Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fenomena Flexing Influencer di Media Sosial: Antara Gaya Hidup dan Pengaruh ke Audiens

View through CrossRef
Fenomena flexing di media sosial semakin marak seiring dengan berkembangnya budaya digital dan meningkatnya peran influencer sebagai pembentuk opini publik. Flexing tidak hanya dimaknai sebagai pamer harta kekayaan, tetapi juga sebagai strategi membangun citra diri dan identitas digital di ruang publik virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana influencer memanfaatkan konten flexing sebagai bagian dari personal branding serta bagaimana pengaruhnya terhadap audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis isi terhadap konten flexing yang diunggah oleh dua influencer TikTok, yaitu Reuzuki Ari dan Reza Gladys. Data dikumpulkan melalui observasi konten, dokumentasi, serta analisis komentar audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing digunakan sebagai alat komunikasi simbolik untuk menunjukkan status sosial, keberhasilan finansial, dan legitimasi diri di media sosial. Konten seperti unboxing barang mewah, pamer koleksi, dan gaya hidup eksklusif mampu meningkatkan interaksi audiens sekaligus membentuk standar kesuksesan yang bersifat materialistik. Namun, fenomena ini juga berpotensi mendorong perbandingan sosial dan perubahan nilai dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa flexing merupakan bentuk self-disclosure yang dikomodifikasi dalam budaya populer digital dan memiliki dampak signifikan terhadap persepsi audiens mengenai gaya hidup dan kesuksesan.
Title: Fenomena Flexing Influencer di Media Sosial: Antara Gaya Hidup dan Pengaruh ke Audiens
Description:
Fenomena flexing di media sosial semakin marak seiring dengan berkembangnya budaya digital dan meningkatnya peran influencer sebagai pembentuk opini publik.
Flexing tidak hanya dimaknai sebagai pamer harta kekayaan, tetapi juga sebagai strategi membangun citra diri dan identitas digital di ruang publik virtual.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana influencer memanfaatkan konten flexing sebagai bagian dari personal branding serta bagaimana pengaruhnya terhadap audiens.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis isi terhadap konten flexing yang diunggah oleh dua influencer TikTok, yaitu Reuzuki Ari dan Reza Gladys.
Data dikumpulkan melalui observasi konten, dokumentasi, serta analisis komentar audiens.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing digunakan sebagai alat komunikasi simbolik untuk menunjukkan status sosial, keberhasilan finansial, dan legitimasi diri di media sosial.
Konten seperti unboxing barang mewah, pamer koleksi, dan gaya hidup eksklusif mampu meningkatkan interaksi audiens sekaligus membentuk standar kesuksesan yang bersifat materialistik.
Namun, fenomena ini juga berpotensi mendorong perbandingan sosial dan perubahan nilai dalam kehidupan masyarakat.
Penelitian ini menegaskan bahwa flexing merupakan bentuk self-disclosure yang dikomodifikasi dalam budaya populer digital dan memiliki dampak signifikan terhadap persepsi audiens mengenai gaya hidup dan kesuksesan.

Related Results

Flexing
Flexing
The phenomenon of self-presenting behavior in terms of material or also known as contemporary showing off, namely flexing, is closely related to material and is certainly attached ...
Pengaruh Personal Branding Influencer Alfi Siregar di Media Sosial TikTok terhadap Gaya Berpakaian Mahasiswi Fikom UNISBA
Pengaruh Personal Branding Influencer Alfi Siregar di Media Sosial TikTok terhadap Gaya Berpakaian Mahasiswi Fikom UNISBA
Abstract. The increasing use of TikTok social media in Indonesia, with its various and varied content, has made many Indonesians use TikTok as a reference in their lifestyle, one o...
The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
THE INFLUENCE OF MICRO-INFLUENCERS AND DIGITAL MARKETING ON PURCHASE DECISIONS OF TIKTOK SHOP CUSTOMERS IN BENGKULU CITY Andhes Tiani Putri, Meylaty F   12Faculty Of Economic E...
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
Seiring berjalannya waktu hingga memasuki zaman milenial ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan melahirkan sejumlah model gaya hidup (Life Style) baik yang bersifat postif ma...
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah : 1) apakah ada pengaruh signifikan gaya mengajar otoriter terhadap hasil belajar renang gaya bebas. 2) apakah ada pengaru...
Fenomena Flexing di Media Sosial
Fenomena Flexing di Media Sosial
Pertumbuhan teknologi komunikasi saat ini telah menciptakan media baru yang mengubah cara orang berkomunikasi. Fenomena flexing di media sosial menjadi salah satu dampak dari perke...

Back to Top