Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penafsiran Ayat-ayat Isti`dzan dalam Tafsir Ibnu Katsir

View through CrossRef
Salah satu adab yang mulai ditinggalkan dan dianggap remeh oleh sebagian manusia yaitu adalah meminta izin, padahal adab ini sangat penting sekali dan besar manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui maksud dari Penafsiran ayat-ayat Istidzan dalam Al-Qur`ân, dan bagaimana penafsiran Ibnu Katsir pada ayat-ayat Isti`dzân tersebut. Penulis sengaja memilih metode penelitian kepustakaan (library research), karena jenis penelitian ini sesuai dengan topik permasalahan yang penulis kaji yaitu studi penafsiran ayat-ayat yang berkaitan tentang meminta izin dalam Al-Qur`ân menurut Tafsir Ibnu Katsir. Penulis menggunakan jenis penelitian ini karena sepenuhnya menggunakan sumber-sumber data dari buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Imam Ibnu Katsir dalam memaknai lafadz isti`dzân sesuai dengan konteks dan objek yang disandari lafadz isti`dzân. Ketika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang beriman maka maknanya adalah sifat positif yang mengajarkan tentang etika yang baik utuk meminta izin kepada orang lain berkaitan tentang hak dan wewenangnya, sedangkan jika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang-orang munafik maka maknanya adalah sikaf negatif yang menjelaskan tentang watak dan sikap mereka yang sebenarnya, contohnya saat diperintahkan untuk berangkat jihad maka mereka akan selalu meminta izin untuk tidak ikut berjihad dengan berbagai alasan yang bukan syar’i.
Title: Penafsiran Ayat-ayat Isti`dzan dalam Tafsir Ibnu Katsir
Description:
Salah satu adab yang mulai ditinggalkan dan dianggap remeh oleh sebagian manusia yaitu adalah meminta izin, padahal adab ini sangat penting sekali dan besar manfaatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui maksud dari Penafsiran ayat-ayat Istidzan dalam Al-Qur`ân, dan bagaimana penafsiran Ibnu Katsir pada ayat-ayat Isti`dzân tersebut.
Penulis sengaja memilih metode penelitian kepustakaan (library research), karena jenis penelitian ini sesuai dengan topik permasalahan yang penulis kaji yaitu studi penafsiran ayat-ayat yang berkaitan tentang meminta izin dalam Al-Qur`ân menurut Tafsir Ibnu Katsir.
Penulis menggunakan jenis penelitian ini karena sepenuhnya menggunakan sumber-sumber data dari buku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Imam Ibnu Katsir dalam memaknai lafadz isti`dzân sesuai dengan konteks dan objek yang disandari lafadz isti`dzân.
Ketika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang beriman maka maknanya adalah sifat positif yang mengajarkan tentang etika yang baik utuk meminta izin kepada orang lain berkaitan tentang hak dan wewenangnya, sedangkan jika lafadz isti`dzân disandarkan kepada orang-orang munafik maka maknanya adalah sikaf negatif yang menjelaskan tentang watak dan sikap mereka yang sebenarnya, contohnya saat diperintahkan untuk berangkat jihad maka mereka akan selalu meminta izin untuk tidak ikut berjihad dengan berbagai alasan yang bukan syar’i.

Related Results

IBN KATSIR : Telaáh Tafsir al-Quránnul Azim Karya Ibn Katsir
IBN KATSIR : Telaáh Tafsir al-Quránnul Azim Karya Ibn Katsir
Tafsir al-Quránnul Azim, karya ibn katsir ini merupakan salah satu kitab yang menjadi referensi dari sebagian banyak kitab tafsir, tidak asing ditelinga ketika seorang mubaliqh, ul...
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Abstrak: Tafsir Al-Qur’an adalah bidang studi yang fokus pada penafsiran dan pemahaman teks suci Al-Qur’an. Salah satu konsep yang sering dibahas adalah “Ulul Albab,” yaitu orang-o...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
Kandungan Nilai Tauhid Uluhiyah Pada Ayat Kursi
Kandungan Nilai Tauhid Uluhiyah Pada Ayat Kursi
Artikel ini membahas tentang kandungan nilai Tauhid Uluhiyah pada Ayat Kursi Studi Komparatif Penafsiran Sayyid Quthb dan Ibnu Katsir. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui...
STUDI KITAB TAFSIR AL-QUR’AN AL-AZIM KARYA IBNU KATSIR
STUDI KITAB TAFSIR AL-QUR’AN AL-AZIM KARYA IBNU KATSIR
AbstractTafsir Al-Qur'an Al-Azim, which is one of the most authoritative commentaries in the Islamic tradition. Motivated by the significance of this monumental work in the treasur...
Gaya dan Sistematika Tafsir
Gaya dan Sistematika Tafsir
Gaya dan sistematika tafsir merujuk pada pendekatan yang digunakan oleh para mufasir dalam menafsirkan Al-Qur'an. Setiap mufasir memiliki gaya yang berbeda, yang dipengaruhi oleh l...

Back to Top