Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsep Perancangan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau

View through CrossRef
Abstract. Decree of the Regent of Indragiri Hilir Number 133/II/HK-2017 stipulates 176.36 ha as the location of slum areas in Indragiri Hilir Regency. The local government is trying to resolve this issue, one of which is by compiling the Plan for Prevention and Improvement of the Quality of Slum Housing and Slum Settlements (RP2KPKPK). However, there are 6.80 ha in Tembilahan Kota Village that have not been addressed in the RP2KPKPK document. This study aims to develop a concept for designing slum areas in Tembilahan Kota Village with a synoptic method framework. The analysis method used is site analysis with a mixed method approach. Data collected in this study were obtained through field observations, institutional surveys, and literature studies. The design results in this study will divide the area into three zones, namely (1) Bahtera Coastal Zone (2) Sentosa Revitalization Zone (3) Harmoni Heritage Zone. The design vision in this study is to create a waterfront residential area that carries the characteristics of Malay buildings with modern designs to present safe, comfortable, productive, and sustainable housing. Abstrak. Surat Keputusan Bupati Indragiri Hilir Nomor 133/II/HK-2017 menetapkan 176,36 ha sebagai lokasi kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Indragiri Hilir. Pemerintah daerah berupaya menyelesaikan isu ini salah satunya dengan penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK). Namun terdapat 6,80 Ha di Kelurahan Tembilahan Kota yang belum tertangani dalam dokumen RP2KPKPK. Studi ini bertujuan untuk menyusun konsep perancangan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Tembilahan Kota dengan kerangka kerja synoptic method. Metode analisis yang digunakan adalah analisis tapak dengan metode pendekatan mixed method. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ditempuh dengan observasi lapangan, survei instansional, dan studi literatur. Hasil perancangan dalam studi ini akan membagi kawasan ke dalam tiga zona yakni (1) Zona Pesisir Bahtera (2) Zona Revitalisasi Sentosa (3) Zona Warisan Harmoni. Visi perancangan dalam penelitian ini adalah menciptakan kawasan permukiman waterfront yang mengusung karakteristik bangunan Melayu dengan desain modern untuk menghadirkan hunian yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Title: Konsep Perancangan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau
Description:
Abstract.
Decree of the Regent of Indragiri Hilir Number 133/II/HK-2017 stipulates 176.
36 ha as the location of slum areas in Indragiri Hilir Regency.
The local government is trying to resolve this issue, one of which is by compiling the Plan for Prevention and Improvement of the Quality of Slum Housing and Slum Settlements (RP2KPKPK).
However, there are 6.
80 ha in Tembilahan Kota Village that have not been addressed in the RP2KPKPK document.
This study aims to develop a concept for designing slum areas in Tembilahan Kota Village with a synoptic method framework.
The analysis method used is site analysis with a mixed method approach.
Data collected in this study were obtained through field observations, institutional surveys, and literature studies.
The design results in this study will divide the area into three zones, namely (1) Bahtera Coastal Zone (2) Sentosa Revitalization Zone (3) Harmoni Heritage Zone.
The design vision in this study is to create a waterfront residential area that carries the characteristics of Malay buildings with modern designs to present safe, comfortable, productive, and sustainable housing.
Abstrak.
Surat Keputusan Bupati Indragiri Hilir Nomor 133/II/HK-2017 menetapkan 176,36 ha sebagai lokasi kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Indragiri Hilir.
Pemerintah daerah berupaya menyelesaikan isu ini salah satunya dengan penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK).
Namun terdapat 6,80 Ha di Kelurahan Tembilahan Kota yang belum tertangani dalam dokumen RP2KPKPK.
Studi ini bertujuan untuk menyusun konsep perancangan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Tembilahan Kota dengan kerangka kerja synoptic method.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis tapak dengan metode pendekatan mixed method.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ditempuh dengan observasi lapangan, survei instansional, dan studi literatur.
Hasil perancangan dalam studi ini akan membagi kawasan ke dalam tiga zona yakni (1) Zona Pesisir Bahtera (2) Zona Revitalisasi Sentosa (3) Zona Warisan Harmoni.
Visi perancangan dalam penelitian ini adalah menciptakan kawasan permukiman waterfront yang mengusung karakteristik bangunan Melayu dengan desain modern untuk menghadirkan hunian yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang terdapat kawasan kumuh. Kawasan kumuh Kota Bandar Lampung adalah 4.365,26 Ha, dimana 44,55 Ha kawasan kumuh berat, 2.073,...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKPK) Merupakan pendukung Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020 –...
STRATEGI PENGUATAN INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI UNTUK MENDORONG INVESTASI DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
STRATEGI PENGUATAN INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI UNTUK MENDORONG INVESTASI DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
The economic growth of Indragiri Hilir Regency in 2024 was recorded at 3.10%, while the regional investment growth in 2024 reached 6.79%, showing an improvement compared to -0.56% ...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
Judul penelitian ini adalah : “Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kota Tanpa Kumuh Neigborhood Upgrading And Shelter Sector Project (NUSSP) di   Kota Bima. Dengan tujuan   untuk m...
Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Pesisir Di Kecamatan Abeli
Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Pesisir Di Kecamatan Abeli
Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menentukan  indeks  kekumuhan  permukiman  pesisir  dan menganalisis kondisi eksisting permukiman di Kecamatan Abeli Kota Kendari dengan...
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
Desa Sangsit merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Buleleng yang memiliki sumberdaya kelautan yang potensial. Kenyataan ini didukung dengan peningkatan produktivitas hasil tangka...

Back to Top