Javascript must be enabled to continue!
Analisis Ketersediaan Air D.I Paya Alue Udeung Kabupaten Bireuen, Aceh
View through CrossRef
Mengacu pada Permen PU.No.14/PRT/M/2015/ Tentang Kriteria Dan Penetapan Status Daerah Irigasi, D.I Paya Alue Udeung memiliki luas 114 Ha dan terletak di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Sumber air Bendung Paya Alue Udeung yang berasal dari sumber air Daerah Irigasi Paya Alue Udeung dengan luas areal layanan 57,84 Ha. Permasalahan yang dihadapi pada sawah tadah hujan D.I Paya Alue Udeung Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adalah lahan pertanian tidak dapat terairi dengan baik dan mengakibatkan ketidakcukupan air irigasi untuk mengairi pertanian di desa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan irigasi dan kebutuhan air pada sawah tadah hujan di Desa Blang Dalam sehingga mendapatkan salah satu solusi teknis pada saat memasuki musim kemarau. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data primer meliputi kecepatan aliran, dimensi saluran dan data kuisioner. Data sekunder meliputi skema jaringan irigasi, topografi dan demografi. Pengukuran debit air di ukur menggunakan metode pelampung (manual) dengan mencari luas penampang dan kecepatan aliran. Hasil penelitian didapatkan ketersediaan air irigasi rata – rata 0,109 m³/det. Tingkat tidak memenuhi kebutuhan aliran air dari bendungan Paya Alue Udeung untuk lahan persawahan berada pada persentase 75%, terjadi permasalahan pada irigasi yaitu di bulan Mei, Juni, dan Juli, sehingga kondisi irigasi pada sawah tadah hujan D.I Paya Alue Udeung memiliki permasalahan yaitu kekurangan air. Solusi teknis yang dibutuhkan guna mengatasi permasalahan pada irigasi sawah tadah hujan D.I Paya Alue Udeung yaitu petani membutuhkan saluran cacing pada lahan persawahan sehingga air dapat mengalir secara merata ke seluruh petak sawah.
Title: Analisis Ketersediaan Air D.I Paya Alue Udeung Kabupaten Bireuen, Aceh
Description:
Mengacu pada Permen PU.
No.
14/PRT/M/2015/ Tentang Kriteria Dan Penetapan Status Daerah Irigasi, D.
I Paya Alue Udeung memiliki luas 114 Ha dan terletak di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.
Sumber air Bendung Paya Alue Udeung yang berasal dari sumber air Daerah Irigasi Paya Alue Udeung dengan luas areal layanan 57,84 Ha.
Permasalahan yang dihadapi pada sawah tadah hujan D.
I Paya Alue Udeung Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adalah lahan pertanian tidak dapat terairi dengan baik dan mengakibatkan ketidakcukupan air irigasi untuk mengairi pertanian di desa tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan irigasi dan kebutuhan air pada sawah tadah hujan di Desa Blang Dalam sehingga mendapatkan salah satu solusi teknis pada saat memasuki musim kemarau.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer.
Data primer meliputi kecepatan aliran, dimensi saluran dan data kuisioner.
Data sekunder meliputi skema jaringan irigasi, topografi dan demografi.
Pengukuran debit air di ukur menggunakan metode pelampung (manual) dengan mencari luas penampang dan kecepatan aliran.
Hasil penelitian didapatkan ketersediaan air irigasi rata – rata 0,109 m³/det.
Tingkat tidak memenuhi kebutuhan aliran air dari bendungan Paya Alue Udeung untuk lahan persawahan berada pada persentase 75%, terjadi permasalahan pada irigasi yaitu di bulan Mei, Juni, dan Juli, sehingga kondisi irigasi pada sawah tadah hujan D.
I Paya Alue Udeung memiliki permasalahan yaitu kekurangan air.
Solusi teknis yang dibutuhkan guna mengatasi permasalahan pada irigasi sawah tadah hujan D.
I Paya Alue Udeung yaitu petani membutuhkan saluran cacing pada lahan persawahan sehingga air dapat mengalir secara merata ke seluruh petak sawah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
BIREUEN PADA MASA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (1945-1949)
BIREUEN PADA MASA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (1945-1949)
Penelitian berjudul “Bireuen Pada Masa Mempertahankan Kemerdekaan (1945-1949)” ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keadaan Bireuen pada masa proklamasi kemerdekaan, untuk...
GERAKAN KOMUNITAS ALUE DEAH TEUNGOH (ADT) BANDA ACEH MENGUBAH SAMPAH SASET MENJADI KEMASAN BERHARGA
GERAKAN KOMUNITAS ALUE DEAH TEUNGOH (ADT) BANDA ACEH MENGUBAH SAMPAH SASET MENJADI KEMASAN BERHARGA
This research aims to reveal good practices in sachet waste management in Alue Deah Teungoh Village, Meuraxa District, Banda Aceh City. Waste management there began with Banda Aceh...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
AbstrakRencong merupakan produk budaya lokal Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek monyangnya suku Aceh. Rencong sebagai senjata tradisional sekaligus simbol identit...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non Pertanian di Kabupaten Bireuen
Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non Pertanian di Kabupaten Bireuen
Penggunaan lahan pemukiman di Kabupaten Bireuen, berkembang sangat pesat dalam kurun waktu 2006 hingga 2011, yaitu seluas 8.967,76 ha atau 4,99 %, sehingga mencapai 13.272,94 ha at...

