Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI MERJAN KABUPATEN PANGANDARAN

View through CrossRef
Daerah Irigasi Merjan yang kewenangannya berada di bawah UPTD SDA WS Ciwulan – Cilaki dan merupakan wilayah kerja SUP WS Cimedang – Ciputrapinggan Kabupaten Pangandaran mengairi luas areal fungsional persawahan 1631 Ha. Dalam hal ini dengan adanya kerusakan di sepanjang saluran dan bangunan irigasi, mengakibatkan kebutuhan air kurang optimal untuk mengairi areal persawahan sehingga merugikan para petani. Dalam Penelitian ini dilakukan survey untuk mengetahui kondisi fisik bangunan pada saluran serta melakukan perhitungan debit air, efisiensi, kehilangan air serta efektifitas irigasi di Daerah Irigasi Merjan. Dari hasil perhitungan yang dilakukan maka dapat diketahui kinerja dari daerah irigasi tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan kondisi bangunan utama, didapatkan hasil 50,00% (cukup), saluran pembawa sebesar 34,30% (rusak) bangunan bagi/sadap 25.00% (rusak), saluran pembuang 54,26% (cukup), bangunan disepanjang saluran pembuang 39,02% (rusak) sedangkan dari hasil perhitungan debit air di saluran irigasi merjan sebesar 0,2753%, untuk efisiensi saluran irigasi sebesar 64,48% dan untuk nilai efektifitas jaringan irigasi sebesar 47,00% serta kehilangan air sebesar 30,50%. Aspek OP jaringan irigasi masuk kategori 1 (kurang) Dari hasil terebut jaringan irigasi merjan memerlukan rehabilatasi.
Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim
Title: ANALISA KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI MERJAN KABUPATEN PANGANDARAN
Description:
Daerah Irigasi Merjan yang kewenangannya berada di bawah UPTD SDA WS Ciwulan – Cilaki dan merupakan wilayah kerja SUP WS Cimedang – Ciputrapinggan Kabupaten Pangandaran mengairi luas areal fungsional persawahan 1631 Ha.
Dalam hal ini dengan adanya kerusakan di sepanjang saluran dan bangunan irigasi, mengakibatkan kebutuhan air kurang optimal untuk mengairi areal persawahan sehingga merugikan para petani.
Dalam Penelitian ini dilakukan survey untuk mengetahui kondisi fisik bangunan pada saluran serta melakukan perhitungan debit air, efisiensi, kehilangan air serta efektifitas irigasi di Daerah Irigasi Merjan.
Dari hasil perhitungan yang dilakukan maka dapat diketahui kinerja dari daerah irigasi tersebut.
Dari hasil penelitian didapatkan kondisi bangunan utama, didapatkan hasil 50,00% (cukup), saluran pembawa sebesar 34,30% (rusak) bangunan bagi/sadap 25.
00% (rusak), saluran pembuang 54,26% (cukup), bangunan disepanjang saluran pembuang 39,02% (rusak) sedangkan dari hasil perhitungan debit air di saluran irigasi merjan sebesar 0,2753%, untuk efisiensi saluran irigasi sebesar 64,48% dan untuk nilai efektifitas jaringan irigasi sebesar 47,00% serta kehilangan air sebesar 30,50%.
Aspek OP jaringan irigasi masuk kategori 1 (kurang) Dari hasil terebut jaringan irigasi merjan memerlukan rehabilatasi.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kajian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi
Kajian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi
The research aimed at studying on intangible assets at irrigation system management. The research method consisted oftwo stages. The first stage was data collecting which was done ...
APLIKASI IRIGASI TETES BERTINGKAT DENGAN TANAMAN CABE DI PERUMAHAN PADAT PENDUDUK KOTA MATARAM HULU
APLIKASI IRIGASI TETES BERTINGKAT DENGAN TANAMAN CABE DI PERUMAHAN PADAT PENDUDUK KOTA MATARAM HULU
Studi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemberian irigasi tetes bertingkat yang menggunakan pipa lateral dari pipa Netafim (NTF) 12 mm dan PVC ½”, terhadap media tanah dalam...
PARTISIPASI ORGANISASI PETANI DALAM OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER DI KECAMATAN MANGKUTANA
PARTISIPASI ORGANISASI PETANI DALAM OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER DI KECAMATAN MANGKUTANA
Kecamatan Mangkutana dengan penduduk mayoritas petani dan memiliki sawah beririgasi seluas 2.383 HA, sehingga Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai penerima manfaat langsung...
Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II
Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II
[IN] Daerah irigasi kuok II memiliki luas sawah sekitar 200 hektar, sumber air irigasinya di supplay dari sungai irigasi kuok II. Permasalahan ketersediaan air didaerah irigasi in...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis  Pajak  Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19   Irlan Fery   Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
ANALISIS DAERAH IRIGASI KATIMIN KABUPATEN SORONG
ANALISIS DAERAH IRIGASI KATIMIN KABUPATEN SORONG
Kabupaten Sorong berbatasan dengan Kabupaten Raja Ampat di sebalah utara dan baratnya, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sorong Selatan dan sebelah timur berbat...
PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI BATANG ASAI KABUPATEN SAROLANGUN
PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI BATANG ASAI KABUPATEN SAROLANGUN
Upaya pemerintah dalam  memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras telah dilakukan diantaranya melalui program pembangunan jaringan irigasi. Untuk dapat mengalirkan air dari bendung...

Back to Top