Javascript must be enabled to continue!
Kajian Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Karakteristik Batubara Formasi Pulau Balang
View through CrossRef
Abstract. Coal has certain physical and chemical properties, from these properties coal can be used as a parameter to determine coal classification based on rank. Balang Island is a coal-bearing formation in the Kutai Basin. To determine the depositional environment, coal samples were taken. From the sample, coal characteristics such as water content, volatile matter, calorific value, maceral and mineral composition were produced. From these characteristics, coal rank can be determined. Determination of the depositional environment based on the 1986 Diesel diagram (in Lamberson, 1991) and based on the 1978 Horne Classification. Coal based on the reflectance value of vitrinite includes the rank of Sub-bituminous C and Lignite A, with an average value of 0.372%, based on the calorific value included in the Bituminous High Volatile C. with an average value of 11,902 Btu/lb – 12,447 Btu/lb on a daf basis. The fuel ratio with a value of 0.90 – 0.98 is included in the Bituminous coal rank. The location of coal deposition is dominated by shrubs 48.8% and woody plants 26.32%, so that the deposition location is likely to be deposited in the fen location which is a swamp location dominated by shrubs and few trees. From the Tissue Preservation Index values of 0.424 – 1.074 and Gelification Index 3.481 – 14,815, the coal was deposited in the lower and upper delta plain depositional environments.
Abstrak. Batubara memiliki sifat fisik dan kimia tertentu, dari sifat tersebut batubara dapat dijadikan parameter untuk menentukan klasifikasi batubara berdasarkan peringkat. Pulau balang merupakan formasi pembawa batubara yang berada pada cekungan kutai. Untuk menentukan lingkungan pengendapannya, dilakukan pengambilan sampel pada batubara. Dari sampel tersebut dihasilkan karakteristik batubara seperti kadar air, volatile matter, nilai kalor, komposisi maseral dan mineral. Dari karakteristik tersebut dapat ditentukannya peringkat batubara. Penentuan lingkungan pengendapan berdasarkan diagram Diessel 1986 (dalam Lamberson, 1991) dan berdasarkan Klasifikasi Horne 1978. Batubara berdasarkan nilai reflektansi vitrinit termasuk peringkat Sub-bituminous C dan Lignite A, dengan rata–rata nilai 0,372%, berdasarkan nilai kalor termasuk kedalam Bituminous High Volatile C. dengan nilai rata – rata sebesar 11.902 Btu/lb – 12.447 Btu/lb dalam basis daf. Fuel ratio dengan nilai 0,90 – 0,98 termasuk kedalam peringkat batubara Bituminous. Lokasi pengendapan batubara didominasi oleh tumbuhan perdu 48,8% dan tumbuhan kayu 26,32%, Sehingga lokasi pengendapan kemungkinan terendapkan lokasi fen yang merupakan lokasi rawa didominasi oleh tanaman perdu dan sedikit pohon. Dari nilai Tissue Preservation Index 0,424 – 1,074 dan Gelification Index 3,481 – 14,815, batubara terendapkan pada lingkungan pengendapan lower dan upper delta plain.
Title: Kajian Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Karakteristik Batubara Formasi Pulau Balang
Description:
Abstract.
Coal has certain physical and chemical properties, from these properties coal can be used as a parameter to determine coal classification based on rank.
Balang Island is a coal-bearing formation in the Kutai Basin.
To determine the depositional environment, coal samples were taken.
From the sample, coal characteristics such as water content, volatile matter, calorific value, maceral and mineral composition were produced.
From these characteristics, coal rank can be determined.
Determination of the depositional environment based on the 1986 Diesel diagram (in Lamberson, 1991) and based on the 1978 Horne Classification.
Coal based on the reflectance value of vitrinite includes the rank of Sub-bituminous C and Lignite A, with an average value of 0.
372%, based on the calorific value included in the Bituminous High Volatile C.
with an average value of 11,902 Btu/lb – 12,447 Btu/lb on a daf basis.
The fuel ratio with a value of 0.
90 – 0.
98 is included in the Bituminous coal rank.
The location of coal deposition is dominated by shrubs 48.
8% and woody plants 26.
32%, so that the deposition location is likely to be deposited in the fen location which is a swamp location dominated by shrubs and few trees.
From the Tissue Preservation Index values of 0.
424 – 1.
074 and Gelification Index 3.
481 – 14,815, the coal was deposited in the lower and upper delta plain depositional environments.
