Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELAKSANAAN PROGRAM MAGRIB MENGAJI ISYA BELAJAR DALAM MENUMBUH KEMBANGKAN KETAATAN BERAGAMA BAGI UMAT ISLAM

View through CrossRef
Pergeseran dan perubahan sosial yang terjadi pada salah satu unsur kebudayaan akan menyebabkan perubahan pada unsur-unsur lain. Dapat dinyakini bahwa perubahan sosial cenderung berkonotasi negatif, karena dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial sekaligus juga bisa menjadi masalah sosial. Pergeseran budaya mengaji yang biasa dilakukan sehabis sholat Ashar maupun sehabis sholah maghrib telah mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita. Kita menyadari bahwa perubahan sosial terjadi dengan sangat cepat dan efek negatifnya pun akan sangat besar pada lingkungan masyarakat, baik dipedesaan maupun di perkotaan, bila hal ini tidak segera diantisipasi dan dicari solusi tepat, maka anak-anak kita yang akan menjadi korbannya. Untuk menjawab kondisi perubahan dan pergeseran tersebut, diperlukan upaya, solusi dan langkah kondusif untuk menhidupkan dan mengembalikan kembali sebuah tradisi baik dan mengakat ditengah-tengah masyarakat Muslim Indonesia, yaitu melalui gerakan masyarakat maghrib mengaji. Gerakan mengaji pada waktu maghrib adalah langkah efektif untuk membentuk budaya global dan pengaruh negatif tayangan TV, Games, bahkan Narkotika. Gerakan maghrib mengaji merupakan langkah strategis dalam menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini hampir dilupakan. Misalnya, sholat berjamaah di masjid, di mushollah/langgar dan budaya mengaji setelah shalat ashar dan maghrib. Gerakan maghrib mengaji juga mengembalikan identitas masyarakat muslim indonesia yang kian pudar dan luntur digerus arus globalisasi. Dengan demikian sebagai salah satu uapaya untuk mencintai dan melestarikan kembali tradisi dan kultur masyarakat dalam konteks ke-Islaman dalam ke-Indonesiaan. Keberhasilan program ini salah satunya ditentukan oleh kontribusi orang tua, para ulama, tokoh masyarakat, para guru/ustadz, penyuluh, da‟i, pemimpin majelis taklim dan pihak lain.
Center for Open Science
Title: PELAKSANAAN PROGRAM MAGRIB MENGAJI ISYA BELAJAR DALAM MENUMBUH KEMBANGKAN KETAATAN BERAGAMA BAGI UMAT ISLAM
Description:
Pergeseran dan perubahan sosial yang terjadi pada salah satu unsur kebudayaan akan menyebabkan perubahan pada unsur-unsur lain.
Dapat dinyakini bahwa perubahan sosial cenderung berkonotasi negatif, karena dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial sekaligus juga bisa menjadi masalah sosial.
Pergeseran budaya mengaji yang biasa dilakukan sehabis sholat Ashar maupun sehabis sholah maghrib telah mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita.
Kita menyadari bahwa perubahan sosial terjadi dengan sangat cepat dan efek negatifnya pun akan sangat besar pada lingkungan masyarakat, baik dipedesaan maupun di perkotaan, bila hal ini tidak segera diantisipasi dan dicari solusi tepat, maka anak-anak kita yang akan menjadi korbannya.
Untuk menjawab kondisi perubahan dan pergeseran tersebut, diperlukan upaya, solusi dan langkah kondusif untuk menhidupkan dan mengembalikan kembali sebuah tradisi baik dan mengakat ditengah-tengah masyarakat Muslim Indonesia, yaitu melalui gerakan masyarakat maghrib mengaji.
Gerakan mengaji pada waktu maghrib adalah langkah efektif untuk membentuk budaya global dan pengaruh negatif tayangan TV, Games, bahkan Narkotika.
Gerakan maghrib mengaji merupakan langkah strategis dalam menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini hampir dilupakan.
Misalnya, sholat berjamaah di masjid, di mushollah/langgar dan budaya mengaji setelah shalat ashar dan maghrib.
Gerakan maghrib mengaji juga mengembalikan identitas masyarakat muslim indonesia yang kian pudar dan luntur digerus arus globalisasi.
Dengan demikian sebagai salah satu uapaya untuk mencintai dan melestarikan kembali tradisi dan kultur masyarakat dalam konteks ke-Islaman dalam ke-Indonesiaan.
Keberhasilan program ini salah satunya ditentukan oleh kontribusi orang tua, para ulama, tokoh masyarakat, para guru/ustadz, penyuluh, da‟i, pemimpin majelis taklim dan pihak lain.

Related Results

Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
<p>Dalam beberapa tahun terakhir konflik antara agama di Indonesia kembali muncul  setelah  lama  tidak  terdengar  dan  sunyi  dari  pemberitaan  media.  Kasus terakhir yang...
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
This study departs from the issue of differences of opinion in determining the beginning of the time of the traditional prayer, sunset and evening among Muslim scholars. Some schol...
Analisis Program Sekolah Mengaji Di SDN Panggilingan 01 Bandung
Analisis Program Sekolah Mengaji Di SDN Panggilingan 01 Bandung
                                                                                                           ABSTRACT               Considering that currently in general ...
Pantang Larang Bermain Waktu Magrib (Kajian Living Hadis Tradisi Masyarakat Melayu Sambas)
Pantang Larang Bermain Waktu Magrib (Kajian Living Hadis Tradisi Masyarakat Melayu Sambas)
Frank Swettenham (2003) assumed Malays as followers of the Prophet Muhammad and believe in fate, but also believe in superstition. As abstinence forbidding children play at sunset,...
KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON
KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitiian ini adalah: 1.Untuk mengetahui ketaatan hukum terhadap  pedagang dalam membayar Retribusi pasar di pasar  Sabho Kecamatan Pasarwajo Kab...
Upaya menumbuhkembangkan permainan tradisional bakiak dan egrang
Upaya menumbuhkembangkan permainan tradisional bakiak dan egrang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan program, perencanaan, pelaksanaan, keberhasilan, dan pengelolaan upaya menumbuh kembangkan olahraga permainan tradisional bakiak da...
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
This article aims to discuss the views of in Lut Tawar Subdistrict regarding religious life that occurs within society, especially the relationship between religious people. Also t...

Back to Top