Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SISTEM MAPEPEGAT DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA BESAKIH RENDANG KARANGASEM

View through CrossRef
Tiga aspek penting dalam upacara perkawinan: Aspek agama, aspek sosial dan aspek hukum. Ketiga Aspek tersebut penting karena berkaitan dengan hubungan keharmonisan antara Parhyangan, Palemahan dan Pawongan dalam agama Hindu disebut dengan Tri Hita Karana. Di Desa Besakih sahnya suatu perkawinan selain tiga aspek tersebut diatas dan tri upasaksi sahnya pernikahan harus melalui upacara sistem mapepegat yang dilakukan di mandala pertama Pura Penataran Agung Besakih. Sistem mapepegat sebagai titik menjadi anggota masyarakat adat. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam, tentang tradisi budaya, tradisi, sistem upacara tanpa melanggar integritas masyarakat setempat. Masalah (1) Mengapa melaksanakan upacara mapepegat, (2) Bagaimana proses sistem religi (3) Apa makna sistem mapepegat dalam upacara perkawinan di Desa Besakih. Tujuan memberikan gambaran serta analisa terhadap sistem mapepegat dalam upacara perkawinan. Hasil penelitian (1) Alasan-alasan sistem mapepegat: Historis dan mitologi, Pelestarian tradisi, Wujud syukur secara niskala Hak menjadi krama desa adat (2) Prosesi mapepegat: Sarana upacara memenuhi unsur satyam siwam sundaram Tempat dan Waktu upacara di mandala pertama Pura Penataran Agung Besakih, Prosesi upacara meliputi tiga tahap Pihak pihak yang terlibat. tri upasaksi (3) Makna mapepegat: Filosofis bahasa weda yadnya, ajaran catur asrama. Sosial religius, Teologis. Estetika Keharmonisan makrokosmos dan mikrokosmos.  
Title: SISTEM MAPEPEGAT DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA BESAKIH RENDANG KARANGASEM
Description:
Tiga aspek penting dalam upacara perkawinan: Aspek agama, aspek sosial dan aspek hukum.
Ketiga Aspek tersebut penting karena berkaitan dengan hubungan keharmonisan antara Parhyangan, Palemahan dan Pawongan dalam agama Hindu disebut dengan Tri Hita Karana.
Di Desa Besakih sahnya suatu perkawinan selain tiga aspek tersebut diatas dan tri upasaksi sahnya pernikahan harus melalui upacara sistem mapepegat yang dilakukan di mandala pertama Pura Penataran Agung Besakih.
Sistem mapepegat sebagai titik menjadi anggota masyarakat adat.
Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam, tentang tradisi budaya, tradisi, sistem upacara tanpa melanggar integritas masyarakat setempat.
Masalah (1) Mengapa melaksanakan upacara mapepegat, (2) Bagaimana proses sistem religi (3) Apa makna sistem mapepegat dalam upacara perkawinan di Desa Besakih.
Tujuan memberikan gambaran serta analisa terhadap sistem mapepegat dalam upacara perkawinan.
Hasil penelitian (1) Alasan-alasan sistem mapepegat: Historis dan mitologi, Pelestarian tradisi, Wujud syukur secara niskala Hak menjadi krama desa adat (2) Prosesi mapepegat: Sarana upacara memenuhi unsur satyam siwam sundaram Tempat dan Waktu upacara di mandala pertama Pura Penataran Agung Besakih, Prosesi upacara meliputi tiga tahap Pihak pihak yang terlibat.
tri upasaksi (3) Makna mapepegat: Filosofis bahasa weda yadnya, ajaran catur asrama.
Sosial religius, Teologis.
Estetika Keharmonisan makrokosmos dan mikrokosmos.
 .

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PENYELESAIAN SENGKETA JUAL BELI TANAH WARIS DI DUSUN PRINGALOT KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGASEM
PENYELESAIAN SENGKETA JUAL BELI TANAH WARIS DI DUSUN PRINGALOT KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGASEM
Tanah merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat mendasar. Begitu pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, maka setiap orang akan selalu berusaha memiliki dan menguasainya. Deng...
Marketing Margin and Value of Farmer's Share on Rendang Product In Payakumbuh City
Marketing Margin and Value of Farmer's Share on Rendang Product In Payakumbuh City
Rendang products can provide a considerable contribution to each marketing institution involved. The study aims to analyze the value of and marketing margin and farmer's share for ...
Analisis Pelanggaran Nilai-Nilai Kepemilikan Komunal Atas Rendang Minang Akibat Adanya Produk Rendang Babi
Analisis Pelanggaran Nilai-Nilai Kepemilikan Komunal Atas Rendang Minang Akibat Adanya Produk Rendang Babi
Public knowledge about Intellectual Property Rights is currently lacking, especially with regard to the right of Communal Intellectual Property. One type of communal intellectual p...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui le...
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
Pencatatan perkawinan merupakan proses yang sangat penting untuk kepastian hukum pada suatu pasangan yang melakukan perkawinan. Hal ini sesuai dengan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang P...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...

Back to Top