Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUKUM KANUN PAHANG SEBAGAI COUNTER-ARCHIVE: ANALISIS DEKOLONIAL TERHADAP ARKIB KOLONIAL BRITISH

View through CrossRef
Hukum Kanun Pahang (HKP) ialah kod undang-undang bertulis tertua kedua di Tanah Melayu selepas Hukum Kanun Melaka Ia disusun semasa pemerintahan Sultan Abdul Ghafur Muhiuddin Shah (1592-1614). Kajian ini menilai HKP sebagai sebuah counter-archive yang mencabar dominasi arkib kolonial British dalam pembentukan historiografi Pahang dan Tanah Melayu. Berasaskan kerangka teori kuasa–pengetahuan Foucault, teori arkib kolonial Stoler, orientalisme Said dan epistemic injustice Fricker, kajian ini menunjukkan bahawa pengabaian terhadap HKP dalam sumber kolonial bukanlah kecuaian, tetapi strategi epistemik yang terancang untuk mengekalkan hegemoni imperial. Melalui analisis hermeneutik, analisis teks hukum, pembacaan against the grain dan triangulasi antara manuskrip tempatan serta dokumen kolonial, kajian ini mendapati HKP membuktikan kewujudan sistem undang-undang bertulis, struktur governan, ekonomi maritim, etika sosial dan epistemologi Melayu-Islam yang matang sebelum kedatangan British. HKP mengungkapkan memori sejarah yang dipadamkan kolonial termasuk hukum syariah-adat, jaringan perdagangan Sungai Pahang, institusi ulama, dan nilai politik Islam sekali gus memposisikan HKP sebagai dokumen dekolonial yang memulihkan naratif, identiti dan agensi intelektual masyarakat Melayu-Pahang. Kajian ini menegaskan keperluan menulis semula historiografi Pahang melalui sumber tempatan serta mengarusperdanakan HKP dalam penyelidikan undang-undang, sejarah dan governan Melayu-Islam.
Title: HUKUM KANUN PAHANG SEBAGAI COUNTER-ARCHIVE: ANALISIS DEKOLONIAL TERHADAP ARKIB KOLONIAL BRITISH
Description:
Hukum Kanun Pahang (HKP) ialah kod undang-undang bertulis tertua kedua di Tanah Melayu selepas Hukum Kanun Melaka Ia disusun semasa pemerintahan Sultan Abdul Ghafur Muhiuddin Shah (1592-1614).
Kajian ini menilai HKP sebagai sebuah counter-archive yang mencabar dominasi arkib kolonial British dalam pembentukan historiografi Pahang dan Tanah Melayu.
Berasaskan kerangka teori kuasa–pengetahuan Foucault, teori arkib kolonial Stoler, orientalisme Said dan epistemic injustice Fricker, kajian ini menunjukkan bahawa pengabaian terhadap HKP dalam sumber kolonial bukanlah kecuaian, tetapi strategi epistemik yang terancang untuk mengekalkan hegemoni imperial.
Melalui analisis hermeneutik, analisis teks hukum, pembacaan against the grain dan triangulasi antara manuskrip tempatan serta dokumen kolonial, kajian ini mendapati HKP membuktikan kewujudan sistem undang-undang bertulis, struktur governan, ekonomi maritim, etika sosial dan epistemologi Melayu-Islam yang matang sebelum kedatangan British.
HKP mengungkapkan memori sejarah yang dipadamkan kolonial termasuk hukum syariah-adat, jaringan perdagangan Sungai Pahang, institusi ulama, dan nilai politik Islam sekali gus memposisikan HKP sebagai dokumen dekolonial yang memulihkan naratif, identiti dan agensi intelektual masyarakat Melayu-Pahang.
Kajian ini menegaskan keperluan menulis semula historiografi Pahang melalui sumber tempatan serta mengarusperdanakan HKP dalam penyelidikan undang-undang, sejarah dan governan Melayu-Islam.

Related Results

Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
Grand Design Reformasi Penelitian Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia
Grand Design Reformasi Penelitian Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia
Dillihat dari sisi penelitian hukum, pembangunan hukum nasional merupakan wujud sistem hukum nasional, harus didukung oleh perencanaan pembentukan materi hukum, penelitian hukum, p...
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana narasi counter-stereotype direpresentasikan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif de...
Revitalisasi Konsep Hukum Pembangunan Mochtar Kusumaatmadja dalam Pembaruan Hukum Kontemporer
Revitalisasi Konsep Hukum Pembangunan Mochtar Kusumaatmadja dalam Pembaruan Hukum Kontemporer
Konsep Hukum Pembangunan yang digagas Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja merupakan teori hukum asli Indonesia yang menekankan hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat, di mana huku...
PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI ORANG MISKIN MENURUTUNDANG-UNDANG ADVOKAT DAN UNDANG-UNDANGBANTUAN HUKUM
PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI ORANG MISKIN MENURUTUNDANG-UNDANG ADVOKAT DAN UNDANG-UNDANGBANTUAN HUKUM
Postprint:Seringkali orang miskin tidak memperoleh pembelaan hukum dan diperlakukan tidak adil.Pemberlakuan UU Advokat dan UU Bantuan Hukum memperlihatkan sikap responsif Presiden ...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...

Back to Top