Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENENTUAN UMUR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI GUMAI BERDASARKAN KANDUNGAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN BENTHONIK

View through CrossRef
Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan suatu batuan dengan menganalisa fosil yang bersifat karbonatan. Formasi Gumai di Cekungan Sumatera Selatan merupakan satuan batuan sedimen Tersier yang terbentuk pada saat transgresi maksimum dan memiliki litologi dominan berupa batuserpih, batupasir, serta batuserpih dengan sisipan batugamping. Studi ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai umur relatif dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai yang menunjukkan kompleksitas litologi akibat perubahan kondisi energi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai melalui analisis kandungan fosil foraminifera planktonik dan benthonik. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan berupa pengukuran singkapan, pengambilan sampel, serta analisis laboratorium mikropaleontologi pada tiga sampel batuan karbonatan. Foraminifera planktonik dianalisis untuk menentukan umur batuan, sedangkan foraminifera benthonik digunakan untuk menentukan batimetri lingkungan pengendapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa fosil foraminifera planktonik yang ditemukan, seperti Globigerinoides subquadratus dan Orbulina universa, menunjukkan umur Middle Miocene (N9). Sementara itu, keberadaan foraminifera benthonik seperti Globulina minuta hingga Angulogerin angulosa mengindikasikan lingkungan batimetri Transisi–Neritik Tepi (12,81 m – 91,5 m). Struktur sedimen yang teridentifikasi berupa laminasi dan bedding mendukung interpretasi perubahan energi arus selama proses sedimentasi. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa Formasi Gumai berumur Miosen Tengah dan diendapkan pada lingkungan delta front dengan karakteristik energi yang berubah dari tinggi ke rendah, mencerminkan transisi lingkungan laut dangkal ke neritik tepi.
Title: PENENTUAN UMUR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI GUMAI BERDASARKAN KANDUNGAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN BENTHONIK
Description:
Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan suatu batuan dengan menganalisa fosil yang bersifat karbonatan.
Formasi Gumai di Cekungan Sumatera Selatan merupakan satuan batuan sedimen Tersier yang terbentuk pada saat transgresi maksimum dan memiliki litologi dominan berupa batuserpih, batupasir, serta batuserpih dengan sisipan batugamping.
Studi ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai umur relatif dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai yang menunjukkan kompleksitas litologi akibat perubahan kondisi energi lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai melalui analisis kandungan fosil foraminifera planktonik dan benthonik.
Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan berupa pengukuran singkapan, pengambilan sampel, serta analisis laboratorium mikropaleontologi pada tiga sampel batuan karbonatan.
Foraminifera planktonik dianalisis untuk menentukan umur batuan, sedangkan foraminifera benthonik digunakan untuk menentukan batimetri lingkungan pengendapan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa fosil foraminifera planktonik yang ditemukan, seperti Globigerinoides subquadratus dan Orbulina universa, menunjukkan umur Middle Miocene (N9).
Sementara itu, keberadaan foraminifera benthonik seperti Globulina minuta hingga Angulogerin angulosa mengindikasikan lingkungan batimetri Transisi–Neritik Tepi (12,81 m – 91,5 m).
Struktur sedimen yang teridentifikasi berupa laminasi dan bedding mendukung interpretasi perubahan energi arus selama proses sedimentasi.
Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa Formasi Gumai berumur Miosen Tengah dan diendapkan pada lingkungan delta front dengan karakteristik energi yang berubah dari tinggi ke rendah, mencerminkan transisi lingkungan laut dangkal ke neritik tepi.

Related Results

Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Analisis P/b Rasio Foraminifera di Perairan Delta Wulan, Demak, Jawa Tengah
Foraminifera merupakan organisme uniseluler yang dapat berperan sebagai indikator lingkungan serta dapat menentukan lingkungan pengendapan. Cara hidup foraminifera dibagi menjadi d...
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
Penelitian dilakukan di Desa Pulau Beringin, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, untuk memahami kronologi pengendapan dengan merekonstruksi kondisi geologi melalui aspek stratigrafi...
Mikrofasies batugamping Formasi Tokala Daerah Ululere dan Sekitarnya, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah
Mikrofasies batugamping Formasi Tokala Daerah Ululere dan Sekitarnya, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah
Penelitian mikrofasies batugamping telah dilakukan pada Formasi Tokala Daerah Ululere. Formasi Tokala terendapkan pada lingkungan laut dalam hingga laut dangkal. Tujuan utama penel...

Back to Top