Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENENTUAN PERINGKAT DAN PENGARUH KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP NILAI KALORI

View through CrossRef
Batubara merupakan batuan sedimen padat yang mudah terbakar dan terbentuk dari sisa tumbuhan, berwarna coklat sampai dengan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peringkat batubara dan mengedentifikasi pengaruh karakteristik batubara terhadap nilai kalori.  Secara regional, daerah penelitian termasuk kedalam cekungan Sumatera Selatan yang tersusun atas batuan sedimen yang berumur Tersier pada Formasi Muaraenim dan Formasi Kasai. Pengambilan sampel batubara pada penelitian ini menggunakan metode channel sampling dan random sampling. Penentuan karakteristik batubara pada daerah penelitian menggunakan analisis proksimat dan total sulfur. Analisis proksimat berfungsi untuk mengetahui persentase total moisture (TM), volatile matter (VM), ash dan fixed carbon (FC) pada batubara. Pada tahap akhir penelitian menggunakan uji regresi untuk menentukan pengaruh karakteristik batubara terhadap nilai kalori. Berdasarkan nilai hasil analisis, batubara pada daerah penelitian memiliki kadar TM berkisar 39,42 – 40,74%, kadar IM 15,22 – 15,77%, kadar abu 5,07 – 5,9 %, kadar VM 40,96 – 42,86%, kadar FC sebesar 36,28 – 37,89 %, kadar TS sebesar 0,19 – 0,69 %, dan nilai kalori (CGV) rata-rata berkisar 5315,5 – 5440,82 kkal/kg dan memiliki peringkat Lignite A dan Lignite B. Berdasarkan uji regresi, TM, ash, dan TS memiliki hubungan berbanding terbalik sedangkan VM dan FC memiliki hubungan berbanding lurus terhadap nilai kalori.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: PENENTUAN PERINGKAT DAN PENGARUH KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP NILAI KALORI
Description:
Batubara merupakan batuan sedimen padat yang mudah terbakar dan terbentuk dari sisa tumbuhan, berwarna coklat sampai dengan hitam.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peringkat batubara dan mengedentifikasi pengaruh karakteristik batubara terhadap nilai kalori.
  Secara regional, daerah penelitian termasuk kedalam cekungan Sumatera Selatan yang tersusun atas batuan sedimen yang berumur Tersier pada Formasi Muaraenim dan Formasi Kasai.
Pengambilan sampel batubara pada penelitian ini menggunakan metode channel sampling dan random sampling.
Penentuan karakteristik batubara pada daerah penelitian menggunakan analisis proksimat dan total sulfur.
Analisis proksimat berfungsi untuk mengetahui persentase total moisture (TM), volatile matter (VM), ash dan fixed carbon (FC) pada batubara.
Pada tahap akhir penelitian menggunakan uji regresi untuk menentukan pengaruh karakteristik batubara terhadap nilai kalori.
Berdasarkan nilai hasil analisis, batubara pada daerah penelitian memiliki kadar TM berkisar 39,42 – 40,74%, kadar IM 15,22 – 15,77%, kadar abu 5,07 – 5,9 %, kadar VM 40,96 – 42,86%, kadar FC sebesar 36,28 – 37,89 %, kadar TS sebesar 0,19 – 0,69 %, dan nilai kalori (CGV) rata-rata berkisar 5315,5 – 5440,82 kkal/kg dan memiliki peringkat Lignite A dan Lignite B.
Berdasarkan uji regresi, TM, ash, dan TS memiliki hubungan berbanding terbalik sedangkan VM dan FC memiliki hubungan berbanding lurus terhadap nilai kalori.

Related Results

MODIFIKASI PERALATAN PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH UNTUK KARAKTERISASI EMISI GAS METANA
MODIFIKASI PERALATAN PEMBAKARAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH UNTUK KARAKTERISASI EMISI GAS METANA
Potensi batubara Provinsi Sumatera Selatan hampir 80% didominasi oleh batubara peringkat rendah berupa lignit dan sub-bituminus. Pemanfaatan batubara peringkat rendah harus mempert...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan bisnis batubara yang cukup besar di Indonesia. Batubara tergolong sumber energi karena memiliki nilai kalor untuk terjadinya pembakaran. Oleh ka...
Analisis Perbandingan dan Faktor Penurunan Kualitas Batubara di Front dan Stockpile PT. XYZ
Analisis Perbandingan dan Faktor Penurunan Kualitas Batubara di Front dan Stockpile PT. XYZ
Batubara adalah jenis sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan bakar energi langsung maupun sebagai bahan bakar industri. Penurunan kualitas batubara sering terj...
Teknologi Peningkatan Kualitas Batubara Kalori Rendah: Kajian pada Proses Blending, Drying, Cleaning dan Briket
Teknologi Peningkatan Kualitas Batubara Kalori Rendah: Kajian pada Proses Blending, Drying, Cleaning dan Briket
Batubara merupakan salah satu sumber energi yang banyak digunakan di berbagai sektor industri, khususnya di Indonesia yang memiliki cadangan batubara melimpah. Namun, sebagian besa...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Pengaruh Kadar Air dan Kadar Abu terhadap Nilai Kalori Batubara Berdasarkan Analisis Rergesi Linier Berganda
Pengaruh Kadar Air dan Kadar Abu terhadap Nilai Kalori Batubara Berdasarkan Analisis Rergesi Linier Berganda
Abstract. Coal contains moisture in the air, ash, volatiles, and fixed carbon. Proximate analysis was conducted to determine these contents, and the calorific value of the coal was...

Back to Top