Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Flexing

View through CrossRef
The phenomenon of self-presenting behavior in terms of material or also known as contemporary showing off, namely flexing, is closely related to material and is certainly attached to individuals as a way to be recognized in various communities in the public sphere. It is a serious threat to a society that empathizes with a simple life. This article aims to provide an understanding of the correct paradigm so that flexing in biblical studies is identical to the sin of pride, can be eliminated in the community of God's people.  Using a descriptive qualitative method with a literature approach, the results of this study lead to flexing causing a change in the communication paradigm in cultural linkages. Flexing is also part of controversial content in social media and as an ethical consideration, to be a valuable input for Christianity. Where ethical theological and morality views on flexing must be understood by God's people, in Christian education which is part of education and digital literacy as well as the responsibility of Christianity towards the flexing phenomenon.       Abstrak Fenomena perilaku mempresentasikan diri dalam hal materi atau disebut juga dengan pamer kekinian yakni flexing, erat kaitanya dengan materi dan tentunya melekat dengan individu sebagai jalan untuk diakui dalam berbagai komunitas di ruang publik. Hal itu menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang berempati terhadap kehidupan yang sederhana. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan paradigma yang benar supaya flexing dalam kajian Alkitab identik dengan dosa kesombongan, dapat dihilangkan dalam komunitas umat Tuhan.  Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan literatur, maka hasil kajian ini bermuara pada flexing menyebabkan terjadinya perubahan paradigma komunikasi dalam keterkaitan budaya. Flexing juga bagian dari konten yang bersifat kontroversial  dalam media sosial dan sebagai pertimbangan etis, untuk menjadi masukan berharga bagi kekristenan. Di mana pandangan etis teologis dan moralitas tentang flexing harus dapat dimengerti oleh umat Tuhan, dalam pendidikan Kristen yang mana hal itu sebagai bagian edukasi dan literasi digital serta tanggung jawab kekeristenan terhadap fenomena flexing.
Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung
Title: Flexing
Description:
The phenomenon of self-presenting behavior in terms of material or also known as contemporary showing off, namely flexing, is closely related to material and is certainly attached to individuals as a way to be recognized in various communities in the public sphere.
It is a serious threat to a society that empathizes with a simple life.
This article aims to provide an understanding of the correct paradigm so that flexing in biblical studies is identical to the sin of pride, can be eliminated in the community of God's people.
  Using a descriptive qualitative method with a literature approach, the results of this study lead to flexing causing a change in the communication paradigm in cultural linkages.
Flexing is also part of controversial content in social media and as an ethical consideration, to be a valuable input for Christianity.
Where ethical theological and morality views on flexing must be understood by God's people, in Christian education which is part of education and digital literacy as well as the responsibility of Christianity towards the flexing phenomenon.
      Abstrak Fenomena perilaku mempresentasikan diri dalam hal materi atau disebut juga dengan pamer kekinian yakni flexing, erat kaitanya dengan materi dan tentunya melekat dengan individu sebagai jalan untuk diakui dalam berbagai komunitas di ruang publik.
Hal itu menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang berempati terhadap kehidupan yang sederhana.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan paradigma yang benar supaya flexing dalam kajian Alkitab identik dengan dosa kesombongan, dapat dihilangkan dalam komunitas umat Tuhan.
 Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan literatur, maka hasil kajian ini bermuara pada flexing menyebabkan terjadinya perubahan paradigma komunikasi dalam keterkaitan budaya.
Flexing juga bagian dari konten yang bersifat kontroversial  dalam media sosial dan sebagai pertimbangan etis, untuk menjadi masukan berharga bagi kekristenan.
Di mana pandangan etis teologis dan moralitas tentang flexing harus dapat dimengerti oleh umat Tuhan, dalam pendidikan Kristen yang mana hal itu sebagai bagian edukasi dan literasi digital serta tanggung jawab kekeristenan terhadap fenomena flexing.

Related Results

Lifestyle: Flexing Behavior in Social Media
Lifestyle: Flexing Behavior in Social Media
Global environmental degradation cannot be separated from people behavior and lifestyle, one of which is the flexing phenomenon. This study was conducted using a qualitative phenom...
Flexing sebagai Strategi Representasi Diri di Media Sosial: Studi Fenomenologis pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh
Flexing sebagai Strategi Representasi Diri di Media Sosial: Studi Fenomenologis pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh
The phenomenon of flexing on social media is increasingly developing as a form of self-image, especially among students. Flexing is a behavior that displays certain achievements, w...
Fenomena Flexing di Media Sosial
Fenomena Flexing di Media Sosial
Pertumbuhan teknologi komunikasi saat ini telah menciptakan media baru yang mengubah cara orang berkomunikasi. Fenomena flexing di media sosial menjadi salah satu dampak dari perke...
Fenomena Flexing Influencer di Media Sosial: Antara Gaya Hidup dan Pengaruh ke Audiens
Fenomena Flexing Influencer di Media Sosial: Antara Gaya Hidup dan Pengaruh ke Audiens
Fenomena flexing di media sosial semakin marak seiring dengan berkembangnya budaya digital dan meningkatnya peran influencer sebagai pembentuk opini publik. Flexing tidak hanya dim...
Flexing sebagai Simulakra Status Sosial di Era Digital
Flexing sebagai Simulakra Status Sosial di Era Digital
This study aims to analyze the phenomenon of flexing on social media as a representation of social status in digital society through the perspectives of Jean Baudrillard’s simulacr...
Analisis Flexing di Media Sosial: Citra, Konsumsi, dan Hubungan Sosial Gen Z
Analisis Flexing di Media Sosial: Citra, Konsumsi, dan Hubungan Sosial Gen Z
<p>Fenomena flexing di media sosial semakin populer di kalangan generasi muda sebagai upaya untuk menampilkan citra diri dan pencapaian yang mereka raih dalam kehidupan sehar...
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FLEXING DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT INVESTASI
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FLEXING DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT INVESTASI
Investasi adalah aktivitas menanamkan modal ke dalam bentuk aset tertentu agar nilai aset yang lebih besar dibandingkan saat awal menanamkan modal. Seiring dengan perkembangan tekn...

Back to Top