Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS REMBESAN PADA BENDUNGAN TIPE URUGAN (UJI SIMULASI LAB)
View through CrossRef
Bendungan adalah sebuah struktur konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air dari sisi hulu ke hilir. Salah satu masalah pada bendungan adalah rembesan. Rembesan didefenisikan sebagai sifat bahan berpori yang memungkinkan cairan yang berupa air atau minyak mengalir melewati rongga pori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi tinggi hidrostatis terhadap rembesan yang terjadi pada tubuh bendungan. Material pembentuk tubuh bendungan adalah jenis tanah lempung organik. Penelitian ini meninjau pola rembesan dan debit rembesan terhadap variasi tinggi hidrostatis. Debit rembesan (Qf) dihitung menggunakan 3 metode yaitu metode Dupuit, metode Schaffernak, dan metode Cassagrande. Variasi tinggi hidrostatis yang ditinjau adalah H10, H15, dan H20. Pada metode Cassagrande memperlihatkan debit yang tertinggi untuk H10 dan H15, pola rembesan yang terjadi tidak signifikan, karena waktu rembesannya sangat lambat, akibatnya debit rembesan yang dihasilkan pun sangat kecil. Sedangkan pada tinggi hidrostatis H20 metode Schaffernak memperlihatkan debit yang tertinggi. Berbeda dengan variasi tinggi H20 pola rembesan yang terjadi sangat signifikan, Karena waktu rembesannya sangat cepat, akibatnya debit rembesan yang dihasilkan pun sangat besar. Kata kunci : Rembesan, Tinggi Hidrostatis, Bendungan Urugan
Publikasi Jurnal Ilmiah Akademik Universitas Muhammadiyah Makassar
Title: ANALISIS REMBESAN PADA BENDUNGAN TIPE URUGAN (UJI SIMULASI LAB)
Description:
Bendungan adalah sebuah struktur konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air dari sisi hulu ke hilir.
Salah satu masalah pada bendungan adalah rembesan.
Rembesan didefenisikan sebagai sifat bahan berpori yang memungkinkan cairan yang berupa air atau minyak mengalir melewati rongga pori.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi tinggi hidrostatis terhadap rembesan yang terjadi pada tubuh bendungan.
Material pembentuk tubuh bendungan adalah jenis tanah lempung organik.
Penelitian ini meninjau pola rembesan dan debit rembesan terhadap variasi tinggi hidrostatis.
Debit rembesan (Qf) dihitung menggunakan 3 metode yaitu metode Dupuit, metode Schaffernak, dan metode Cassagrande.
Variasi tinggi hidrostatis yang ditinjau adalah H10, H15, dan H20.
Pada metode Cassagrande memperlihatkan debit yang tertinggi untuk H10 dan H15, pola rembesan yang terjadi tidak signifikan, karena waktu rembesannya sangat lambat, akibatnya debit rembesan yang dihasilkan pun sangat kecil.
Sedangkan pada tinggi hidrostatis H20 metode Schaffernak memperlihatkan debit yang tertinggi.
Berbeda dengan variasi tinggi H20 pola rembesan yang terjadi sangat signifikan, Karena waktu rembesannya sangat cepat, akibatnya debit rembesan yang dihasilkan pun sangat besar.
Kata kunci : Rembesan, Tinggi Hidrostatis, Bendungan Urugan.
Related Results
Analisis Tekanan Air Pori Dan Rembesan Pada Proyek Pembangunan Bendungan Tigadihaji Sumatera Selatan
Analisis Tekanan Air Pori Dan Rembesan Pada Proyek Pembangunan Bendungan Tigadihaji Sumatera Selatan
Masalah yang sering dihadapi dalam sebuah konstruksi bendungan urugan adalah rembesan. Pada dasarnya air yang tertampung dalam sebuah waduk ataupun bendungan akan selalu mencari ja...
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
Bendungan Gunungrowo dibangun sejak tahun 1925 terletak pada Sungai Wadi. Bendungan ini mempunyai tipe urugan tanah homogen dan mempunyai tinggi 20,5 m, dengan kapasitas tampungan ...
Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Keberhasilan operasional sebuah bendungan sangat dipengaruhi oleh stabilitas lereng dan keamanan terhadap rembesan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas lereng dan keam...
ANALISIS REMBESAN DAN STABILITAS BENDUNGAN SARADAN
ANALISIS REMBESAN DAN STABILITAS BENDUNGAN SARADAN
Bendungan Saradan merupakan salah satu bendungan yang terletak di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bendungan Saradan dibangun antara tahun 1942 oleh Pemeri...
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dokumen perencanaan teknis yang dilengkapi gambar perencanaan/desain peningkatan bendungan Benanga.Penelitian dilaksanakan di kawasan ben...
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Selain memberikan manfaat bagi manusia, bendungan juga menimbulkan potensi bahaya yang besar bagi sekitarnya. Potensi bahaya tersebut adalah runtuhnya bangunan bendungan yang dapa...
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, oleh karena itu seluruh infrastruktur yang dimiliki harus dilakukan analisis risiko guna dapat dilakukan upaya-upaya mitigasinya. Sal...
Analisis Stabilitas Pondasi Terhadap Rembesan Dan Piping Pada Bendungan (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang)
Analisis Stabilitas Pondasi Terhadap Rembesan Dan Piping Pada Bendungan (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang)
Pondasi bendungan menjadi struktur dasar yang memenuhi persyaratan sebagai sektor pendukung pembangunan bendungan serta memastikan keamanan terhadap salah satu ancaman serius berup...

