dan perjanjian internasional.
Kerja sama antar negara dalam diplomasi angkatan laut sangat penting untuk mengatasi ancaman keamanan maritim lintas batas.
Mekanisme kerja sama termasuk latihan militer bersama, berbagi informasi intelijen, dan penegakan hukum maritim.
Angkatan laut memainkan peran penting dalam memastikan keamanan maritim melalui patroli keamanan, operasi pencarian dan penyelamatan, dan dukungan diplomatik.
Dalam konteks keamanan maritim, diplomasi angkatan laut menekankan pentingnya kerjasama antar negara dan upaya yang dilakukan angkatan laut untuk melawan ancaman di laut.
Kerja sama ini meliputi latihan militer bersama, berbagi informasi intelijen, dan penegakan hukum maritim.
Oleh karena itu, hal ini menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga keamanan dan stabilitas maritim di kawasan strategis maritim dunia.
Metodologi penelitian yang digunakan meliputi tinjauan pustaka disertai survei untuk mengumpulkan data kualitatif pada persepsi dan praktik terkait.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif keputusan aktual tentang bagaimana mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi di matra laut dalam menghadapi ancaman maritim yang semakin kompleks dan dinamis, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pembuat kebijakan dan praktisi.
Related Results
Analisis Diplomasi Pertahanan Negara Dalam Pandangan Chanakya (Studi Teks Arthashastra Sebagai Dasar Strategi Diplomasi Pertahanan)
Analisis Diplomasi Pertahanan Negara Dalam Pandangan Chanakya (Studi Teks Arthashastra Sebagai Dasar Strategi Diplomasi Pertahanan)
Abstrak -- Diplomasi pertahanan merupakan kajian baru dalam ilmu HI, utamanya diplomasi. Hal ini membuat kajian-kajian yang berkembang dalam diplomasi pertahanan masih minim dan di...
Diplomasi Pertahanan dan Diplomasi Hak Asasi Manusia Sebagai Penanggulangan Perdagangan Manusia (Studi Industri Perikanan Indonesia)
Diplomasi Pertahanan dan Diplomasi Hak Asasi Manusia Sebagai Penanggulangan Perdagangan Manusia (Studi Industri Perikanan Indonesia)
Abstrak - Penelitian ini membahas tentang diplomasi pertahanan dan diplomasi HAM yang dilakukan Indonesia sebagai penanggulangan kejahatan perdagangan manusia, khususnya di industr...
MELIHAT KEAMANAN MARITIM INDONESIA DARI IDE POROS MARITIM
MELIHAT KEAMANAN MARITIM INDONESIA DARI IDE POROS MARITIM
Ide Poros Maritim Dunia yang sudah dijalankan oleh pemerintah Indonesia selama dua tahun pada kenyataanya belum menaungi aspek keamanan maritim sebagai prioritas dimana hal tersebu...
REPOSISI KEWENANGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA DALAM PENGATURAN TERKAIT PERTAHANAN KEAMANAN KEMARITIMAN NASIONAL
REPOSISI KEWENANGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA DALAM PENGATURAN TERKAIT PERTAHANAN KEAMANAN KEMARITIMAN NASIONAL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana posisi kewenangan antar lembaga negara dalam pengaturan terkait pertahanan keamanan kemaritiman nasional dan bagaiman...
Penguatan Keamanan Maritim Indonesia : Memahami Ancaman Keamanan Maritim dan Rekonstruksi Kemaritiman Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia
Penguatan Keamanan Maritim Indonesia : Memahami Ancaman Keamanan Maritim dan Rekonstruksi Kemaritiman Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia
Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mengeluarkan sebuah doktrin bahwa Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia ...
Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia
Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia
Abstrak – Sebagai negara yang memiliki wilayah kelautan atau kemaritiman yang besar, Indonesia sudah sewajarnya mampu memaksimalkan pemanfaatan potensi tersebut demi kemajuan bersa...
DIPLOMASI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN DARI DIPLOMASI TOTAL RI
DIPLOMASI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN DARI DIPLOMASI TOTAL RI
<p>Diplomasi pertahanan merupakan bagian dari diplomasi total RI. Dalam konteks ini, dimaknai sebagai sistem pertahanan negara yang dilakukan secara dini oleh pemerintah dan ...
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke-21, dimana Tiongkok, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara tak langsung. Adapun 3 (...