Abstrak.
Batubara memiliki sifat fisik dan kimia tertentu, dari sifat tersebut batubara dapat dijadikan parameter untuk menentukan klasifikasi batubara berdasarkan peringkat.
Pulau balang merupakan formasi pembawa batubara yang berada pada cekungan kutai.
Untuk menentukan lingkungan pengendapannya, dilakukan pengambilan sampel pada batubara.
Dari sampel tersebut dihasilkan karakteristik batubara seperti kadar air, volatile matter, nilai kalor, komposisi maseral dan mineral.
Dari karakteristik tersebut dapat ditentukannya peringkat batubara.
Penentuan lingkungan pengendapan berdasarkan diagram Diessel 1986 (dalam Lamberson, 1991) dan berdasarkan Klasifikasi Horne 1978.
Batubara berdasarkan nilai reflektansi vitrinit termasuk peringkat Sub-bituminous C dan Lignite A, dengan rata–rata nilai 0,372%, berdasarkan nilai kalor termasuk kedalam Bituminous High Volatile C.
dengan nilai rata – rata sebesar 11.
902 Btu/lb – 12.
447 Btu/lb dalam basis daf.
Fuel ratio dengan nilai 0,90 – 0,98 termasuk kedalam peringkat batubara Bituminous.
Lokasi pengendapan batubara didominasi oleh tumbuhan perdu 48,8% dan tumbuhan kayu 26,32%, Sehingga lokasi pengendapan kemungkinan terendapkan lokasi fen yang merupakan lokasi rawa didominasi oleh tanaman perdu dan sedikit pohon.
Dari nilai Tissue Preservation Index 0,424 – 1,074 dan Gelification Index 3,481 – 14,815, batubara terendapkan pada lingkungan pengendapan lower dan upper delta plain.
Related Results
Pemetaan Bawah Permukaan dan Analisis Tektonostratigrafi, Blok Ariati, Cekungan Jawa Timur
Pemetaan Bawah Permukaan dan Analisis Tektonostratigrafi, Blok Ariati, Cekungan Jawa Timur
Cekungan Jawa Timur adalah salah satu cekungan minyak dan gas bumi di Indonesia. Analisis tektonostratigrafi pada cekungan ini dilakukan untuk mengetahui kontrol tektonik terhadap ...
Studi Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara dan Berdasarkan Karakteristik Batubara pada PT XYZ
Studi Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara dan Berdasarkan Karakteristik Batubara pada PT XYZ
Abstract. The depositional environment of the coal is a layer of coal that undergoes sedimentation. Based on this, research on the depositional environment can help reconstruct the...
STUDI POTENSI DAN KUALITAS BATUBARA DI WILAYAH TENGGARONG SEBERANG
STUDI POTENSI DAN KUALITAS BATUBARA DI WILAYAH TENGGARONG SEBERANG
Daerah penelitian berada di wilayah Tenggarong Seberang termasuk bagian dari Cekungan Kutai diindikasikan mengandung formasi pembawa batubara yang diwakili oleh Formasi Pulaubalang...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BATUBARA INDONESIA KE JEPANG
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BATUBARA INDONESIA KE JEPANG
Perdagangan internasional sudah lama di lakukan dengan melakukan ekspor maupun impor dari dua negara atau lebih. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber alamnya dari segal...
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
Penelitian dilakukan di Desa Pulau Beringin, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, untuk memahami kronologi pengendapan dengan merekonstruksi kondisi geologi melalui aspek stratigrafi...
PENENTUAN UMUR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI GUMAI BERDASARKAN KANDUNGAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN BENTHONIK
PENENTUAN UMUR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI GUMAI BERDASARKAN KANDUNGAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN BENTHONIK
Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan suatu batuan dengan menganalisa fosil yang bersifat karbonatan. Formasi Gumai di C...
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Leuwidamar dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Leuwidamar dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Daerah Leuwidamar memiliki lingkungan pengendapan yang beragam sehingga memerlukan pemahaman geologi lebih detail seperti pemahaman stratigrafi. Pemahaman stratigrafi masih belum t...
KAJIAN KUALITAS AIR SETTLING POND PADA TAMBANG BATUBARA KEPULAUAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA
KAJIAN KUALITAS AIR SETTLING POND PADA TAMBANG BATUBARA KEPULAUAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA
PT Garda Tujuh Buana Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang berlokasi di Kepulauan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, di mana s...

