Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Misogini sebagai Respon Warganet terhadap Perempuan Berselingkuh

View through CrossRef
Perselingkuhan adalah hubungan yang terjadi secara sadar antara kedua belah pihak. Seharusnya, keduanya sama-sama disalahkan atas tindakannya. Namun, dalam berbagai kasus perselingkuhan yang terjadi terjadi ketidaksetaraan, di mana perempuan dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dan memiliki porsi yang lebih besar dari kesalahan daripada laki-laki. Hal ini tercermin dari berbagai kasus perselingkuhan yang sempat viral di media sosial, sebagian besar netizen berkomentar dengan menyebut perempuan yang terlibat perselingkuhan sebagai pelacur. Pelakor adalah singkatan dari perebutan suami rakyat, yang menunjukkan bahwa perempuan adalah pihak yang paling aktif untuk menyita dan memposisikan laki-laki sebagai barang yang disita. Penyebutan aktor terhadap perempuan yang berselingkuh juga diikuti dengan komentar kebencian dan menyebabkan perempuan menjadi fokus sasaran kebencian oleh netizen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana bentuk misogini yang diberikan oleh netizen kepada perempuan yang terlibat perselingkuhan di media sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian netnografi oleh Kozinet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam bentuk misogini yang diberikan oleh netizen kepada perempuan yang berselingkuh, antara lain menyalahkan perempuan sebagai pihak yang paling bersalah, menganggap perempuan sebagai penjual sendiri, merendahkan perempuan sebagai manusia, menghina bentuk tubuh dan penampilan perempuan, mengutuk perempuan dan keinginan untuk melakukan kekerasan fisik terhadap perempuan.    
Title: Misogini sebagai Respon Warganet terhadap Perempuan Berselingkuh
Description:
Perselingkuhan adalah hubungan yang terjadi secara sadar antara kedua belah pihak.
Seharusnya, keduanya sama-sama disalahkan atas tindakannya.
Namun, dalam berbagai kasus perselingkuhan yang terjadi terjadi ketidaksetaraan, di mana perempuan dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dan memiliki porsi yang lebih besar dari kesalahan daripada laki-laki.
Hal ini tercermin dari berbagai kasus perselingkuhan yang sempat viral di media sosial, sebagian besar netizen berkomentar dengan menyebut perempuan yang terlibat perselingkuhan sebagai pelacur.
Pelakor adalah singkatan dari perebutan suami rakyat, yang menunjukkan bahwa perempuan adalah pihak yang paling aktif untuk menyita dan memposisikan laki-laki sebagai barang yang disita.
Penyebutan aktor terhadap perempuan yang berselingkuh juga diikuti dengan komentar kebencian dan menyebabkan perempuan menjadi fokus sasaran kebencian oleh netizen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana bentuk misogini yang diberikan oleh netizen kepada perempuan yang terlibat perselingkuhan di media sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian netnografi oleh Kozinet.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam bentuk misogini yang diberikan oleh netizen kepada perempuan yang berselingkuh, antara lain menyalahkan perempuan sebagai pihak yang paling bersalah, menganggap perempuan sebagai penjual sendiri, merendahkan perempuan sebagai manusia, menghina bentuk tubuh dan penampilan perempuan, mengutuk perempuan dan keinginan untuk melakukan kekerasan fisik terhadap perempuan.
   .

Related Results

Representasi Misogini pada Film “Sehidup Semati”
Representasi Misogini pada Film “Sehidup Semati”
Perpaduan antara kenyataan sosial dan rekonstruksi kenyataan yang diciptakan oleh film “Sehidup Semati” menjadikan film ini selaku sarana unik guna memahami keadaan nyata perempuan...
Woman’s Potrayal In Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam Feminist Perspective
Woman’s Potrayal In Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam Feminist Perspective
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguak bagaimana perempuan digambarkan sebagai mahluk yang inferior tanpa kuasa jika tidak ada perlindungan lelaki. Perempuan Yang Menangis...
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
Hubungan Antara Kepuasan Pernikahan Dengan Intensi Berselingkuh Pada Pasangan Yang Menjalani Long Distance Relationship (LDR)
Hubungan Antara Kepuasan Pernikahan Dengan Intensi Berselingkuh Pada Pasangan Yang Menjalani Long Distance Relationship (LDR)
Pasangan yang menjalani hubungan Long-Distance Relationship (LDR) tidaklah mudah, mereka harus berhadapan dengan berbagai tantangan dalam menjalani perannya dalam berumah tangga. T...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...

Back to Top