Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II
View through CrossRef
[IN]
Daerah irigasi kuok II memiliki luas sawah sekitar 200 hektar, sumber air irigasinya di supplay dari sungai irigasi kuok II. Permasalahan ketersediaan air didaerah irigasi ini berdasarkan pra penelitian dilapangan terindikasi kekurangan ketersediaan air, dimana lahan yang dapat diairi hanya 50% pada saat musim kemarau hal ini disebabkan menyusut nya debit air disungai irigasi Kuok II..Perhitungan neraca air ini digunakan untuk mengevaluasi ketersediaan air serta menentukan kondisi suatu daerah mengalami defisit atau surplus. Analisa dilakukan dari data sekunder yaitu analisa hidrologi hujan rata-rata daerah. Setelah itu dilakukan perhitungan analisa evapotranspirasi menggunakan pendekatan penman, dan Metode Thornwhaite & Mather. Daerah Irigasi (D,I) Kuok II terdiri dari 215,71 hektar sawah potensial, dengan perkiraan kebutuhan air sebanyak 244,59 l/hari, Kebutuhan air irigasi di hitung selama masa persiapan lahan dimana Nilai IR tertingggi terjadi pada bulan Maret periode II yaitu, 470,71 l/det/ha, kebutuhan air irigasi paling sedekit terjadi pada bulan Januari periode 1 yaitu, 12,65l /det/ha, Sedangkan ketersediaaan debit air pada irigasi Kuok II berdasarkan perhitungan Run Off, mampu memenuhi kebutuhan dengan total ketersediaan sebesar 851,94 l/dt, Besarnya perbedaan antara kebutuhan air di sawah dengan ketersediaan air disumber irigasi 381,23 l/dt. Dari hasil analisa perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air irigasi didapatkan hasil bahwa ketersediaan air pada Daerah Irigasi Kuok II mampu mencukupi kebutuhan air untuk persawahan. Hal ini didasarkan pada besar nya nilai Run Off pada periode 2010-2020, perkiraan kebutuhan air 244,59 l/hari dan ketersediaan debit air pada irigasi Kuok II berdasarkan perhitungan RUN Off sebesar 851,94 l/hari.
[EN] The Kuok II Irrigation Area, covering approximately 200 hectares of rice fields, depends on water from the Kuok II irrigation river. Preliminary field observations indicated limited water availability, particularly during the dry season, when only about half of the land could be irrigated due to reduced river discharge. To assess this condition, a water balance analysis was conducted using secondary hydrological data, including rainfall analysis, evapotranspiration estimation with the Penman approach, and the Thornthwaite & Mather method. These methods are widely used in irrigation studies to determine crop water demand and evaluate the balance between supply and requirement. The Kuok II Irrigation Area (D.I) has a potential of 215.71 hectares of rice fields with an estimated daily water requirement of 244.59 liters. The analysis shows that irrigation needs vary throughout the year at 470.71 l/sec/ha during land preparation, while the lowest occurs in January (Period I) at only 12.65 l/sec/ha. Runoff analysis based on data from 2010–2020 indicated that the available water discharge in the Kuok II irrigation river reaches 851.94 l/sec, which exceeds the irrigation demand by 381.23 l/sec. These results suggest that despite seasonal fluctuations, the overall availability of irrigation water is sufficient to meet the needs in the Kuok II area. In conclusion, the integration of rainfall data, evapotranspiration estimation, and water balance calculations demonstrates that water resources in the Kuok II Irrigation Area are adequate to support sustainable rice cultivation, while emphasizing the need for continuous monitoring to maintain efficient and effective water management.
Title: Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II
Description:
[IN]
Daerah irigasi kuok II memiliki luas sawah sekitar 200 hektar, sumber air irigasinya di supplay dari sungai irigasi kuok II.
Permasalahan ketersediaan air didaerah irigasi ini berdasarkan pra penelitian dilapangan terindikasi kekurangan ketersediaan air, dimana lahan yang dapat diairi hanya 50% pada saat musim kemarau hal ini disebabkan menyusut nya debit air disungai irigasi Kuok II.
Perhitungan neraca air ini digunakan untuk mengevaluasi ketersediaan air serta menentukan kondisi suatu daerah mengalami defisit atau surplus.
Analisa dilakukan dari data sekunder yaitu analisa hidrologi hujan rata-rata daerah.
Setelah itu dilakukan perhitungan analisa evapotranspirasi menggunakan pendekatan penman, dan Metode Thornwhaite & Mather.
Daerah Irigasi (D,I) Kuok II terdiri dari 215,71 hektar sawah potensial, dengan perkiraan kebutuhan air sebanyak 244,59 l/hari, Kebutuhan air irigasi di hitung selama masa persiapan lahan dimana Nilai IR tertingggi terjadi pada bulan Maret periode II yaitu, 470,71 l/det/ha, kebutuhan air irigasi paling sedekit terjadi pada bulan Januari periode 1 yaitu, 12,65l /det/ha, Sedangkan ketersediaaan debit air pada irigasi Kuok II berdasarkan perhitungan Run Off, mampu memenuhi kebutuhan dengan total ketersediaan sebesar 851,94 l/dt, Besarnya perbedaan antara kebutuhan air di sawah dengan ketersediaan air disumber irigasi 381,23 l/dt.
