Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH SERAT LIMBAH KALENG ALUMINIUM PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIS BETON

View through CrossRef
Sampah merupakan limbah padat yang memiliki potensi untuk dapat diolah kembali, sehingga memiliki nilai ekonomis. Sampah dengan konsentrasi dan kuantitas yang tinggi tentunya akan membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah padat tersebut. Pemanfaatan limbah sebagai bahan tambahan material konstruksi merupakan salah satu inovasi bersifat green building dan solusi untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan adalah kaleng minuman bekas berbahan dasar aluminium. Kaleng ini didaur ulang dengan cara menjadikannya menyerupai serat/fiber dan dicampurkan ke dalam adonan beton. Dimana beton yang secara umum tersusun dari agregat, air dan semen serta dapat pula diberikan admixture jika dibutuhkan. Pemanfaatan kaleng aluminium menjadi serat pada campuran beton dikarenakan alumunium memiliki sifat tahan terhadap korosi atau karat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kaleng aluminium terhadap karakteristik mekanis beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur. Pada penelitian ini kaleng bekas dipotong hingga berbentuk persegi panjang dengan dimensi 2 x 35mm. Serat tersebut kemudian ditambahkan ke dalam adonan beton dengan variasi persentase 0%, 0,05%, 0,075%, 0,1%, dan 0,125% dari volume total benda uji berupa silinder dan balok, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur pada umur 28 hari. Dari hasil pengujian kuat tekan menunjukkan adanya peningkatan pada variasi persentase 0,05% dengan nilai rata – rata kuat tekan sebesar 20,72 MPa. Pada kuat tarik belah juga menunjukkan adanya peningkatan pada variasi persentasi 0,05% dengan nilai rata – rata kuat tarik belah sebesar 2,37 MPa. Peningkatan kuat tarik lentur tertinggi juga terjadi pada beton dengan variasi persentase 0,05% yaitu dengan rata – rata kuat tarik lentur sebesar 6,45 MPa. Dari hasil analisis regresi menunjukkan nilai persentase optimum penggunaan serat kaleng aluminium pada campuran beton umur 28 hari untuk kuat tekan yaitu 0,041%, pada kuat tarik belah sebesar 0,061%, dan persentase optimum pada kuat tarik lentur sebesar 0,060%. Dari hasil uji hipotesis membuktikan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan serat kaleng aluminium terhadap karakteristik mekanis beton.
Title: PENGARUH SERAT LIMBAH KALENG ALUMINIUM PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIS BETON
Description:
Sampah merupakan limbah padat yang memiliki potensi untuk dapat diolah kembali, sehingga memiliki nilai ekonomis.
Sampah dengan konsentrasi dan kuantitas yang tinggi tentunya akan membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah padat tersebut.
Pemanfaatan limbah sebagai bahan tambahan material konstruksi merupakan salah satu inovasi bersifat green building dan solusi untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah.
Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan adalah kaleng minuman bekas berbahan dasar aluminium.
Kaleng ini didaur ulang dengan cara menjadikannya menyerupai serat/fiber dan dicampurkan ke dalam adonan beton.
Dimana beton yang secara umum tersusun dari agregat, air dan semen serta dapat pula diberikan admixture jika dibutuhkan.
Pemanfaatan kaleng aluminium menjadi serat pada campuran beton dikarenakan alumunium memiliki sifat tahan terhadap korosi atau karat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kaleng aluminium terhadap karakteristik mekanis beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur.
Pada penelitian ini kaleng bekas dipotong hingga berbentuk persegi panjang dengan dimensi 2 x 35mm.
Serat tersebut kemudian ditambahkan ke dalam adonan beton dengan variasi persentase 0%, 0,05%, 0,075%, 0,1%, dan 0,125% dari volume total benda uji berupa silinder dan balok, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur pada umur 28 hari.
Dari hasil pengujian kuat tekan menunjukkan adanya peningkatan pada variasi persentase 0,05% dengan nilai rata – rata kuat tekan sebesar 20,72 MPa.
Pada kuat tarik belah juga menunjukkan adanya peningkatan pada variasi persentasi 0,05% dengan nilai rata – rata kuat tarik belah sebesar 2,37 MPa.
Peningkatan kuat tarik lentur tertinggi juga terjadi pada beton dengan variasi persentase 0,05% yaitu dengan rata – rata kuat tarik lentur sebesar 6,45 MPa.
Dari hasil analisis regresi menunjukkan nilai persentase optimum penggunaan serat kaleng aluminium pada campuran beton umur 28 hari untuk kuat tekan yaitu 0,041%, pada kuat tarik belah sebesar 0,061%, dan persentase optimum pada kuat tarik lentur sebesar 0,060%.
Dari hasil uji hipotesis membuktikan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan serat kaleng aluminium terhadap karakteristik mekanis beton.

Related Results

Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pelatihan Daur Ulang Logam Aluminium Tungku CILOK “Cinta Lingkungan Kelola Rongsok” Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung
Pelatihan Daur Ulang Logam Aluminium Tungku CILOK “Cinta Lingkungan Kelola Rongsok” Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung
Kota Bandung menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia tak luput dari timbunan sampah barang bekas, salah satunya limbah kaleng minuman. Dalam jumlah banyak, limbah kalen...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
Karakteristik Kuat Tekan Campuran Beton dengan tambahan Serat Tembaga dan Serbuk Besi
Karakteristik Kuat Tekan Campuran Beton dengan tambahan Serat Tembaga dan Serbuk Besi
Limbah adalah zat-zat sampah yang merupakan hasil dari suatu proses produksi. Jika limbah dibiarkan tanpa ada suatu proses pengolahan tertentu maka dikhawatirkan akan mencemari lin...

Back to Top