Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Yuridis Putusan Mediasi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Dalam Perspektif Prinsip Islah dan Al Aslah untuk Mewujudkan Keadilan Bagi Konsumen

View through CrossRef
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai lembaga penyelesaian sengketa di luar pengadilan menghadapi kontradiksi dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999. Pasal 54 ayat (3) menyatakan putusan bersifat final dan mengikat, namun Pasal 58 ayat (2) masih memberi peluang bagi para pihak untuk mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung. Hal ini melemahkan kekuatan eksekutorial putusan mediasi dan menimbulkan ketidakpastian hukum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa putusan mediasi BPSK dalam perspektif Islah dan Al Aslah. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan secara konseptual dan filosofis. Bahan hukum primer meliputi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, serta peraturan terkait. Bahan hukum sekunder berupa literatur fiqh muamalah mengenai prinsip Islah dan Al Aslah. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui interpretasi gramatikal dan sistematis terhadap aturan hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan konsep kolaborasi Hukum Islam dalam prinsip Islah dan Al Aslah, putusan mediasi yang dihasilkan tidak hanya menghasilkan akta perdamaian yang memuat ganti rugi dalam penyelesaian sengketa dari para pihak. Namun juga dapat mengedepankan perdamaian dan kemaslahatan bersama bagi kedua belah pihak yang bersengketa. Meskipun sama-sama akta perdamaian dalam mediasi putusan BPSK dan akta perdamaian dalam Islah dan Al Aslah belum mempunyai kekuatan eksekutorial, namun penelitian juga merekomendasikan bahwa jika mediasi putusan BPSK mengadopsi prinsip Islah dan Al Aslah maka, terdapat adanya sangsi moral demi tercapainya kebaikan yang berkelanjutan dan mencegah konflik berkepanjangan antara kedua belah pihak yang bersengketa.
Title: Kajian Yuridis Putusan Mediasi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Dalam Perspektif Prinsip Islah dan Al Aslah untuk Mewujudkan Keadilan Bagi Konsumen
Description:
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai lembaga penyelesaian sengketa di luar pengadilan menghadapi kontradiksi dalam Undang-Undang No.
8 Tahun 1999.
Pasal 54 ayat (3) menyatakan putusan bersifat final dan mengikat, namun Pasal 58 ayat (2) masih memberi peluang bagi para pihak untuk mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung.
Hal ini melemahkan kekuatan eksekutorial putusan mediasi dan menimbulkan ketidakpastian hukum.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa putusan mediasi BPSK dalam perspektif Islah dan Al Aslah.
Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan secara konseptual dan filosofis.
Bahan hukum primer meliputi UU No.
8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No.
30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, serta peraturan terkait.
Bahan hukum sekunder berupa literatur fiqh muamalah mengenai prinsip Islah dan Al Aslah.
Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui interpretasi gramatikal dan sistematis terhadap aturan hukum.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan konsep kolaborasi Hukum Islam dalam prinsip Islah dan Al Aslah, putusan mediasi yang dihasilkan tidak hanya menghasilkan akta perdamaian yang memuat ganti rugi dalam penyelesaian sengketa dari para pihak.
Namun juga dapat mengedepankan perdamaian dan kemaslahatan bersama bagi kedua belah pihak yang bersengketa.
Meskipun sama-sama akta perdamaian dalam mediasi putusan BPSK dan akta perdamaian dalam Islah dan Al Aslah belum mempunyai kekuatan eksekutorial, namun penelitian juga merekomendasikan bahwa jika mediasi putusan BPSK mengadopsi prinsip Islah dan Al Aslah maka, terdapat adanya sangsi moral demi tercapainya kebaikan yang berkelanjutan dan mencegah konflik berkepanjangan antara kedua belah pihak yang bersengketa.

Related Results

Efektivitas Penyelesaian Sengketa Oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Jakarta Melalui Proses Konsiliasi
Efektivitas Penyelesaian Sengketa Oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Jakarta Melalui Proses Konsiliasi
Penyelesaian sengketa konsumen dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu mediasi, konsiliasi dan arbitrase. Akan tetapi, cara konsiliasi sangat minim dipilih oleh konsumen dan diangga...
Frase ‘Antara Lain’ Sebagai Awal Alasan Yang Lain Dalam Pembatalan Putusan Arbitrase
Frase ‘Antara Lain’ Sebagai Awal Alasan Yang Lain Dalam Pembatalan Putusan Arbitrase
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia lainnya untuk bertahan hidup.Oleh sebab itulah Aristoteles menyebut manusia dengan “zoon politicon.” Memang menjadi se...
Eksistensi Peradilan Adat Dalam Penyelesaian Sengketa di Sumatera Barat
Eksistensi Peradilan Adat Dalam Penyelesaian Sengketa di Sumatera Barat
Peradilan adat merupakan suatu lembaga organik yang berperan dalam menyelesaikan sengketa dalam sistem hukum adat. Pada daerah Minangkabau berdasarkan Pasal 1 ayat (8) Perda Prov. ...
PERANAN BPSK DALAM SENGKETA PERJANJAN KREDIT (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 592 K/Pdt.Sus-BPSK/2016)
PERANAN BPSK DALAM SENGKETA PERJANJAN KREDIT (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 592 K/Pdt.Sus-BPSK/2016)
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (yang selanjutnya disebut BPSK) merupakan lembaga di luar pengadilan yang menangani sengketa konsumen dan juga berwenang untuk melindungi hak-h...
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...
Penyelesaian Sengketa Melalui Ekstra Yudisial
Penyelesaian Sengketa Melalui Ekstra Yudisial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum penyelesaian sengketa melalui lembaga ekstra yudisial serta alasan mengapa putusan yang dihasilkan oleh lembaga tersebut...
EDUKASI PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN DI LUAR PENGADILAN
EDUKASI PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN DI LUAR PENGADILAN
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Samarinda telah terbentuk sejak tahun 2010, yang bertugas menyelesaikan sengketa konsumen yang berada di wilayah Kota Samarinda. Se...

Back to Top