Dari hasil analisa perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air irigasi didapatkan hasil bahwa ketersediaan air pada Daerah Irigasi Kuok II mampu mencukupi kebutuhan air untuk persawahan.
Hal ini didasarkan pada besar nya nilai Run Off pada periode 2010-2020, perkiraan kebutuhan air 244,59 l/hari dan ketersediaan debit air pada irigasi Kuok II berdasarkan perhitungan RUN Off sebesar 851,94 l/hari.
[EN] The Kuok II Irrigation Area, covering approximately 200 hectares of rice fields, depends on water from the Kuok II irrigation river.
Preliminary field observations indicated limited water availability, particularly during the dry season, when only about half of the land could be irrigated due to reduced river discharge.
To assess this condition, a water balance analysis was conducted using secondary hydrological data, including rainfall analysis, evapotranspiration estimation with the Penman approach, and the Thornthwaite & Mather method.
These methods are widely used in irrigation studies to determine crop water demand and evaluate the balance between supply and requirement.
The Kuok II Irrigation Area (D.
I) has a potential of 215.
71 hectares of rice fields with an estimated daily water requirement of 244.
59 liters.
The analysis shows that irrigation needs vary throughout the year at 470.
71 l/sec/ha during land preparation, while the lowest occurs in January (Period I) at only 12.
65 l/sec/ha.
Runoff analysis based on data from 2010–2020 indicated that the available water discharge in the Kuok II irrigation river reaches 851.
94 l/sec, which exceeds the irrigation demand by 381.
23 l/sec.
These results suggest that despite seasonal fluctuations, the overall availability of irrigation water is sufficient to meet the needs in the Kuok II area.
In conclusion, the integration of rainfall data, evapotranspiration estimation, and water balance calculations demonstrates that water resources in the Kuok II Irrigation Area are adequate to support sustainable rice cultivation, while emphasizing the need for continuous monitoring to maintain efficient and effective water management.
Related Results
APLIKASI IRIGASI TETES BERTINGKAT DENGAN TANAMAN CABE DI PERUMAHAN PADAT PENDUDUK KOTA MATARAM HULU
APLIKASI IRIGASI TETES BERTINGKAT DENGAN TANAMAN CABE DI PERUMAHAN PADAT PENDUDUK KOTA MATARAM HULU
Studi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemberian irigasi tetes bertingkat yang menggunakan pipa lateral dari pipa Netafim (NTF) 12 mm dan PVC ½”, terhadap media tanah dalam...
Kajian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi
Kajian Aset Nirwujud dalam Manajemen Sistem Irigasi
The research aimed at studying on intangible assets at irrigation system management. The research method consisted oftwo stages. The first stage was data collecting which was done ...
ANALISIS DAERAH IRIGASI KATIMIN KABUPATEN SORONG
ANALISIS DAERAH IRIGASI KATIMIN KABUPATEN SORONG
Kabupaten Sorong berbatasan dengan Kabupaten Raja Ampat di sebalah utara dan baratnya, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sorong Selatan dan sebelah timur berbat...
Efisiensi Sistem Irigasi Pipa untuk Mengidentifikasi Tingkat Kelayakan Pemberian Air dalam Pengelolaan Air Irigasi
Efisiensi Sistem Irigasi Pipa untuk Mengidentifikasi Tingkat Kelayakan Pemberian Air dalam Pengelolaan Air Irigasi
Kehilangan air irigasi yang umum terjadi pada suatu areal pertanian selama pemberian air adalah aliran permukaan dan perkolasi yang keluar dari daerah perakaran. Irigasi pipa yang...
Analisis neraca air Sub DAS Irigasi Wirway Kabupaten Sarmi Provinsi Papua
Analisis neraca air Sub DAS Irigasi Wirway Kabupaten Sarmi Provinsi Papua
Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi merupakan salah satu potensi lahan irigasi teknis di Provinsi Papua yang belum termanfaatkan secara optimum. Mengingat kebutuhan beras yang semakin ...
Rancangan Irigasi Sprinkler Portable Tanaman Pakchoy
Rancangan Irigasi Sprinkler Portable Tanaman Pakchoy
Salah satu teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air irigasi adalah irigasi sprinkler. Namun dalam penerapan sistem irigasi sprinkler di lapangan m...
EVALUASI TATA KELOLA DAN KINERJA KELEMBAGAAN KOMISI IRIGASI (KOMIR) KABUPATEN PANDEGLANG
EVALUASI TATA KELOLA DAN KINERJA KELEMBAGAAN KOMISI IRIGASI (KOMIR) KABUPATEN PANDEGLANG
Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi berbagai pencapaian dan realisasi program kerja komisi irigasi, (ii) menilai kinerja kelembagaan komisi irigasi dan (ii) merekom...
ANALISA KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI MERJAN KABUPATEN PANGANDARAN
ANALISA KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI MERJAN KABUPATEN PANGANDARAN
Daerah Irigasi Merjan yang kewenangannya berada di bawah UPTD SDA WS Ciwulan – Cilaki dan merupakan wilayah kerja SUP WS Cimedang – Ciputrapinggan Kabupaten Pangandaran mengairi lu...

