Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FISIOTERAPI PADA POST ORIF ET CAUSA FRAKTUR INTERTROCHANTERIC FEMUR DEXTRA

View through CrossRef
Latar belakang: Fraktur intertrochanteric femur merupakan salah satu fraktur yang sering terjadi pada ekskremitas bawah. Masalah fisioterapi pada fraktur intertrochanteric femur pasca menjalani tindakan open reduction internal fixation adalah adanya nyeri, adanya bengkak, adanya keterbatasan lingkup gerak sendi dan adanya keterbatasan kemampuan fungsional pasien dalam melakukan activity daily living. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intervensi fisioterapi pada penurunan nyeri, penurunan oedema, peningkatan lingkup gerak sendi dan peningkatan kemampuan fungsional pasien. Metode: Penelitian ini berbasis case study dengan melibatkan pasien laki-laki berusia 88 tahun yang menjalani tindakan open reduction internal fixation pasca fraktur intertrochanteric femur dekstra. Hasil: Setelah dilakukan intervensi fisioterapi dengan modalitas fisioterapi selama 3 pertemuan dengan durasi terapi selama 45 menit mendapatkan hasil, terdapat penurunan intensitas nyeri, penurunan oedema, peningkatan lingkup gerak sendi dan pasien dapat melakukan activity daily living pada beberapa kegiatan dengan nyeri yang dapat ditoleransi oleh pasien. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulan bahwa terdapat perubahan yang cukup signifikan pada intensitas nyeri yang berkurang, penurunan oedema dan peningkatan lingkup gerak sendi, namun perubahan belum cukup signifikan pada kemampuan fungsional pasien.  Kata kunci : fisioterapi; fraktur; intertrochanteric femur  
Title: FISIOTERAPI PADA POST ORIF ET CAUSA FRAKTUR INTERTROCHANTERIC FEMUR DEXTRA
Description:
Latar belakang: Fraktur intertrochanteric femur merupakan salah satu fraktur yang sering terjadi pada ekskremitas bawah.
Masalah fisioterapi pada fraktur intertrochanteric femur pasca menjalani tindakan open reduction internal fixation adalah adanya nyeri, adanya bengkak, adanya keterbatasan lingkup gerak sendi dan adanya keterbatasan kemampuan fungsional pasien dalam melakukan activity daily living.
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intervensi fisioterapi pada penurunan nyeri, penurunan oedema, peningkatan lingkup gerak sendi dan peningkatan kemampuan fungsional pasien.
Metode: Penelitian ini berbasis case study dengan melibatkan pasien laki-laki berusia 88 tahun yang menjalani tindakan open reduction internal fixation pasca fraktur intertrochanteric femur dekstra.
Hasil: Setelah dilakukan intervensi fisioterapi dengan modalitas fisioterapi selama 3 pertemuan dengan durasi terapi selama 45 menit mendapatkan hasil, terdapat penurunan intensitas nyeri, penurunan oedema, peningkatan lingkup gerak sendi dan pasien dapat melakukan activity daily living pada beberapa kegiatan dengan nyeri yang dapat ditoleransi oleh pasien.
Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulan bahwa terdapat perubahan yang cukup signifikan pada intensitas nyeri yang berkurang, penurunan oedema dan peningkatan lingkup gerak sendi, namun perubahan belum cukup signifikan pada kemampuan fungsional pasien.
  Kata kunci : fisioterapi; fraktur; intertrochanteric femur  .

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Karakteristik Penderita Fraktur Femur di RS Ibnu Sina pada Tahun Januari 2023-Desember 2024
Karakteristik Penderita Fraktur Femur di RS Ibnu Sina pada Tahun Januari 2023-Desember 2024
Fraktur adalah suatu kondisi di mana terjadi diskontinuitas struktur tulang atau tulang rawan yang pada umumnya disebabkan oleh trauma baik itu dari kecelakaan kerja. World Health ...
Tatalaksana fiksasi terbuka dengan Plat vs Arm Sling pada fraktur midshaft klavikula: tinjauan pustaka sistematis
Tatalaksana fiksasi terbuka dengan Plat vs Arm Sling pada fraktur midshaft klavikula: tinjauan pustaka sistematis
Background: Clavicle fracture is one of the most common fractures according to the Allman and Robinson classification. In Indonesia, clavicle fractures account for 2.6-4% of all fr...
ANGKA KEJADIAN PENDERITA FRAKTUR TULANG FASIAL DI SMF BEDAH BLU RSU PROF. R.D. KANDOU PERIODE JANUARI 2012 – DESEMBER 2012
ANGKA KEJADIAN PENDERITA FRAKTUR TULANG FASIAL DI SMF BEDAH BLU RSU PROF. R.D. KANDOU PERIODE JANUARI 2012 – DESEMBER 2012
Abstract: Facial Trauma, also known as maxillofacial trauma, is a forced to the face. Trauma maxillofacial occurred about 6% of all trauma. Trauma Facial causing fractures facial t...
Gambaran Penerimaan Diri pada Pasien Fraktur
Gambaran Penerimaan Diri pada Pasien Fraktur
Fraktur adalah terputusnya jaringan tulang karena trauma akibat tahanan yang lebih besar menyebabkan terjadinya nyeri, krepitasi dan deformitas atau perubahan struktur tulang yang ...
INTERTROCHANTERIC FEMUR FRACTURE
INTERTROCHANTERIC FEMUR FRACTURE
Introduction: Intertrochanteric fractures are a type of extracapsular fractures of the proximal femur occurring between the greater and lesser trochanter. They are frequently seen ...
Usia dan Lokasi Fraktur berhubungan dengan Lama Rawat Pasca Bedah <i>Open Reduction And Internal Fixation</i> (ORIF) Ekstremitas Bawah
Usia dan Lokasi Fraktur berhubungan dengan Lama Rawat Pasca Bedah <i>Open Reduction And Internal Fixation</i> (ORIF) Ekstremitas Bawah
Fraktur adalah istilah yang mengacu pada hilangnya sebagian atau seluruh struktural korteks tulang. Fraktur ekstremitas bawah dapat terjadi pada femur, tibia-fibula dan ankle-foot....

Back to Top