Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan TIER 2 IPCC

View through CrossRef
Subsektor peternakan merupakan salah satu kontributor gas rumah kaca (GRK) nasional. Kontribusi GRK dari subsektor ini masih di bawah 2% dari total emisi GRK secara nasional. Kontribusi ini diasumsikan akan terus meningkat sejalan dengan upaya penambahan populasi ternak sebagai efek dari diterapkannya salah satu program pemerintah untuk pemenuhan protein hewani asal ternak. Penghitungan emisi GRK dari peternakan mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Changes (IPCC). Metode Tier 1 telah digunakan untuk menghitung emisi GRK dari peternakan yang dilaporkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam National Communication dan 1st Biennial update progress yang didaftarkan ke United Nations Development Programme (UNDP). Pada metode Tier 1, nilai faktor emisi yang digunakan adalah faktor acuan IPCC yang umum untuk wilayah Asia. Akurasi penghitungan perlu dilakukan dengan menggunakan informasi dan data lokal sehingga dapat menggambarkan emisi GRK yang sesuai dengan kondisi peternakan di Indonesia. Buku ini berisi tentang proses dan hasil penghitungan emisi GRK dengan menggunakan metode yang lebih akurat, yaitu Tier 2 pada semua jenis ternak di Indonesia. Kami berharap buku ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang bergerak di bidang perubahan iklim.
Title: Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan TIER 2 IPCC
Description:
Subsektor peternakan merupakan salah satu kontributor gas rumah kaca (GRK) nasional.
Kontribusi GRK dari subsektor ini masih di bawah 2% dari total emisi GRK secara nasional.
Kontribusi ini diasumsikan akan terus meningkat sejalan dengan upaya penambahan populasi ternak sebagai efek dari diterapkannya salah satu program pemerintah untuk pemenuhan protein hewani asal ternak.
Penghitungan emisi GRK dari peternakan mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Changes (IPCC).
Metode Tier 1 telah digunakan untuk menghitung emisi GRK dari peternakan yang dilaporkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam National Communication dan 1st Biennial update progress yang didaftarkan ke United Nations Development Programme (UNDP).
Pada metode Tier 1, nilai faktor emisi yang digunakan adalah faktor acuan IPCC yang umum untuk wilayah Asia.
Akurasi penghitungan perlu dilakukan dengan menggunakan informasi dan data lokal sehingga dapat menggambarkan emisi GRK yang sesuai dengan kondisi peternakan di Indonesia.
Buku ini berisi tentang proses dan hasil penghitungan emisi GRK dengan menggunakan metode yang lebih akurat, yaitu Tier 2 pada semua jenis ternak di Indonesia.
Kami berharap buku ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang bergerak di bidang perubahan iklim.

Related Results

Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
Emisi Gas Kaca Pesawat Udara di Indonesia
Emisi Gas Kaca Pesawat Udara di Indonesia
One of the environmental problrms facing the world today is the phenomenon of global warming that is caused by greenhouse gas emissions. Many human activities that cause greenhouse...
TINGGINYA KENAIKAN SUHU AKIBAT PENINGKATAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA
TINGGINYA KENAIKAN SUHU AKIBAT PENINGKATAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA
Saat ini cuaca terus mengalami perubahan, sewaktu waktu bisa terjadi hujan ataupun panas. Perubahan cuaca ini mengalami pergeseran pada periodenya, penyebabnya bisa bermacam-macam ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
LIMBAH KACA SEBAGAI PENGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS UNTUK BETON RAMAH LINGKUNGAN
LIMBAH KACA SEBAGAI PENGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS UNTUK BETON RAMAH LINGKUNGAN
Abstrak Limbah kaca menyebabkan masalah lingkungan yang kronis karena sangat sulit terurai di dalam tanah. Kaca banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari melalui produk manufakt...
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dari Degradasi Popok Sekali Pakai di Kabupaten Jember dengan Metode IPCC Tier 1
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dari Degradasi Popok Sekali Pakai di Kabupaten Jember dengan Metode IPCC Tier 1
Peningkatan penggunaan popok sekali pakai di Kabupaten Jember dari tahun 2020 hingga 2023 menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan bertambahnya populasi bayi. Penelitian ini ber...
Kemampuan Dinding Kaca Dalam Mentransferkan Intensitas Cahaya Yang Melewati Dinding Kaca
Kemampuan Dinding Kaca Dalam Mentransferkan Intensitas Cahaya Yang Melewati Dinding Kaca
Matahari memindahkan energi panasnya ke jagat raya dengan modul radiasi. Untuk mencapai temperatur udara dengan kenyamanan termal dalam ruangan maka perlu pengkondisian temperatur ...

Back to Top