Javascript must be enabled to continue!
Urgensi Peran Profesionalisme Polri dalam Praktik Demokrasi Lokal
View through CrossRef
Abstract:
The link between the police and politics is factually inevitable, even in many countries, the position of
the police is closeness and tends to coincide with politics. In the context of Indonesia, after separation from the
TNI, the Police is faced with efforts to build a professional police force. This effort to promote professionalism
encourages the Police to improve institutions and personnel, especially in responding to the political dynamics
in the vortex of democracy. This paper will analyze about how the Police linkages as a related institution
in the implementation of local elections. The emphasis in this paper is how the Police is able to perform its
roles and functions professionally. The role of the Police professional is marked by three indicators, namely:
First, the process of law enforcement conducted by the Police must not interfere with the contestation of local
elections; secondly, ensuring that the role and function of the Police in securing local elections does not benefit
one of the contestants, especially incumbent; and thirdly, the Police is in a neutral position and remains in an
impartial position and leaning towards one of the contestants.
Keywords: Polri, Professionalism, Pilkada, Democracy, Neutrality
Abstrak :
Hubungan antara polisi dan politik secara faktual tidak dapat dihindari, bahkan di banyak
negara, kedudukan polisi adalah kedekatan dan cenderung bertepatan dengan politik. Dalam konteks
Indonesia, setelah berpisah dari TNI, Polisi dihadapkan dengan upaya untuk membangun kekuatan
polisi yang profesional. Upaya untuk meningkatkan profesionalisme ini mendorong kepolisian untuk
meningkatkan institusi dan personel, terutama dalam menanggapi dinamika politik dalam pusaran
demokrasi. Makalah ini akan menganalisis tentang bagaimana hubungan Polisi sebagai institusi
terkait dalam pelaksanaan pemilihan lokal. Penekanan dalam makalah ini adalah bagaimana Polisi
mampu menjalankan peran dan fungsinya secara profesional. Peran profesional Polisi ditandai oleh
tiga indikator, yaitu: Pertama, proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polisi tidak bolehmengganggu kontestasi pemilihan lokal; kedua,
memastikan bahwa peran dan fungsi Polisi
dalam mengamankan pemilihan lokal tidak
menguntungkan salah satu kontestan, terutama
petahana; dan ketiga, Polisi berada dalam posisi
netral dan tetap dalam posisi tidak memihak dan
condong ke arah salah satu kontestan.
Kata Kunci: Polri, Profesionalisme, Pilkada,
Demokrasi, Netralitas
Title: Urgensi Peran Profesionalisme Polri dalam Praktik Demokrasi Lokal
Description:
Abstract:
The link between the police and politics is factually inevitable, even in many countries, the position of
the police is closeness and tends to coincide with politics.
In the context of Indonesia, after separation from the
TNI, the Police is faced with efforts to build a professional police force.
This effort to promote professionalism
encourages the Police to improve institutions and personnel, especially in responding to the political dynamics
in the vortex of democracy.
This paper will analyze about how the Police linkages as a related institution
in the implementation of local elections.
The emphasis in this paper is how the Police is able to perform its
roles and functions professionally.
The role of the Police professional is marked by three indicators, namely:
First, the process of law enforcement conducted by the Police must not interfere with the contestation of local
elections; secondly, ensuring that the role and function of the Police in securing local elections does not benefit
one of the contestants, especially incumbent; and thirdly, the Police is in a neutral position and remains in an
impartial position and leaning towards one of the contestants.
Keywords: Polri, Professionalism, Pilkada, Democracy, Neutrality
Abstrak :
Hubungan antara polisi dan politik secara faktual tidak dapat dihindari, bahkan di banyak
negara, kedudukan polisi adalah kedekatan dan cenderung bertepatan dengan politik.
Dalam konteks
Indonesia, setelah berpisah dari TNI, Polisi dihadapkan dengan upaya untuk membangun kekuatan
polisi yang profesional.
Upaya untuk meningkatkan profesionalisme ini mendorong kepolisian untuk
meningkatkan institusi dan personel, terutama dalam menanggapi dinamika politik dalam pusaran
demokrasi.
Makalah ini akan menganalisis tentang bagaimana hubungan Polisi sebagai institusi
terkait dalam pelaksanaan pemilihan lokal.
Penekanan dalam makalah ini adalah bagaimana Polisi
mampu menjalankan peran dan fungsinya secara profesional.
Peran profesional Polisi ditandai oleh
tiga indikator, yaitu: Pertama, proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polisi tidak bolehmengganggu kontestasi pemilihan lokal; kedua,
memastikan bahwa peran dan fungsi Polisi
dalam mengamankan pemilihan lokal tidak
menguntungkan salah satu kontestan, terutama
petahana; dan ketiga, Polisi berada dalam posisi
netral dan tetap dalam posisi tidak memihak dan
condong ke arah salah satu kontestan.
Kata Kunci: Polri, Profesionalisme, Pilkada,
Demokrasi, Netralitas.
Related Results
ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA POLRI
ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA POLRI
Penelitian tentang tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri yang dilakukan secara berkesinambungan oleh internal kepolisian, Puslitbang Polri, dalam kurun waktu empat ...
URGENSI SPESIALISASI PENYIDIK POLRI DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
URGENSI SPESIALISASI PENYIDIK POLRI DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis urgensi spesialisasi Polri dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Biak Numfor, serta untuk mengetahui...
KAJIAN KOMUNIKASI PUBLIK: (SEBUAH ANALISIS PENERAPAN APLIKASI SUPERAPP POLRI UNTUK PELAYANAN SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN DI KEPOLISIAN RESOR SITUBONDO)
KAJIAN KOMUNIKASI PUBLIK: (SEBUAH ANALISIS PENERAPAN APLIKASI SUPERAPP POLRI UNTUK PELAYANAN SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN DI KEPOLISIAN RESOR SITUBONDO)
Pelayanan publik merupakan kegiatan pemenuhan kebutuhan masyarakat berupa barang, jasa dan administratif oleh penyelenggara pelayanan publik. Perkembangan teknologi informasi saat ...
PEMBUATAN DESAIN DAN PURWARUPA ROMPI POLRI LEVEL III A
PEMBUATAN DESAIN DAN PURWARUPA ROMPI POLRI LEVEL III A
Kehadiran anggota Polri ditengah-tengah masyarakat khususnya yang berseragam seperti anggota Samapta, Binmas, Pam Obvit, maupun Lalu Lintas tentunya memiliki resiko tersendiri terh...
Peran Polri Dalam Mendorong Pembangunan Sosial Dan Keamanan Masyarakat Secara Holistik
Peran Polri Dalam Mendorong Pembangunan Sosial Dan Keamanan Masyarakat Secara Holistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dalam mendorong pembangunan sosial dan keamanan masyarakat secara holistik. Tanggung jawab Polri...
Pertanggungjawaban Anggota Polri Yang Melakukan Tindak Pidana
Pertanggungjawaban Anggota Polri Yang Melakukan Tindak Pidana
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban anggota Polri yang melakukan tindak pidana. Penelitan ini menggunakan penelitian hukum normatif, d...

