Javascript must be enabled to continue!
IMMANUEL "ALLAH BESERTA KITA" EKSEGESIS YESAYA 7:14
View through CrossRef
AbstractIn the Old Testament there is a prophecy about God Himself giving a sign, a virgin gave birth and a son she would name Immanuel. Women in general, give birth and give birth to a child, both male and female due to sexual relations or feuds and desires of both parties. However, a remarkable result occurred to a young and virgin woman named Mary who gave birth to a child, namely the baby Jesus, who was called "Immanuel". The birth of the baby Jesus through Mary was a divine creation because without having sex with any man, her fiancé, Joseph, was a carpenter. Mary's pregnancy did not go through a process where there was sexual intercourse, but it happened because of the power of the Holy Spirit. The Holy Spirit does not mean having sexual relations with Mary but imagines Mary is a miraculous and creative work of God's power beyond all human reason. So that the child who is born is not fully human but He is also only fully God because He comes from God and takes the form of an ordinary human. Keywords: God, Prophecy, a sign, a virgin, Immanuel Abstrak Dalam perjanjian lama terdapat nubuat tentang Allah sendiri memberikan suatu tanda, seorang perawan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dia akan menamakan Dia Immanuel. Wanita pada umunya, mengandung dan melahirkan seorang anak, baik lelaki maupun perempuan disebabkan oleh hubungan seksualitas atau perseteruan dan keinginan kedua belah pihak. Akan tetapi sebuah keajaiban yang luar biasa terjadi terhadap seorang perempuan muda dan masih perawan bernama Maria yang mengandung dan melahirkan seorang anak yaitu bayi Yesus yang disebut “Immanuel”. Kelahiran bayi Yesus melalui Maria adalah sebuah keajaiban Ilahi karena tanpa bersetubuh dengan laki-laki mana pun apa lagi terhadap seorang tunanganya bernama Yusuf seorang tukang kayu. Kehamilan Maria tidak melalui sebuah proses alami dimana adanya hubungan seksual, namun hal itu terjadi karena kuasa Roh Kudus. Roh Kudus bukan berarti melakukan hubungan seksual terhadap Maria melainkan kehamilan Maria adalah suatu karya kuasa Allah yang ajaib dan kreatif melampaui segala akal manusia. Sehingga anak yang lahir itu bukan hanya manusia sepenuhnya namun Dia juga Allah sepenuhnya sebab Dia berasal dari Allah dan mengambil rupa seperti manusia biasa.Kata kunci: Allah, Nubuat, suatu tanda, seorang perawan, Immanuel
Title: IMMANUEL "ALLAH BESERTA KITA" EKSEGESIS YESAYA 7:14
Description:
AbstractIn the Old Testament there is a prophecy about God Himself giving a sign, a virgin gave birth and a son she would name Immanuel.
Women in general, give birth and give birth to a child, both male and female due to sexual relations or feuds and desires of both parties.
However, a remarkable result occurred to a young and virgin woman named Mary who gave birth to a child, namely the baby Jesus, who was called "Immanuel".
The birth of the baby Jesus through Mary was a divine creation because without having sex with any man, her fiancé, Joseph, was a carpenter.
Mary's pregnancy did not go through a process where there was sexual intercourse, but it happened because of the power of the Holy Spirit.
The Holy Spirit does not mean having sexual relations with Mary but imagines Mary is a miraculous and creative work of God's power beyond all human reason.
So that the child who is born is not fully human but He is also only fully God because He comes from God and takes the form of an ordinary human.
Keywords: God, Prophecy, a sign, a virgin, Immanuel Abstrak Dalam perjanjian lama terdapat nubuat tentang Allah sendiri memberikan suatu tanda, seorang perawan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dia akan menamakan Dia Immanuel.
Wanita pada umunya, mengandung dan melahirkan seorang anak, baik lelaki maupun perempuan disebabkan oleh hubungan seksualitas atau perseteruan dan keinginan kedua belah pihak.
Akan tetapi sebuah keajaiban yang luar biasa terjadi terhadap seorang perempuan muda dan masih perawan bernama Maria yang mengandung dan melahirkan seorang anak yaitu bayi Yesus yang disebut “Immanuel”.
