Javascript must be enabled to continue!
Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia
View through CrossRef
Abstrak – Sebagai negara yang memiliki wilayah kelautan atau kemaritiman yang besar, Indonesia sudah sewajarnya mampu memaksimalkan pemanfaatan potensi tersebut demi kemajuan bersama. Pada faktanya, Indonesia belum mampu secara maksimal untuk memanfaatkan potensi tersebut, dengan sebab satu diantaranya yakni masih lemahnya sektor pertahanan dalam bidang maritim. Dalam prosesnya, muncul upaya memajukan Indonesia utamanya melalui sektor maritim dengan adanya pencanangan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia pada tahun 2014 oleh Presiden Joko Widodo. Dengan latar belakang tersebut, pada akhirnya penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis upaya diplomasi pertahanan yang dilakukan Indonesia dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia. Selanjutnya, dengan ruang lingkup periode tahun 2014-2017, penelitian ini berfokus kepada pembangunan sarana diplomasi pertahanan dan cara diplomasi pertahanan Indonesia yang dilakukan dengan merujuk pada bingkai teori yang relevan untuk digunakan. Penelitian ini disusun menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana yang dibangun demi mendukung diplomasi pertahanan adalah dengan kerjasama dengan negara-negara mitra dan pembangunan postur pertahanan negara. Cara yang digunakan dalam diplomasi pertahanan Indonesia adalah dengan meningkatkan peran aktif dalam forum atau organisasi mulai taraf regional hingga internasional. Dua aspek atau unsur tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia utamanya dalam pencapaian pilar nomor dua, yakni pertahanan, keamanan, penegakkan hukum, dan keselamatan laut.Kata Kunci : Diplomasi Pertahanan, Kebijakan Kelautan Indonesia, Poros Maritim Dunia Abstract – Having such enormous and strategic nautical-territory, Indonesia ought to draw upon such potential for the national development. Nevertheless, Indonesia has not yet been able to exert the resources, as a consequence of the lack in maritime security and defense. Given to the circumstances, an effort to advance Indonesia primarily in the maritime sector had been taken place as in 2014 President Joko Widodo legitimately declare the national vision to become Global Maritime Fulcrum. Build upon the case, this research aims to analyze the efforts made by Indonesian government in assisting the realization of Global Maritime Fulcrum through Defense Diplomacy. Furthermore, this writing attempts to disclose the development of defense diplomacy’s instruments and how the government made use of those. In order to reveal this case, various aspects of Indonesia’s defense diplomacy that had been occured within 2014 – 2017 will be examined with the relevant theoritical frameworks. This research was arranged using descriptive analysis with qualitative approach. Supporting data is obtained through interviews, document, and literature study. The results shows that the defense diplomacy’s intruments was built upon series of international cooperations and the development of state’s defense posture itself. Therewith, Indonesian government undertake the defense diplomacy efforts by playing an active role in forums or organizations from regional to international levels. These two aspects eventually have a prime significance in shaping Indonesia as the Global Maritime Fulcrum, especially in the achievement of defense, security, law enforcement, and marine safety.Keywords: Defense Diplomacy, Global Maritime Fulcrum, Indonesia’s Maritime Policy
Indonesia Defense University
Title: Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mewujudkan Poros Maritim Dunia
Description:
Abstrak – Sebagai negara yang memiliki wilayah kelautan atau kemaritiman yang besar, Indonesia sudah sewajarnya mampu memaksimalkan pemanfaatan potensi tersebut demi kemajuan bersama.
Pada faktanya, Indonesia belum mampu secara maksimal untuk memanfaatkan potensi tersebut, dengan sebab satu diantaranya yakni masih lemahnya sektor pertahanan dalam bidang maritim.
Dalam prosesnya, muncul upaya memajukan Indonesia utamanya melalui sektor maritim dengan adanya pencanangan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia pada tahun 2014 oleh Presiden Joko Widodo.
Dengan latar belakang tersebut, pada akhirnya penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis upaya diplomasi pertahanan yang dilakukan Indonesia dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia.
Selanjutnya, dengan ruang lingkup periode tahun 2014-2017, penelitian ini berfokus kepada pembangunan sarana diplomasi pertahanan dan cara diplomasi pertahanan Indonesia yang dilakukan dengan merujuk pada bingkai teori yang relevan untuk digunakan.
Penelitian ini disusun menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana yang dibangun demi mendukung diplomasi pertahanan adalah dengan kerjasama dengan negara-negara mitra dan pembangunan postur pertahanan negara.
Cara yang digunakan dalam diplomasi pertahanan Indonesia adalah dengan meningkatkan peran aktif dalam forum atau organisasi mulai taraf regional hingga internasional.
Dua aspek atau unsur tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia utamanya dalam pencapaian pilar nomor dua, yakni pertahanan, keamanan, penegakkan hukum, dan keselamatan laut.
