Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dari Degradasi Popok Sekali Pakai di Kabupaten Jember dengan Metode IPCC Tier 1

View through CrossRef
Peningkatan penggunaan popok sekali pakai di Kabupaten Jember dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan bertambahnya populasi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari degradasi popok sekali pakai, menggunakan metode IPCC Tier 1. Popok sekali pakai yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) berpotensi menghasilkan metana (CH?), salah satu gas dengan dampak pemanasan global yang signifikan. Data populasi bayi dari 31 kecamatan dikombinasikan dengan estimasi jumlah popok yang digunakan setiap tahunnya untuk menghitung emisi GRK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah emisi metana meningkat dari 234.611 ton CO?eq pada tahun 2020 menjadi 271.516 ton CO?eq pada 2023, dengan total emisi kumulatif sebesar 998.222 ton CO?eq selama periode empat tahun. Peningkatan emisi ini disebabkan oleh pertumbuhan populasi bayi dan penggunaan popok sekali pakai yang terus meningkat. Temuan ini menyoroti perlunya pengelolaan sampah yang lebih efektif, termasuk pengembangan teknologi landfill gas recovery dan kampanye penggunaan popok ramah lingkungan, untuk mengurangi dampak lingkungan dan emisi GRK di Kabupaten Jember
Title: Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dari Degradasi Popok Sekali Pakai di Kabupaten Jember dengan Metode IPCC Tier 1
Description:
Peningkatan penggunaan popok sekali pakai di Kabupaten Jember dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan bertambahnya populasi bayi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari degradasi popok sekali pakai, menggunakan metode IPCC Tier 1.
Popok sekali pakai yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) berpotensi menghasilkan metana (CH?), salah satu gas dengan dampak pemanasan global yang signifikan.
Data populasi bayi dari 31 kecamatan dikombinasikan dengan estimasi jumlah popok yang digunakan setiap tahunnya untuk menghitung emisi GRK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah emisi metana meningkat dari 234.
611 ton CO?eq pada tahun 2020 menjadi 271.
516 ton CO?eq pada 2023, dengan total emisi kumulatif sebesar 998.
222 ton CO?eq selama periode empat tahun.
Peningkatan emisi ini disebabkan oleh pertumbuhan populasi bayi dan penggunaan popok sekali pakai yang terus meningkat.
Temuan ini menyoroti perlunya pengelolaan sampah yang lebih efektif, termasuk pengembangan teknologi landfill gas recovery dan kampanye penggunaan popok ramah lingkungan, untuk mengurangi dampak lingkungan dan emisi GRK di Kabupaten Jember.

Related Results

Factors Associated With Diaper Rash In Infants Aged 0-12 months
Factors Associated With Diaper Rash In Infants Aged 0-12 months
Latar Belakang : Kulit bayi  relatif  tipis sehingga lebih rentan terhadap infeksi, peradangan, dan alergi. Ruam popok merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada bayi. Data epi...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK BAYI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOCK
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK BAYI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOCK
Popok bayi terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni dan feses. Solusi dalam memanfaatkan limbah popok adalah dengan cara...
Emisi Gas Kaca Pesawat Udara di Indonesia
Emisi Gas Kaca Pesawat Udara di Indonesia
One of the environmental problrms facing the world today is the phenomenon of global warming that is caused by greenhouse gas emissions. Many human activities that cause greenhouse...
TINGGINYA KENAIKAN SUHU AKIBAT PENINGKATAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA
TINGGINYA KENAIKAN SUHU AKIBAT PENINGKATAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA
Saat ini cuaca terus mengalami perubahan, sewaktu waktu bisa terjadi hujan ataupun panas. Perubahan cuaca ini mengalami pergeseran pada periodenya, penyebabnya bisa bermacam-macam ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan TIER 2 IPCC
Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan TIER 2 IPCC
Subsektor peternakan merupakan salah satu kontributor gas rumah kaca (GRK) nasional. Kontribusi GRK dari subsektor ini masih di bawah 2% dari total emisi GRK secara nasional. Kontr...

Back to Top