Javascript must be enabled to continue!
Analisis Efisiensi dan Manfaat Ekonomi Penerapan Sistem Drainase Terpadu Sebagai Strategi Pengurangan Risiko Banjir di Kota Medan
View through CrossRef
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering melanda wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk Kota Medan. Fenomena ini dipicu oleh curah hujan ekstrem, urbanisasi pesat, alih fungsi lahan, serta keterbatasan sistem drainase konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, manfaat ekonomi, serta persepsi masyarakat terhadap penerapan sistem drainase terpadu dibandingkan sistem konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis hidrologi, cost-benefit analysis dan survey kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem drainase konvensional memiliki keterbatasan signifikan, dimana luas genangan banjir meningkat dari 1.200 ha pada tahun 2021 menjadi 1.750 ha pada tahun 2025. Sebaliknya, sistem drainase terpadu mampu menekan luas genangan hingga 40% lebih kecil, yaitu dari 800 ha menjadi 1.000 ha pada periode yang sama. Dari sisi ekonomi, meskipun investasi awal drainase terpadu lebih besar, biaya pemeliharaan tahunan lebih rendah (30 miliar dibandingkan 50 miliar), serta kerugian akibat banjir dapat ditekan hingga 50%. Selain itu, penerapan drainase terpadu meningkatkan nilai property hingga 15% di kawasan bebas banjir. Survey terhadap 200 responden menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat mendukung penerapan drainase terpadu, dengan 72% bersedia terlibat dalam pemeliharaan dan 85% mendukung peningkatan ruang terbuka hijau. Temuan ini menegaskan bahwa drainse terpadu bukan hanya solusi teknis, melainkan juga memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sistem ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengurangan risiko banjir di Kota Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Analisis Efisiensi dan Manfaat Ekonomi Penerapan Sistem Drainase Terpadu Sebagai Strategi Pengurangan Risiko Banjir di Kota Medan
Description:
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering melanda wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk Kota Medan.
Fenomena ini dipicu oleh curah hujan ekstrem, urbanisasi pesat, alih fungsi lahan, serta keterbatasan sistem drainase konvensional.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, manfaat ekonomi, serta persepsi masyarakat terhadap penerapan sistem drainase terpadu dibandingkan sistem konvensional.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis hidrologi, cost-benefit analysis dan survey kuesioner.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem drainase konvensional memiliki keterbatasan signifikan, dimana luas genangan banjir meningkat dari 1.
200 ha pada tahun 2021 menjadi 1.
750 ha pada tahun 2025.
Sebaliknya, sistem drainase terpadu mampu menekan luas genangan hingga 40% lebih kecil, yaitu dari 800 ha menjadi 1.
000 ha pada periode yang sama.
Dari sisi ekonomi, meskipun investasi awal drainase terpadu lebih besar, biaya pemeliharaan tahunan lebih rendah (30 miliar dibandingkan 50 miliar), serta kerugian akibat banjir dapat ditekan hingga 50%.
Selain itu, penerapan drainase terpadu meningkatkan nilai property hingga 15% di kawasan bebas banjir.
Survey terhadap 200 responden menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat mendukung penerapan drainase terpadu, dengan 72% bersedia terlibat dalam pemeliharaan dan 85% mendukung peningkatan ruang terbuka hijau.
Temuan ini menegaskan bahwa drainse terpadu bukan hanya solusi teknis, melainkan juga memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, sistem ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengurangan risiko banjir di Kota Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pola Genangan Air (Banjir) DAS Sekanak-Lambidaro
Pola Genangan Air (Banjir) DAS Sekanak-Lambidaro
Banjir merupakan permasalahan yang umum yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Sungai Musi dan sembilan belas sistem drainase yang ada dikota Palembang yang melayani unit cath...
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Transportasi umum merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di kota-kota dan kabupaten besar di Sulawesi Selatan, seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan K...
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE UNTUK PERUMAHAN BAITI JANNATI SUMBAWA
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE UNTUK PERUMAHAN BAITI JANNATI SUMBAWA
Kondisi drainase yang ada di Kota Sumbawa saat ini masih kurang baik secara keseluruhan. Ini terbukti dengan masih adanya perumahan-perumahan atau bangunan-bangunan yang belum dile...
PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN WILAYAH RAWA DENGAN PENDEKATAN DRAINASE BERKELANJUTAN DI MERAUKE
PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN WILAYAH RAWA DENGAN PENDEKATAN DRAINASE BERKELANJUTAN DI MERAUKE
Drainase merupakan infrastruktur penting dalam pengelolaan perkotaan. Sistem drainase perkotaan yang baik dapat membebaskan kota dari banjir. Merauke merupakan daerah yang cenderun...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
PENYEBAB BANJIR DAN UPAYA PERBAIKANNYA DI SALURAN DRAINASE JL. G. OBOS IX KOTA PALANGKA RAYA
PENYEBAB BANJIR DAN UPAYA PERBAIKANNYA DI SALURAN DRAINASE JL. G. OBOS IX KOTA PALANGKA RAYA
Ketika terjadi hujan lebat, beberapa segmen saluran drainase sekunder di Jalan G. Obos IX Kota Palangka Raya rawan mengalami banjir, yang dapat mengganggu aktivitas warga. Tujuan p...

