Javascript must be enabled to continue!
Problematika Penetapan Tarif Jasa Odong-Odong di Kecamatan Padangsidimpuan Utara ditinjau Menurut KHES
View through CrossRef
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penetapan tarif odong-odong di kecamatan padangsidimpuan utara kota padangsidimpuan Ditinjau dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) atau biasa disebut juga penelitian empiris. Penelitian empiris artinya penelitian yang melihat fenomena hukum masyarakat atau fakta sosial yang terdapat di masyarakat. Sumber data ada dua primer dan sekunder sementara instrumen pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa sewa menyewa odong-odong di Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan hal yang biasa dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat seperti anak-anak dan orang dewasa tetapi yang menjadi masalahnya yaitu dengan perjanjian dari kedua belah pihak antar penyewa dan pemilik odong-odong, pemilik odong-odong melakukan ingkar janji yaitu terjadinya kekurangan waktu pada penumpang, pada pemberian upah atau bayaran pemilik odong-odong tidak mau mengurangi bayaran atau upah tersebut karna dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 316 menjelaskan tentang waktu ijarah “awal waktu ijarah ditetapkan dalam akad atau atas dasar kebiasaan. Waktu ijarah dapat di ubah berdasarkan kesepakatan para pihak”, penjelasaan ini dapat disimpulkan bahwa waktu ijarah ditetapkan di dalam akad apabila waktu sewaan lebih maka musta’jir akan membayar waktu yang lebih tersebut, dan apabila waktu sewaan waktu masih kurang dari yag disepakati maka pemilik sewaan akan mengurangi upah atau bayaran dari sewa tersebut
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Title: Problematika Penetapan Tarif Jasa Odong-Odong di Kecamatan Padangsidimpuan Utara ditinjau Menurut KHES
Description:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penetapan tarif odong-odong di kecamatan padangsidimpuan utara kota padangsidimpuan Ditinjau dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) atau biasa disebut juga penelitian empiris.
Penelitian empiris artinya penelitian yang melihat fenomena hukum masyarakat atau fakta sosial yang terdapat di masyarakat.
Sumber data ada dua primer dan sekunder sementara instrumen pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Penelitian ini menemukan bahwa sewa menyewa odong-odong di Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan hal yang biasa dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat seperti anak-anak dan orang dewasa tetapi yang menjadi masalahnya yaitu dengan perjanjian dari kedua belah pihak antar penyewa dan pemilik odong-odong, pemilik odong-odong melakukan ingkar janji yaitu terjadinya kekurangan waktu pada penumpang, pada pemberian upah atau bayaran pemilik odong-odong tidak mau mengurangi bayaran atau upah tersebut karna dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 316 menjelaskan tentang waktu ijarah “awal waktu ijarah ditetapkan dalam akad atau atas dasar kebiasaan.
Waktu ijarah dapat di ubah berdasarkan kesepakatan para pihak”, penjelasaan ini dapat disimpulkan bahwa waktu ijarah ditetapkan di dalam akad apabila waktu sewaan lebih maka musta’jir akan membayar waktu yang lebih tersebut, dan apabila waktu sewaan waktu masih kurang dari yag disepakati maka pemilik sewaan akan mengurangi upah atau bayaran dari sewa tersebut.
Related Results
BENTUK DAN FUNGSI ODONG-ODONG DI JAKARTA
BENTUK DAN FUNGSI ODONG-ODONG DI JAKARTA
AbstractOdong-odong is a middle to low urban society means of play and loved by children in dense urban housing area. Odong-odong formally developed in Jakarta, and spread out to o...
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ODONG-ODONG MOBIL KARENA TIDAK MEMENUHI KEWAJIBAN UJI TIPE BERDASARKAN HUKUM POSITIF INDONESIA
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ODONG-ODONG MOBIL KARENA TIDAK MEMENUHI KEWAJIBAN UJI TIPE BERDASARKAN HUKUM POSITIF INDONESIA
Adanya berbagai kontroversi di beberapa daerah, karena terdapat permasalahan peraturan hukum berlalu lintas, atau peraturan tata ruang Kota terkait Odong-odong mobil. Kendaraan ini...
Odong-Odong Apoteker: Maskot Baru untuk Sosialisasi GEMACERMAT
Odong-Odong Apoteker: Maskot Baru untuk Sosialisasi GEMACERMAT
Pharmacist Odong-Odong, Symbols, and Media Branding the Pharmacist's Existence in Indonesian Communities within the framework of the Drug Conscious Smart Society Movement (GEMACERM...
Local Wisdom Tourism: Optimizing the Role of Odong-Odong as a Means of Transportation in Kebumen Regency
Local Wisdom Tourism: Optimizing the Role of Odong-Odong as a Means of Transportation in Kebumen Regency
This study aims to explore and analyze the role of Odong-odong as a means of tourist transportation in Kebumen Regency. The research method used is a qualitative approach with in-d...
EKSISTENSI TRADISI SISINGAAN ODONG – ODONG DI KECAMATAN CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG
EKSISTENSI TRADISI SISINGAAN ODONG – ODONG DI KECAMATAN CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG
This research is motivated by the development of the Singaan Odong - Odong artistic tradition which still survives in the era of modernization; The Sisingaan tradition is a unique ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEBERADAAN KENDARAAN RODA TIGA SEBAGAI ODONG-ODONG DI KABUPATEN SUMENEP MENURUT HUKUM POSITIF
KEBERADAAN KENDARAAN RODA TIGA SEBAGAI ODONG-ODONG DI KABUPATEN SUMENEP MENURUT HUKUM POSITIF
Kendaraan atau angkutan adalah wahana alat transportasi, baik yang digerakkan oleh mesin maupun oleh mahluk hidup. Kendaraan terdiri dari kendaraan bermotor dan kendaraan tidak ber...
Aspek Ekologi Budaya dalam Kumpulan Puisi Odong-Odong Fort De Kock Karya Deddy Arsya
Aspek Ekologi Budaya dalam Kumpulan Puisi Odong-Odong Fort De Kock Karya Deddy Arsya
This research aims to determine aspects of cultural ecology in literary works contained in the poetry collection Odong-Odong Fort De Kock by Deddy Arsya, seen from the perspective ...

