Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pemodelan Hidrologi Dan Hidraulika Sistem Drainase Menggunakan SWMM
View through CrossRef
Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem drainase di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang sering mengalami genangan akibat keterbatasan kapasitas saluran. Tujuan utamanya adalah menilai efektivitas sistem drainase eksisting dan merumuskan alternatif perbaikan melalui pemodelan menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) versi 5.2. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif berbasis studi kasus dengan data curah hujan 10 tahun, topografi, dan kondisi saluran. Analisis hidrologi menghasilkan curah hujan rencana kala ulang 5-10 tahun dan intensitas maksimum 23,96 mm/jam. Hasil simulasi SWMM menunjukkan sebagian segmen saluran hanya mampu menampung 85% kapasitas penuh, dengan potensi luapan pada segmen JN2–JN3 dan debit puncak 0,21 m³/s. Kondisi ini menandakan kapasitas saluran tidak memadai terhadap intensitas hujan tinggi. Oleh karena itu, disarankan peningkatan dimensi saluran dan pembangunan kolam retensi untuk mengurangi risiko genangan dan banjir. Pengembangan sistem drainase khususnya di wilayah yang sering terjadi genangan ketika hujan perlu perhatikan terutama pemeliharaan jaringan drainase
Title: Analisis Pemodelan Hidrologi Dan Hidraulika Sistem Drainase Menggunakan SWMM
Description:
Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem drainase di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, yang sering mengalami genangan akibat keterbatasan kapasitas saluran.
Tujuan utamanya adalah menilai efektivitas sistem drainase eksisting dan merumuskan alternatif perbaikan melalui pemodelan menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) versi 5.
2.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif berbasis studi kasus dengan data curah hujan 10 tahun, topografi, dan kondisi saluran.
Analisis hidrologi menghasilkan curah hujan rencana kala ulang 5-10 tahun dan intensitas maksimum 23,96 mm/jam.
Hasil simulasi SWMM menunjukkan sebagian segmen saluran hanya mampu menampung 85% kapasitas penuh, dengan potensi luapan pada segmen JN2–JN3 dan debit puncak 0,21 m³/s.
Kondisi ini menandakan kapasitas saluran tidak memadai terhadap intensitas hujan tinggi.
Oleh karena itu, disarankan peningkatan dimensi saluran dan pembangunan kolam retensi untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.
Pengembangan sistem drainase khususnya di wilayah yang sering terjadi genangan ketika hujan perlu perhatikan terutama pemeliharaan jaringan drainase.
Related Results
Analisa Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Drainase Beton Pracetak U-DITCH Dengan Pasangan Batu Kali
Analisa Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Drainase Beton Pracetak U-DITCH Dengan Pasangan Batu Kali
Sistem drainase adalah rangkaian kegiatan yang membentuk upaya pengaliran air, baik air permukaan, maupun air tanah dari suatu daerah atau kawasan. Material yang paling sering diju...
PEMODELAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN MENGGUNAKAN EPA SWMM 5.1 DI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PEMODELAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN MENGGUNAKAN EPA SWMM 5.1 DI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Banjir yang terjadi di wilayah pemukiman sering kali disebabkan oleh gagalnya saluran drainase membuang kelebihan air tersebut. Di mana curah hujan yang tinggi tidak diimbangi deng...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE (Studi Kasus Jalan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir)
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE (Studi Kasus Jalan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir)
Abstract
Sungai Beringin Street is a road that has the status of a provincial road, as a connecting road between the capital city of the District of Tembilahan with other dis...
Implementasi Building Information Modelling pada Perencanaan Teknis Jaringan Drainase di Kecamatan Lamongan
Implementasi Building Information Modelling pada Perencanaan Teknis Jaringan Drainase di Kecamatan Lamongan
Penerapan Building Information Modelling (BIM) telah dimulai pada proyek konstruksi di Indonesia, termasuk pengembangan jaringan drainase di Kecamatan Lamongan. Tujuan penelitian i...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahangambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untukmemprediksi muka air tanah gambut tropis da...
Analisis Efisiensi dan Manfaat Ekonomi Penerapan Sistem Drainase Terpadu Sebagai Strategi Pengurangan Risiko Banjir di Kota Medan
Analisis Efisiensi dan Manfaat Ekonomi Penerapan Sistem Drainase Terpadu Sebagai Strategi Pengurangan Risiko Banjir di Kota Medan
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering melanda wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk Kota Medan. Fenomena ini dipicu oleh curah hujan ekstrem, urbanisa...

