Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

De-Konvergensi Ruang Media di Indonesia

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resistensi kultur, kualitas produk berita, serta beban kerja wartawan memengaruhi perubahan model bisnis media Tempo dari newsroom terkonvergensi menjadi de-convergence. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan jenis dan sifat kualitatif deskriptif. Penelitian ini fokus pada paradigma konstruktivis di mana peneliti berusaha menilik konstruksi sosial yang diciptakan kelompok sosial atas teknologi. Untuk melengkapi bahan, peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yakni wawancara, observasi, dan dokumen.         Beberapa teori dan konsep penelitian, di antaranya Social Construction of Technology (SCOT), relevant social group (kelompok sosial yang relevan), interpretative flexibility (fleksibilitas interpretasi), closure and stabilization (penutupan dan stabilisasi), wider context (konteks yang lebih luas), de-convergence, resistensi kultur, serta kualitas produk dan beban kerja wartawan.         Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Tempo tidak lagi menerapkan konvergensi integrated newsroom (newsroom 3.0). Penyebabnya lantaran adanya definisi ulang konsep konvergensi, resistensi kultur, dan bertambahnya beban kerja wartawan yang disertai dengan penurunan kualitas konten. Penurunan kualitas konten pun berdampak pada berkurangnya sirkulasi media cetak. Di sisi lain, pendapatan iklan Majalah Tempo dan Koran Tempo merosot. Hal ini mengindikasikan bahwa konsep konvergensi terintegrasi tidak efektif bagi Tempo untuk mempertahankan bisnis medianya, khususnya media cetak.         Untuk mengantisipasi penurunan profit, Tempo memutuskan de-convergence dan mengimplementasikan strategi konvergensi baru. Strategi itu adalah mengembangkan platform digital Majalah Tempo dan Koran Tempo berupa aplikasi. Aplikasi tersebut tak sekadar menawarkan berita yang dikemas dalam format PDF, tetapi juga interaktivitas. Kata Kunci: de-convergence newsroom, konvergensi media, Tempo, social construction of technology.
Universitas Multimedia Nusantara
Title: De-Konvergensi Ruang Media di Indonesia
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resistensi kultur, kualitas produk berita, serta beban kerja wartawan memengaruhi perubahan model bisnis media Tempo dari newsroom terkonvergensi menjadi de-convergence.
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan jenis dan sifat kualitatif deskriptif.
Penelitian ini fokus pada paradigma konstruktivis di mana peneliti berusaha menilik konstruksi sosial yang diciptakan kelompok sosial atas teknologi.
Untuk melengkapi bahan, peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yakni wawancara, observasi, dan dokumen.
        Beberapa teori dan konsep penelitian, di antaranya Social Construction of Technology (SCOT), relevant social group (kelompok sosial yang relevan), interpretative flexibility (fleksibilitas interpretasi), closure and stabilization (penutupan dan stabilisasi), wider context (konteks yang lebih luas), de-convergence, resistensi kultur, serta kualitas produk dan beban kerja wartawan.
        Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Tempo tidak lagi menerapkan konvergensi integrated newsroom (newsroom 3.
0).
Penyebabnya lantaran adanya definisi ulang konsep konvergensi, resistensi kultur, dan bertambahnya beban kerja wartawan yang disertai dengan penurunan kualitas konten.
Penurunan kualitas konten pun berdampak pada berkurangnya sirkulasi media cetak.
Di sisi lain, pendapatan iklan Majalah Tempo dan Koran Tempo merosot.
Hal ini mengindikasikan bahwa konsep konvergensi terintegrasi tidak efektif bagi Tempo untuk mempertahankan bisnis medianya, khususnya media cetak.
        Untuk mengantisipasi penurunan profit, Tempo memutuskan de-convergence dan mengimplementasikan strategi konvergensi baru.
Strategi itu adalah mengembangkan platform digital Majalah Tempo dan Koran Tempo berupa aplikasi.
Aplikasi tersebut tak sekadar menawarkan berita yang dikemas dalam format PDF, tetapi juga interaktivitas.
Kata Kunci: de-convergence newsroom, konvergensi media, Tempo, social construction of technology.

Related Results

Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
PENGALAMAN LESBIAN DALAM RUANG-RUANG KOMUNIKASI
PENGALAMAN LESBIAN DALAM RUANG-RUANG KOMUNIKASI
Ruang-ruang komunikasi seperti mengenali diri, mengenal satu sama lain, berbagi cerita bahkan mendapatkan pasangan dirasa sangat terbatas bagi perempuan lesbian, ada ruang kebisuan...
Analisis Konvergensi Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali
Analisis Konvergensi Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali
This study aims to determine whether there has been absolute convergence and conditional convergence in regencies/cities in Bali Province in 2017-2021. The data used are secondary ...
Analisis Konvergensi Inflasi Di Pulau Sumatera
Analisis Konvergensi Inflasi Di Pulau Sumatera
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konvergensi inflasi di Pulau Sumatera tahun 2016-2020. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Ba...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
Peningkatan Literasi Konvergensi Media bagi Mahasiswa melalui Praktik Lapangan di Jawa Pos
Peningkatan Literasi Konvergensi Media bagi Mahasiswa melalui Praktik Lapangan di Jawa Pos
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong terjadinya konvergensi media, yang menuntut para pelaku komunikasi, termasuk mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), untuk ...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract Advisory Committee Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
Konvergensi media pada perkembangan radio komersial di Yogyakarta (studi kasus pada radio Geronimo FM dan radio Swaragama FM)
Konvergensi media pada perkembangan radio komersial di Yogyakarta (studi kasus pada radio Geronimo FM dan radio Swaragama FM)
Perkembangan teknologi memungkinkan media konvensional khususnya media penyiaran televisi dan radio yang bersifat satu waktu dapat berubah bersifat multi-channel yang juga merupaka...

Back to Top