Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Misogini pada Film “Sehidup Semati”

View through CrossRef
Perpaduan antara kenyataan sosial dan rekonstruksi kenyataan yang diciptakan oleh film “Sehidup Semati” menjadikan film ini selaku sarana unik guna memahami keadaan nyata perempuan sebagai objek misogini di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi misogini pada film “Sehidup Semati”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis model semiotika Roland Barthes dengan fokus penelitian tertuju pada makna denotasi dan makna konotasi yang terkandung dalam film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sebagai objek misogini berakar dari adanya pemahaman yang sempit terhadap budaya patriarkis. Kultur keluarga yang meninggikan posisi laki-laki di rumah tangga disalahgunakan sebagai pembenaran untuk memuaskan ego tersendiri yang kemudian memunculkan kekerasan terhadap perempuan. Disamping film ini secara gamblang menyindir paham patriarki namun juga memberikan sebuah solusi yang konkrit atas masalah patriarki yang terjadi. Hal ini ditandai dengan adanya dukungan dukungan moral dan perspektif yang jelas dalam membantu perempuan untuk membebaskan diri dari siklus kekerasan dan penindasan. Selain itu, temuan penelitian ini menghasilkan bahwa perempuan sebagai objek misogini ditampilkan dalam rangka pelanggengan stereotip negatif terhadap perempuan. Namun pada akhirnya, perempuan memperlihatkan perlawanan dan perjuangan feminisme akibat dari diskriminasi gender dan misogini.
Title: Representasi Misogini pada Film “Sehidup Semati”
Description:
Perpaduan antara kenyataan sosial dan rekonstruksi kenyataan yang diciptakan oleh film “Sehidup Semati” menjadikan film ini selaku sarana unik guna memahami keadaan nyata perempuan sebagai objek misogini di tengah masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi misogini pada film “Sehidup Semati”.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis model semiotika Roland Barthes dengan fokus penelitian tertuju pada makna denotasi dan makna konotasi yang terkandung dalam film tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sebagai objek misogini berakar dari adanya pemahaman yang sempit terhadap budaya patriarkis.
Kultur keluarga yang meninggikan posisi laki-laki di rumah tangga disalahgunakan sebagai pembenaran untuk memuaskan ego tersendiri yang kemudian memunculkan kekerasan terhadap perempuan.
Disamping film ini secara gamblang menyindir paham patriarki namun juga memberikan sebuah solusi yang konkrit atas masalah patriarki yang terjadi.
Hal ini ditandai dengan adanya dukungan dukungan moral dan perspektif yang jelas dalam membantu perempuan untuk membebaskan diri dari siklus kekerasan dan penindasan.
Selain itu, temuan penelitian ini menghasilkan bahwa perempuan sebagai objek misogini ditampilkan dalam rangka pelanggengan stereotip negatif terhadap perempuan.
Namun pada akhirnya, perempuan memperlihatkan perlawanan dan perjuangan feminisme akibat dari diskriminasi gender dan misogini.

Related Results

Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
REPRESENTATION OF FEMINISM ON THE CHARACTER OF ENOLA HOLMES IN THE ENOLA HOLMES FILM: JOHN FISKE'S SEMIOTICS ANALYSIS
REPRESENTATION OF FEMINISM ON THE CHARACTER OF ENOLA HOLMES IN THE ENOLA HOLMES FILM: JOHN FISKE'S SEMIOTICS ANALYSIS
 Abstract   The popularity of film as an object in literary studies creates many adaptations of literary works from the written form into a film. The meaning of the film as a repre...
Representasi Budaya Sunda dalam Film
Representasi Budaya Sunda dalam Film
Abstract. Technological developments and film developments have made the messages in films more diverse. The film Before, Now and Then (Nana) tells the story of a woman named Raden...
Representasi Komunikasi Forensik pada Film Ice Cold
Representasi Komunikasi Forensik pada Film Ice Cold
Abstract. The murder case of Mirna Salihin, which sparked controversy and inspired the making of the documentary film "Ice Cold." This film attempts to depict the chronology of the...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perjuangan Perempuan dalam Novel Sehidup Sesurga Denganmu Karya Asma Nadia
Perjuangan Perempuan dalam Novel Sehidup Sesurga Denganmu Karya Asma Nadia
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perjuangan perempuan dalam novel Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia.Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan men...

Back to Top