Kata Kunci : Diplomasi Pertahanan, Kebijakan Kelautan Indonesia, Poros Maritim Dunia Abstract – Having such enormous and strategic nautical-territory, Indonesia ought to draw upon such potential for the national development.
Nevertheless, Indonesia has not yet been able to exert the resources, as a consequence of the lack in maritime security and defense.
Given to the circumstances, an effort to advance Indonesia primarily in the maritime sector had been taken place as in 2014 President Joko Widodo legitimately declare the national vision to become Global Maritime Fulcrum.
Build upon the case, this research aims to analyze the efforts made by Indonesian government in assisting the realization of Global Maritime Fulcrum through Defense Diplomacy.
Furthermore, this writing attempts to disclose the development of defense diplomacy’s instruments and how the government made use of those.
In order to reveal this case, various aspects of Indonesia’s defense diplomacy that had been occured within 2014 – 2017 will be examined with the relevant theoritical frameworks.
This research was arranged using descriptive analysis with qualitative approach.
Supporting data is obtained through interviews, document, and literature study.
The results shows that the defense diplomacy’s intruments was built upon series of international cooperations and the development of state’s defense posture itself.
Therewith, Indonesian government undertake the defense diplomacy efforts by playing an active role in forums or organizations from regional to international levels.
These two aspects eventually have a prime significance in shaping Indonesia as the Global Maritime Fulcrum, especially in the achievement of defense, security, law enforcement, and marine safety.
Keywords: Defense Diplomacy, Global Maritime Fulcrum, Indonesia’s Maritime Policy.
Related Results
Analisis Diplomasi Pertahanan Negara Dalam Pandangan Chanakya (Studi Teks Arthashastra Sebagai Dasar Strategi Diplomasi Pertahanan)
Analisis Diplomasi Pertahanan Negara Dalam Pandangan Chanakya (Studi Teks Arthashastra Sebagai Dasar Strategi Diplomasi Pertahanan)
Abstrak -- Diplomasi pertahanan merupakan kajian baru dalam ilmu HI, utamanya diplomasi. Hal ini membuat kajian-kajian yang berkembang dalam diplomasi pertahanan masih minim dan di...
DIPLOMASI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN DARI DIPLOMASI TOTAL RI
DIPLOMASI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN DARI DIPLOMASI TOTAL RI
<p>Diplomasi pertahanan merupakan bagian dari diplomasi total RI. Dalam konteks ini, dimaknai sebagai sistem pertahanan negara yang dilakukan secara dini oleh pemerintah dan ...
Diplomasi Pertahanan dan Diplomasi Hak Asasi Manusia Sebagai Penanggulangan Perdagangan Manusia (Studi Industri Perikanan Indonesia)
Diplomasi Pertahanan dan Diplomasi Hak Asasi Manusia Sebagai Penanggulangan Perdagangan Manusia (Studi Industri Perikanan Indonesia)
Abstrak - Penelitian ini membahas tentang diplomasi pertahanan dan diplomasi HAM yang dilakukan Indonesia sebagai penanggulangan kejahatan perdagangan manusia, khususnya di industr...
Implementasi Poros Maritim dalam Prespektif Kebijakan
Implementasi Poros Maritim dalam Prespektif Kebijakan
Poros maritim kini semakin populer dan menarik perhatian banyak pihak, tidak terkecuali media massa yang juga kerap memunculkan istilah tersebut dalam pemberitaannya dalam waktu-wa...
PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM MENGATASI TANTANGAN DI BIDANG PERTAHANAN
PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM MENGATASI TANTANGAN DI BIDANG PERTAHANAN
<p>Terdapat berbagai tantangan yang masih muncul dalam bidang pertahanan Indonesia. Tantangan-tantangan tersebut mencakup masalah-masalah perbatasan dengan beberapa negara te...
REPOSISI KEWENANGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA DALAM PENGATURAN TERKAIT PERTAHANAN KEAMANAN KEMARITIMAN NASIONAL
REPOSISI KEWENANGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA DALAM PENGATURAN TERKAIT PERTAHANAN KEAMANAN KEMARITIMAN NASIONAL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana posisi kewenangan antar lembaga negara dalam pengaturan terkait pertahanan keamanan kemaritiman nasional dan bagaiman...
Perancangan Poros Turbin 5 Mw untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
Perancangan Poros Turbin 5 Mw untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
Poros turbin merupakan komponen utama turbin uap pada pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berperan untuk mentransmisikan daya atau torsi ke poros generator yang terhubung pad...
MELIHAT KEAMANAN MARITIM INDONESIA DARI IDE POROS MARITIM
MELIHAT KEAMANAN MARITIM INDONESIA DARI IDE POROS MARITIM
Ide Poros Maritim Dunia yang sudah dijalankan oleh pemerintah Indonesia selama dua tahun pada kenyataanya belum menaungi aspek keamanan maritim sebagai prioritas dimana hal tersebu...

