Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Kualitas Bahan Hewani Sisa Proses sebagai Bahan Baku Pakan Ikan

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas beberapa bahan hewani sisa proses, berdasarkan pada kandungan nutriennya sebagai alternatif pakan ikan air tawar. Bahan yang dianalisis adalah tepung ikan rucah, tepung rebon, tepung cumi, tepung tulang, tepung daging, tepung darah, tepung teri, tepung udang, tepung sosis dan tepung telur yang semuanya merupakan bahan sisa proses. Nutrien yang dikaji adalah kadar air, protein, lemak, abu, serat kasar dan karbohidrat (by difference). Metode yang digunakan untuk pengujian kadar air, abu dan serat kasar adalah gravimetri, kadar lemak menggunakan ekstraksi soxhlet, protein menggunakan metode Kjeldahl. Pengujian untuk masing-masing nutrien dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air terendah dimiliki oleh tepung daging (3,87±0,06%), kadar protein dan energi tertinggi dimiliki oleh tepung darah masing-masing sebesar 85,84±0,05% dan 51,96±5,32 Kkal/kg, BETN tertinggi dimiliki oleh tepung sosis (47,97±0,07%), kadar lemak dan serat kasar terendah masing-masing dimiliki oleh tepung tulang (0,81±0,02%) dan tepung udang (2,72±0,12%) serta kandungan abu terendah dimiliki tepung darah (2,79±0,06%).
Title: Kajian Kualitas Bahan Hewani Sisa Proses sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas beberapa bahan hewani sisa proses, berdasarkan pada kandungan nutriennya sebagai alternatif pakan ikan air tawar.
Bahan yang dianalisis adalah tepung ikan rucah, tepung rebon, tepung cumi, tepung tulang, tepung daging, tepung darah, tepung teri, tepung udang, tepung sosis dan tepung telur yang semuanya merupakan bahan sisa proses.
Nutrien yang dikaji adalah kadar air, protein, lemak, abu, serat kasar dan karbohidrat (by difference).
Metode yang digunakan untuk pengujian kadar air, abu dan serat kasar adalah gravimetri, kadar lemak menggunakan ekstraksi soxhlet, protein menggunakan metode Kjeldahl.
Pengujian untuk masing-masing nutrien dilakukan sebanyak tiga kali ulangan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air terendah dimiliki oleh tepung daging (3,87±0,06%), kadar protein dan energi tertinggi dimiliki oleh tepung darah masing-masing sebesar 85,84±0,05% dan 51,96±5,32 Kkal/kg, BETN tertinggi dimiliki oleh tepung sosis (47,97±0,07%), kadar lemak dan serat kasar terendah masing-masing dimiliki oleh tepung tulang (0,81±0,02%) dan tepung udang (2,72±0,12%) serta kandungan abu terendah dimiliki tepung darah (2,79±0,06%).

Related Results

Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembenihan ikan gurami adalah pertumbuhan ikan lambat dan penyediaan pakan ikan. Hal ini menjadi kendala dalam peningkatan produksi benih ik...
EKSISTENSI INDUSTRI TEPUNG IKAN DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH
EKSISTENSI INDUSTRI TEPUNG IKAN DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH
Ketergantungan industri pakan ikan terhadap bahan baku impor, termasuk tepung ikan, menyebabkan harga pakan ikan menjadi mahal, sementara produksi tepung ikan lokal belum dapat mem...
Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan
Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan
Kegiatan pelelangan ikan di TPI Jembatan Puri atau PPI Klaligi berlangsung setiap hari demikian juga dengan limbah hasil pelelangan ikan sebagai hasil sampingan terbuang ke daerah ...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...

Back to Top