Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Program Desa Tangguh Bencana dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Sosial: Narrative Literature Review
View through CrossRef
Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat rentan terhadap berbagai macam bencana, baik bencana alam, non-alam, maupun sosial. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan kapasitas masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial adalah Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi program DESTANA dalam kaitannya dengan ketahanan sosial melalui metode narrative literature review. Enam artikel ilmiah yang relevan dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan DESTANA mampu memperkuat ikatan sosial antar warga, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, membentuk jaringan relawan yang tanggap, dan membangun kesadaran bersama dalam menghadapi potensi bencana. Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih ditemui, seperti partisipasi warga yang belum merata, belum optimalnya pelibatan kelompok rentan, dan kendala keberlanjutan program. Oleh karena itu, pengembangan DESTANA perlu dilakukan secara adaptif dan partisipatif, serta berbasis pada potensi lokal agar ketahanan sosial dapat terbentuk secara utuh dan berkelanjutan.
ABSTRACT
Indonesia is highly vulnerable to various types of disasters, particularly in rural areas where infrastructure and institutional capacity are often limited. To strengthen community preparedness and resilience, the government has implemented the Disaster Resilient Village Program (DESTANA), which emphasizes participatory and community-based disaster risk reduction. This study critically examines the implementation of DESTANA in relation to social resilience using a narrative literature review approach. Data were collected through document analysis of six relevant scientific articles.. Thematic analysis was applied to synthesize findings across studies. Results indicate that DESTANA contributes significantly to strengthening social bonds among residents, increasing active community participation, forming responsive volunteer networks, and fostering collective awareness of disaster risks. However, challenges remain, including uneven participation, limited engagement of vulnerable groups, and sustainability constraints. These findings highlight the need for adaptive, participatory, and locally grounded strategies to ensure comprehensive and enduring social resilience.
LPPM Universitas Syiah Kuala
Title: Implementasi Program Desa Tangguh Bencana dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Sosial: Narrative Literature Review
Description:
Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat rentan terhadap berbagai macam bencana, baik bencana alam, non-alam, maupun sosial.
Kondisi ini mendorong perlunya penguatan kapasitas masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial adalah Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi program DESTANA dalam kaitannya dengan ketahanan sosial melalui metode narrative literature review.
Enam artikel ilmiah yang relevan dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui pendekatan kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan DESTANA mampu memperkuat ikatan sosial antar warga, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, membentuk jaringan relawan yang tanggap, dan membangun kesadaran bersama dalam menghadapi potensi bencana.
Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih ditemui, seperti partisipasi warga yang belum merata, belum optimalnya pelibatan kelompok rentan, dan kendala keberlanjutan program.
Oleh karena itu, pengembangan DESTANA perlu dilakukan secara adaptif dan partisipatif, serta berbasis pada potensi lokal agar ketahanan sosial dapat terbentuk secara utuh dan berkelanjutan.
ABSTRACT
Indonesia is highly vulnerable to various types of disasters, particularly in rural areas where infrastructure and institutional capacity are often limited.
To strengthen community preparedness and resilience, the government has implemented the Disaster Resilient Village Program (DESTANA), which emphasizes participatory and community-based disaster risk reduction.
This study critically examines the implementation of DESTANA in relation to social resilience using a narrative literature review approach.
Data were collected through document analysis of six relevant scientific articles.
Thematic analysis was applied to synthesize findings across studies.
Results indicate that DESTANA contributes significantly to strengthening social bonds among residents, increasing active community participation, forming responsive volunteer networks, and fostering collective awareness of disaster risks.
However, challenges remain, including uneven participation, limited engagement of vulnerable groups, and sustainability constraints.
These findings highlight the need for adaptive, participatory, and locally grounded strategies to ensure comprehensive and enduring social resilience.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...
MANAJEMEN DAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA MELALUI PENGEMBANGAN DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA)
MANAJEMEN DAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA MELALUI PENGEMBANGAN DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA)
Bencana alam merupakan acaman besar bagi Indonesia. Selama tahun 2020, dilaporkan terjadi bencana sejumlah 2.939 kejadian di Indonesia. Kabupaten Magelang merupakan salah satu wi...
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa
ABSTRAK Bencana tahunan yang masih sering terjadi di Kota Langsa adalah banjir yang banyak menyebabkan kerugian materil dan immateril. Beberapa Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kot...
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
KESIAPSIAGAAN ANAK DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI TERHADAP BENCANA
Latar belakang : Bencana merupakan suatu peristiwa yang dapat mengakibatkan kerugian baik harta benda, nyawa dan lingkungan. Faktor alam, non alam, dan faktor manusia merupakan fa...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract
The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
AbstractHealth crisis is an event/series of events that threaten the health of individuals or communities caused by disasters and / or potentially disasters. Researchs on health cr...