Kelahiran bayi Yesus melalui Maria adalah sebuah keajaiban Ilahi karena tanpa bersetubuh dengan laki-laki mana pun apa lagi terhadap seorang tunanganya bernama Yusuf seorang tukang kayu.
Kehamilan Maria tidak melalui sebuah proses alami dimana adanya hubungan seksual, namun hal itu terjadi karena kuasa Roh Kudus.
Roh Kudus bukan berarti melakukan hubungan seksual terhadap Maria melainkan kehamilan Maria adalah suatu karya kuasa Allah yang ajaib dan kreatif melampaui segala akal manusia.
Sehingga anak yang lahir itu bukan hanya manusia sepenuhnya namun Dia juga Allah sepenuhnya sebab Dia berasal dari Allah dan mengambil rupa seperti manusia biasa.
Kata kunci: Allah, Nubuat, suatu tanda, seorang perawan, Immanuel.
Related Results
Analisis Aspek Emosi Yesaya dalam Perjumpaan Allah: Studi Eksegesis Yesaya 6
Analisis Aspek Emosi Yesaya dalam Perjumpaan Allah: Studi Eksegesis Yesaya 6
Artikel ini mengkaji aspek emosi yang dialami oleh nabi Yesaya dalam perjumpaannya dengan Allah sebagaimana digambarkan dalam Yesaya 6:1-8. Jill Middlemas, mengkaji aspek emosional...
Penggunaan Yesaya 7:14 oleh Matius Sebagai Nas Profetik Mesianik Kelahiran Yesus: Studi Intertekstual
Penggunaan Yesaya 7:14 oleh Matius Sebagai Nas Profetik Mesianik Kelahiran Yesus: Studi Intertekstual
Melalui Artikel ini. Penulis menganalisis dan membagikan hasil penelitian penggunaan Yesaya 7:14 dalam Matius 1:23. Penggunaan Yesaya 7:14 oleh Matius memiliki kesulitan untuk mema...
Relasi Allah dalam Panggilan Yesaya: Studi Kata ’ăḏōnāy, kissê, dan YHWH ṣəḇā’ōwṯ Berdasarkan Yesaya 6:1-13
Relasi Allah dalam Panggilan Yesaya: Studi Kata ’ăḏōnāy, kissê, dan YHWH ṣəḇā’ōwṯ Berdasarkan Yesaya 6:1-13
Kitab Yesaya memiliki banyak penggunaan gaya bahasa kiasan (seperti: metafora, simile, metonimia dll), termasuk di dalamnya panggilan Yesaya (6:1-13). Artikel ini memiliki keunikan...
Teologi Keselamatan Berdasarkan Yesaya 1:1-20
Teologi Keselamatan Berdasarkan Yesaya 1:1-20
This study explores the concept of salvation through the lens of Isaiah 1:1-20. Using textual analysis, this study explores the historical context and theological implications of I...
Studi Eksegesis mengenai Kerajaan Mesias menurut Yesaya 2:1-4
Studi Eksegesis mengenai Kerajaan Mesias menurut Yesaya 2:1-4
he main problem regarding the meaning of the Hebrew word "haggôyîm" in Isaiah 2: 1-4, which is interpreted as "the nations" gives a different interpretation. The analysis of "the M...
Studi Eksegesis mengenai Kerajaan Mesias Menurut Yesaya 2:1-4
Studi Eksegesis mengenai Kerajaan Mesias Menurut Yesaya 2:1-4
The main problem regarding the meaning of the Hebrew word "haggôyîm" in Isaiah 2: 1-4, which is interpreted as "the nations" gives a different interpretation. The analysis of "the ...
Konsep Hamba Tuhan menurut Kitab Yesaya
Konsep Hamba Tuhan menurut Kitab Yesaya
Abstract: In the book of Isaiah, the concept of a servant of God is uniquely discussed due to multiple interpretations and understandings. Some think that the servant of the LORD i...
Analisa Yesaya 53: Nubuatan tentang Mesias atau Penggambaran tentang Israel
Analisa Yesaya 53: Nubuatan tentang Mesias atau Penggambaran tentang Israel
Rabi-rabi Yahudi setelah kejatuhan Yerusalem lebih condong menafsirkan hamba yang menderita pada Yesaya 53 tersebut sebagai bangsa Israel. Sedangkan bagi rabi-rabi Yahudi yang meny...

