Javascript must be enabled to continue!
Dampak Jenis Cacing Tanah Dan Jenis Kotoran Ternak Terhadap Kualitas Vermikompos
View through CrossRef
Cacing tanah merupakan organisme makro fauna yang memiliki potensi dan peran yang besar dalam perbaikan di dalam tanah, baik melalui perannya sebagai decomposer maupun melalui kotoran yang dihasilkan (vermicompost). Namun setiap jenis cacing memiliki perbedaan kualitas dalam decomposisi dan juga perbedaan pada kotoran yang dihasilkan (vermicompost). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas dan efisiensi pada berbagai jenis cacing tanah dalam proses dekomposisi media dan menguji kualitas vermikompos pada bahan baku kotoran ternak memenuhi strandarisasi pupuk organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah jenis kotoran ternak yaitu kotoran sapi dan kotoran kambing. Faktor kedua yaitu jenis cacing tanah Pheretima asiatica, Perionyx excavatus, dan Lumbricus rubellus, tahap selanjutya yakni analisis laboratorium. Data yang dihasilkan dari analisa lapangan dan laboratorium dianalisis dan disajikan secara sistematis berupa grafik dan Tabel. Tabel dan grafik berisi tentang parameter kimia, dan kualitas kandungan dari vermikompos oleh cacing tanah. Cacing tanah jenis Perionyx excavatus memiliki kualitas lebih baik dalam decomposisi karena tipe cacing tanah yang agresif, sehingga kualitas vermikompos yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan dengan jenis cacing tanah Pheretima asiatica dan Lumbricus rubellus.
Title: Dampak Jenis Cacing Tanah Dan Jenis Kotoran Ternak Terhadap Kualitas Vermikompos
Description:
Cacing tanah merupakan organisme makro fauna yang memiliki potensi dan peran yang besar dalam perbaikan di dalam tanah, baik melalui perannya sebagai decomposer maupun melalui kotoran yang dihasilkan (vermicompost).
Namun setiap jenis cacing memiliki perbedaan kualitas dalam decomposisi dan juga perbedaan pada kotoran yang dihasilkan (vermicompost).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas dan efisiensi pada berbagai jenis cacing tanah dalam proses dekomposisi media dan menguji kualitas vermikompos pada bahan baku kotoran ternak memenuhi strandarisasi pupuk organik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial.
Faktor pertama adalah jenis kotoran ternak yaitu kotoran sapi dan kotoran kambing.
Faktor kedua yaitu jenis cacing tanah Pheretima asiatica, Perionyx excavatus, dan Lumbricus rubellus, tahap selanjutya yakni analisis laboratorium.
Data yang dihasilkan dari analisa lapangan dan laboratorium dianalisis dan disajikan secara sistematis berupa grafik dan Tabel.
Tabel dan grafik berisi tentang parameter kimia, dan kualitas kandungan dari vermikompos oleh cacing tanah.
Cacing tanah jenis Perionyx excavatus memiliki kualitas lebih baik dalam decomposisi karena tipe cacing tanah yang agresif, sehingga kualitas vermikompos yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan dengan jenis cacing tanah Pheretima asiatica dan Lumbricus rubellus.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Aplikasi Vermikompos Feses Kuda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal TSS (True Seed Shallot)
Aplikasi Vermikompos Feses Kuda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal TSS (True Seed Shallot)
Penelitian ini bertujuan (1) mempelajari pengaruh vermikompos feses kuda terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas bawang merah TSS (True Seed Shalloot), (2) mengetahui berapa d...
KOMBINASI KOTORAN BURUNG PUYUH, SUSU BUBUK AFKIR, DAN TAPIOKA TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTIVASI CACING SUTERA (Tubifex sp)
KOMBINASI KOTORAN BURUNG PUYUH, SUSU BUBUK AFKIR, DAN TAPIOKA TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTIVASI CACING SUTERA (Tubifex sp)
Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada kegiatan pembenihan ikan. Cacing sutera ini mampu memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan larva i...
Prevalensi Nematodiasis pada Ternak Ruminansia Kecil di Yogyakarta
Prevalensi Nematodiasis pada Ternak Ruminansia Kecil di Yogyakarta
Salah satu kendala pada peternakan ruminansia adalah adanya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing (kecacingan). Indonesia sebagai negara beriklim tropis me...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (TUBIFEX SP.) DENGAN SISTEM RESIRKULASI
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (TUBIFEX SP.) DENGAN SISTEM RESIRKULASI
Cacing sutra (Tubifex sp.) merupakan salah satu pakan alami yang memiliki kandungan gizi tinggi dan dipakai untuk menyuplai asupan gizi bagi larva ikan.Kegiatan budidaya cacing sut...

