Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMIKIRAN AL- WALIULLAH AL-DAHLAWI DALAM MEMBANGUN PERADABAN EKONOMI UMAT ISLAM IRTIFAQAT SHAH

View through CrossRef
One contribution in the concept of socio-economic or commonly referred to as al-Irtifaqat is Shah Waliullah al Dahlawi, a Delhi scholar born in the 18th century. According to him there are at least four concepts in the development of civil society, namely; (1) Beginning with the lives of primitive communities that are only oriented to meeting basic needs. (2) Humans rise to the level and start thinking about how to get a decent life. (3) The level of city life, and (4) the final stage is how humans reach the peak of civilization. Using qualitative methods and analyzed descriptively through a historical-normative-philosophical approach this article tries to describe Shah Waliullah al-Dahlawi’s contribution in building the modern world civilization today, which in broadly outlines his ideas more on giving ideas about the concept of economic cooperation, taxation and responsibility state answer in the economy and so on. ABSTRAKSalah satu kontribusi dalam konsep sosio ekonomi atau biasa disebut dengan istilah al-Irtifaqat yaitu Shah Waliullah al Dahlawi seorang ulama Delhi yang lahir pada abad ke 18. Menurut beliau setidaknya ada empat konsep tahapan berkembangnya masyarakat madani yaitu; (1) Diawali dari kehidupan masyarakat primitif yang hanya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dasar. (2) Manusia naik setingkat dan mulai memikirkan bagaimana mendapatkan kehidupan yang layak. (3) Taraf kehidupan kota, dan (4) tahap akhir yaitu bagaimana manusia mencapai puncak peradaban. Dengan mengunakan metode kualitatif dan dianalisa secara deskriptif melalui pendekatan historisnormatif-filosofis artikel ini mencoba memaparkan kontribusi Shah Waliullah al-Dahlawi dalam membangunan peradaban dunia modern saat ini, yang secara garis besar pemikirannya lebih pada pemberian ide tentang konsep kerjasama ekonomi, pajak dan tanggung jawab negara dalam perekonomian dan lain sebagainya.
Title: PEMIKIRAN AL- WALIULLAH AL-DAHLAWI DALAM MEMBANGUN PERADABAN EKONOMI UMAT ISLAM IRTIFAQAT SHAH
Description:
One contribution in the concept of socio-economic or commonly referred to as al-Irtifaqat is Shah Waliullah al Dahlawi, a Delhi scholar born in the 18th century.
According to him there are at least four concepts in the development of civil society, namely; (1) Beginning with the lives of primitive communities that are only oriented to meeting basic needs.
(2) Humans rise to the level and start thinking about how to get a decent life.
(3) The level of city life, and (4) the final stage is how humans reach the peak of civilization.
Using qualitative methods and analyzed descriptively through a historical-normative-philosophical approach this article tries to describe Shah Waliullah al-Dahlawi’s contribution in building the modern world civilization today, which in broadly outlines his ideas more on giving ideas about the concept of economic cooperation, taxation and responsibility state answer in the economy and so on.
 ABSTRAKSalah satu kontribusi dalam konsep sosio ekonomi atau biasa disebut dengan istilah al-Irtifaqat yaitu Shah Waliullah al Dahlawi seorang ulama Delhi yang lahir pada abad ke 18.
Menurut beliau setidaknya ada empat konsep tahapan berkembangnya masyarakat madani yaitu; (1) Diawali dari kehidupan masyarakat primitif yang hanya berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dasar.
(2) Manusia naik setingkat dan mulai memikirkan bagaimana mendapatkan kehidupan yang layak.
(3) Taraf kehidupan kota, dan (4) tahap akhir yaitu bagaimana manusia mencapai puncak peradaban.
Dengan mengunakan metode kualitatif dan dianalisa secara deskriptif melalui pendekatan historisnormatif-filosofis artikel ini mencoba memaparkan kontribusi Shah Waliullah al-Dahlawi dalam membangunan peradaban dunia modern saat ini, yang secara garis besar pemikirannya lebih pada pemberian ide tentang konsep kerjasama ekonomi, pajak dan tanggung jawab negara dalam perekonomian dan lain sebagainya.

Related Results

Reform of Islamic Theology in India: Sheikh Waliullah Ad-Dahlawi and Syed Ahmad Khan
Reform of Islamic Theology in India: Sheikh Waliullah Ad-Dahlawi and Syed Ahmad Khan
The decline of the Muslim community in India during the 18th and 19th centuries was attributed to both internal and external factors. Internally, it was driven by the collapse of t...
Etika Bisnis Islam Al-Shāh Waliyullāh al-Dahlawī
Etika Bisnis Islam Al-Shāh Waliyullāh al-Dahlawī
Islamic teachings consist of aqidah, ibadah, muamalah and morals. Ethics or morals in Islam are part of maqāsid al-sharī‘ah. Al-Dahlawī was one of the mujaddids of Islam at the end...
SOROTAN PEMBINAAN PERADABAN ISLAM MELALUI KERANGKA EPISTEMOLOGI ISLAM
SOROTAN PEMBINAAN PERADABAN ISLAM MELALUI KERANGKA EPISTEMOLOGI ISLAM
Peradaban Islam terbukti telah menyumbang kepada pembinaan tamadun dunia samada di  Afrika, Asia, Andalus dan sebahagian besar Eropah. Pencapaian hebat ini meliputi bidang-bidang i...
ISLAM DAN PERADABAN MELAYU
ISLAM DAN PERADABAN MELAYU
Islam peradaban melayu apapun bentuknya menjadi (manifestasi) iman dan amal saleh manusia dalam pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Islam peradaban dalam menegakkan tidak hanya ...
MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA
MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA
Abad ke-19 yang merupakan abad kebangkitan industri di dunia Barat telah memunculkan respon baru terutama bagi dunia pemikiran Islam. Respon itu muncul sebagai reaksi intelektual a...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...
شاہ ولی اللہ کے فکری نظریات کا خصوصی تجزیہ
شاہ ولی اللہ کے فکری نظریات کا خصوصی تجزیہ
Shah Waliullah Dehlvi (1703-1762) holds a prominent position in the intellectual and scholarly history of the Indian subcontinent. He was not only a reformer, philosopher, and hadi...

Back to Top