Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Kinerja Simpang (Studi Kasus : Simpang Polsek Sukarame)

View through CrossRef
Simpang Polsek Sukarame merupakan persimpangan yang berada dekat dengan kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan pintu keluar gerbang tol Trans Sumatera. Meningkatnya volume kendaraan lalu lintas di Bandar Lampung serta pengembangan wilayah komersial di sekitar simpang dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas sehingga dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi untuk menentukan kelayakan kinerja Simpang Polsek Sukarame. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang pada tahun 2020 dengan perencanaan alternatif perbaikan kinerja. Perbaikan kinerja simpang yang direncanakan bersifat sebidang. Acuan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah PKJI 2014. Penelitian menggunakan data primer (data kondisi lingkungan dan data geometri simpang) dan data sekunder (data arus lalu lintas simpang). Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung, sedangkan data sekunder berasal dari data seorang peneliti terdahulu. Berdasarkan hasil evaluasi, Simpang Polsek Sukarame pada tahun 2020 masih layak beroperasi menurut PKJI 2014 karena diperoleh nilai DJ < 0,85. Derajat kejenuhan diprediksi akan melebihi 0,85 pada tahun 2033 sehingga diperlukan perbaikan kinerja yang bersifat sebidang. Secara umum, perbaikan kinerja sebidang yang direncanakan antara lain perencanaan pelebaran pendekat, bundaran, dan simpang APILL. Skema pelebaran pendekat paling optimum adalah skema kombinasi dengan lebar pada pendekat Ryacudu 10,00 m; Airan sebesar 8,00 m; Senopati sebesar 6,00 m; dan Suhaimi sebesar 10,00 m. Perencanaan bundaran membutuhkan diameter bundaran minimum sebesar 30 m. Disarankan menggunakan simpang APILL pengaturan 3 fase dengan pelebaran pendekat. W aktu siklus antara 51-100 detik. Derajat kejenuhan maksimum 0,40 dan tundaan rata-rata simpang maksimum 6,25 det/skr sehingga menghasilkan indakator tingkat layanan antara indikator A dan B. Ketiga perencanaan tersebut membutuhkan pembebasan lahan yang cukup untuk memfasilitasi pelaksanaan perencanaan-perencanaan tersebut.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Evaluasi Kinerja Simpang (Studi Kasus : Simpang Polsek Sukarame)
Description:
Simpang Polsek Sukarame merupakan persimpangan yang berada dekat dengan kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan pintu keluar gerbang tol Trans Sumatera.
Meningkatnya volume kendaraan lalu lintas di Bandar Lampung serta pengembangan wilayah komersial di sekitar simpang dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas sehingga dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi untuk menentukan kelayakan kinerja Simpang Polsek Sukarame.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang pada tahun 2020 dengan perencanaan alternatif perbaikan kinerja.
Perbaikan kinerja simpang yang direncanakan bersifat sebidang.
Acuan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah PKJI 2014.
Penelitian menggunakan data primer (data kondisi lingkungan dan data geometri simpang) dan data sekunder (data arus lalu lintas simpang).
Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung, sedangkan data sekunder berasal dari data seorang peneliti terdahulu.
Berdasarkan hasil evaluasi, Simpang Polsek Sukarame pada tahun 2020 masih layak beroperasi menurut PKJI 2014 karena diperoleh nilai DJ < 0,85.
Derajat kejenuhan diprediksi akan melebihi 0,85 pada tahun 2033 sehingga diperlukan perbaikan kinerja yang bersifat sebidang.
Secara umum, perbaikan kinerja sebidang yang direncanakan antara lain perencanaan pelebaran pendekat, bundaran, dan simpang APILL.
Skema pelebaran pendekat paling optimum adalah skema kombinasi dengan lebar pada pendekat Ryacudu 10,00 m; Airan sebesar 8,00 m; Senopati sebesar 6,00 m; dan Suhaimi sebesar 10,00 m.
Perencanaan bundaran membutuhkan diameter bundaran minimum sebesar 30 m.
Disarankan menggunakan simpang APILL pengaturan 3 fase dengan pelebaran pendekat.
W aktu siklus antara 51-100 detik.
Derajat kejenuhan maksimum 0,40 dan tundaan rata-rata simpang maksimum 6,25 det/skr sehingga menghasilkan indakator tingkat layanan antara indikator A dan B.
Ketiga perencanaan tersebut membutuhkan pembebasan lahan yang cukup untuk memfasilitasi pelaksanaan perencanaan-perencanaan tersebut.

Related Results

Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu-Lintas Dengan Metode PKJI 2014
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu-Lintas Dengan Metode PKJI 2014
Simpang Purwosari – Ngambon merupakan simpang tiga tak bersinyal.Volume lalu lintas yang melewati simpang ini cukup padat dan bervariasi pada tiap lengan sehingga menyebabkan kemac...
Analisa Simpang Berdasarkan Kondisi Lingkungan Yang Menyebabkan Antrian Panjang
Analisa Simpang Berdasarkan Kondisi Lingkungan Yang Menyebabkan Antrian Panjang
Dengan pesatnya perkembangan Kota Surabaya sebagai kota metropokitan khususnya di daerah-daerah pusat kegiatan, banyak dirasakan olehbanyak pengguna jalan yang selalu terjadi kemac...
OPTIMASI SIMPANG BERSINYAL JALAN MERDEKA KOTA LHOKSEUMAWE
OPTIMASI SIMPANG BERSINYAL JALAN MERDEKA KOTA LHOKSEUMAWE
Optimasi simpang bersinyal dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja suatu jaringan jalan khususnya pada persimpangan bersinyal. Salah satu bentuk optimasi adalah melakukan sinkroni...
Penegakan Hukum terhadap Pengguna Sepeda Listrik di Wilayah Polsek Geneng
Penegakan Hukum terhadap Pengguna Sepeda Listrik di Wilayah Polsek Geneng
Penggunaan sepeda listrik semakin meningkat sebagai transportasi ramah lingkungan. Namun, di wilayah Polsek Geneng masih banyak pelanggaran seperti tidak memakai helm, tidak sesuai...
ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI LUAR DAN DI DALAM RUANGAN PADA KAWASAN SIMPANG LIMA SUNSET ROAD
ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI LUAR DAN DI DALAM RUANGAN PADA KAWASAN SIMPANG LIMA SUNSET ROAD
Kebisingan karena lalu lintas pada daerah perkotaan di Bali menyebabkan terganggunya masyarakat sekitar dan pada sektor pariwisata. Kawasan Simpang Lima Sunset Road menjadi salah s...
ANALISIS KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG WIROBRAJAN DAN SIMPANG NGABEAN YOGYAKARTA
ANALISIS KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG WIROBRAJAN DAN SIMPANG NGABEAN YOGYAKARTA
Banyaknya persimpangan di kota besar seperti Yogyakarta terlebih pada simpang dengan jarak yang terlalu dekat seperti pada Simpang Wirobrajan dan Simpang Ngabean, membuat kendaraan...

Back to Top