Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analysis of Zakat Management with Institutional Isomorphic Theorizing Approach

View through CrossRef
The potential of zakat in East Java is significant, reaching Rp547.4 billion. However, the collection results of ZIS by Baznas of East Java, both collected by Baznas at the provincial level and in districts/cities in East Java in 2021, only reached Rp122 billion. This means that only about 25 percent of ZIS potential could be collected. The objective of this study is to investigate how zakat institution applies institutional isomorphic theory to governance and administration. The research was conducted in Laznas Yatim Mandiri Ponorogo that employed in-depth interviews, observations, and documentation. Meanwhile, data sources were drawn from various references including journals, books, and other articles. The findings of the study demonstrate that the Laznas Yatim Mandiri in Ponorogo, Indonesia has managed in a coercive manner, within compliance with the shariah law and the 1945 Constitution. Through mimetic features, the Laznas Yatim Mandiri's administration has embraced many of the governance practices of other charitable institutions, particularly in the areas of information collecting, distribution, and transparency. In addition, the administration of the Laznas Yatim Mandiri through the normative aspect has served its purpose as an institution that adheres to the principles of good corporate governance, which include transparency, accountability, responsibility, independence, fairness, and equality.   Potensi zakat di Jawa Timur cukup besar yakni mencapai Rp547,4 miliar. Namun hasil penghimpunan ZIS yang dilakukan Baznas Jatim, baik yang dihimpun Baznas tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jatim pada tahun 2021, hanya mencapai Rp122 miliar. Artinya, potensi ZIS yang bisa dihimpun baru sekitar 25 persen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana lembaga zakat menerapkan teori isomorfik kelembagaan dalam tata kelola dan administrasi. Penelitian dilakukan di Laznas Yatim Mandiri Ponorogo dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan sumber data diambil dari berbagai referensi antara lain jurnal, buku, dan artikel lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Zakat Yatim Mandiri di Ponorogo, Indonesia telah melakukan pengelolaan secara korosif, sesuai dengan hukum syariah dan UUD 1945. Melalui ciri-ciri mimesis, penyelenggaraan Lembaga Zakat Yatim Mandiri telah banyak mengadopsi praktik tata kelola lembaga amal lainnya, khususnya di bidang pengumpulan, distribusi, dan transparansi informasi. Selain itu, penyelenggaraan Lembaga Zakat Yatim Mandiri melalui aspek normatif telah mencapai tujuannya sebagai lembaga yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran, dan kesetaraan.
Title: Analysis of Zakat Management with Institutional Isomorphic Theorizing Approach
Description:
The potential of zakat in East Java is significant, reaching Rp547.
4 billion.
However, the collection results of ZIS by Baznas of East Java, both collected by Baznas at the provincial level and in districts/cities in East Java in 2021, only reached Rp122 billion.
This means that only about 25 percent of ZIS potential could be collected.
The objective of this study is to investigate how zakat institution applies institutional isomorphic theory to governance and administration.
The research was conducted in Laznas Yatim Mandiri Ponorogo that employed in-depth interviews, observations, and documentation.
Meanwhile, data sources were drawn from various references including journals, books, and other articles.
The findings of the study demonstrate that the Laznas Yatim Mandiri in Ponorogo, Indonesia has managed in a coercive manner, within compliance with the shariah law and the 1945 Constitution.
Through mimetic features, the Laznas Yatim Mandiri's administration has embraced many of the governance practices of other charitable institutions, particularly in the areas of information collecting, distribution, and transparency.
In addition, the administration of the Laznas Yatim Mandiri through the normative aspect has served its purpose as an institution that adheres to the principles of good corporate governance, which include transparency, accountability, responsibility, independence, fairness, and equality.
  Potensi zakat di Jawa Timur cukup besar yakni mencapai Rp547,4 miliar.
Namun hasil penghimpunan ZIS yang dilakukan Baznas Jatim, baik yang dihimpun Baznas tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jatim pada tahun 2021, hanya mencapai Rp122 miliar.
Artinya, potensi ZIS yang bisa dihimpun baru sekitar 25 persen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana lembaga zakat menerapkan teori isomorfik kelembagaan dalam tata kelola dan administrasi.
Penelitian dilakukan di Laznas Yatim Mandiri Ponorogo dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Sedangkan sumber data diambil dari berbagai referensi antara lain jurnal, buku, dan artikel lainnya.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Zakat Yatim Mandiri di Ponorogo, Indonesia telah melakukan pengelolaan secara korosif, sesuai dengan hukum syariah dan UUD 1945.
Melalui ciri-ciri mimesis, penyelenggaraan Lembaga Zakat Yatim Mandiri telah banyak mengadopsi praktik tata kelola lembaga amal lainnya, khususnya di bidang pengumpulan, distribusi, dan transparansi informasi.
Selain itu, penyelenggaraan Lembaga Zakat Yatim Mandiri melalui aspek normatif telah mencapai tujuannya sebagai lembaga yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran, dan kesetaraan.

Related Results

Politik Hukum Lembaga Pengelola Zakat
Politik Hukum Lembaga Pengelola Zakat
Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan memberikan sudut pandang mengenai politik hukum lembaga pengelola zakat. Seperti yang telah diktahui zakat merupakan salah satu ...
Mispersepsi Masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap Konsep Amil Zakat
Mispersepsi Masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap Konsep Amil Zakat
It is suspected that the community in Pelem Village do not fully understand the concept of amil zakat as well as the duties, rights and obligations of amil zakat itself and the ami...
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN PENGETAHUAN TENTANG ZAKAT TERHADAP MINAT MASYARAKAT MEMBAYAR ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BEKASI
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN PENGETAHUAN TENTANG ZAKAT TERHADAP MINAT MASYARAKAT MEMBAYAR ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BEKASI
During the last 4 years there has been an increase in receipt of zakat funds at the Bekasi Regency National Amil Zakat Agency. The increase in receipt of zakat funds for 4 years is...
PENGELOLAAN INFAQ ZAKAT DAN SEDEKAH
PENGELOLAAN INFAQ ZAKAT DAN SEDEKAH
Abstrak Pokok masalah penelitian ini bagaimana pengelolalan zakat infaq dan sedekah. Dari pokok masalah tersebut maka dirumuskanlah sub masalah yaitu: Bagaimana proses pengelolaan...
Aplikasi Konsep Wakalah dalam Pembayaran Zakat Simpanan: Kajian di Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB)
Aplikasi Konsep Wakalah dalam Pembayaran Zakat Simpanan: Kajian di Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB)
Zakat has played an important role in the socio-economic development of Muslims to reduce income and wealth inequality among the people of a country. The contribution of zakat for ...
PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI NIRLABA BAGI UNIT PENGELOLA ZAKAT, INFAQ, DAN SEDEKAH (ZIS)
PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI NIRLABA BAGI UNIT PENGELOLA ZAKAT, INFAQ, DAN SEDEKAH (ZIS)
With 230 million Muslims, or 87% of Indonesia's overall 270 million population in 2020, the country has the ability to collect IDR 327 trillion in zakat annually. From IDR 327 tril...
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSEDUR MANAJEMEN PENGELOLAAN ZAKAT DI BAZNAS KABUPATEN TAKALAR
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSEDUR MANAJEMEN PENGELOLAAN ZAKAT DI BAZNAS KABUPATEN TAKALAR
Abstrak Islam mengenal konsep zakat, dimana merupakan kewajiban tiap umat islam. Zakat memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan atau pembangunan e...

Back to Top