Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FABEL JEPANG DAN INDIAN AMERIKA

View through CrossRef
Fabel sebagai dongeng anak dengan tokoh fauna dapat menjadi media interkultural komunikasi dalam pembelajaran bahasa pemilik cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kompetensi interkultural dari literasi anak dua negara, fabel Jepang dan Indian Amerika. Pendekatan pragmatis yang memberikan perhatian pada manfaat terhadap pembaca, digunakan untuk mengungkap kompetensi tersebut dengan metode analisis konten. Hasil penelitian mengungkap bahwa fauna dalam fabel Jepang (tanuki dan tanishi) dan dongeng Indian Amerika (rabbit dan wolf) merupakan dewa dan simbol bagi masyarakat kolektif pemilik cerita. Fabel Jepang menunjukkan fauna tanuki yang dianggap memberi keberuntungan dan tanishi juga memberi keselamatan/kesehatan. Fabel Indian Amerika menunjukkan fauna rabbit dan wolf berfungsi sebagai simbol yang berlawanan, masing-masing mewakili aspek yang berbeda dari sifat manusia dalam bertahan hidup. Kedua fabel tersebut mengusung kepingan budaya dari negara pemilik cerita sehingga kompetensi interkultural komunikasi dapat ditransfer secara sederhana kepada anak.   Kata kunci: Fabel, literasi, kompetensi, interkultural komunikasi  
Title: FABEL JEPANG DAN INDIAN AMERIKA
Description:
Fabel sebagai dongeng anak dengan tokoh fauna dapat menjadi media interkultural komunikasi dalam pembelajaran bahasa pemilik cerita.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali kompetensi interkultural dari literasi anak dua negara, fabel Jepang dan Indian Amerika.
Pendekatan pragmatis yang memberikan perhatian pada manfaat terhadap pembaca, digunakan untuk mengungkap kompetensi tersebut dengan metode analisis konten.
Hasil penelitian mengungkap bahwa fauna dalam fabel Jepang (tanuki dan tanishi) dan dongeng Indian Amerika (rabbit dan wolf) merupakan dewa dan simbol bagi masyarakat kolektif pemilik cerita.
Fabel Jepang menunjukkan fauna tanuki yang dianggap memberi keberuntungan dan tanishi juga memberi keselamatan/kesehatan.
Fabel Indian Amerika menunjukkan fauna rabbit dan wolf berfungsi sebagai simbol yang berlawanan, masing-masing mewakili aspek yang berbeda dari sifat manusia dalam bertahan hidup.
Kedua fabel tersebut mengusung kepingan budaya dari negara pemilik cerita sehingga kompetensi interkultural komunikasi dapat ditransfer secara sederhana kepada anak.
  Kata kunci: Fabel, literasi, kompetensi, interkultural komunikasi  .

Related Results

PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA FABEL BANJAR
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA FABEL BANJAR
Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana bentuk pendidikan karakter dalam  cerita fabel Banjar. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui dan mendeskripsikan bentuk  pendidikan ka...
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
<p><em>Japan is one of the most powerful economies in the world. A high economy makes the lives of Japanese residents happier, the proof that crime cases in Japan is lo...
PENGEMBANGAN BUKU CERITA FABEL PADA SISWA SEKOLAH DASAR
PENGEMBANGAN BUKU CERITA FABEL PADA SISWA SEKOLAH DASAR
ABSTRACT Focus of the problem in this study is how to define learning using fable story books for second-grade students at SDN 7 Limboto Barat, Gorontalo Regency and how to design,...
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
Tujuan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatiluwih adalah untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih sehingga mereka nantinya b...
Pengaruh Fenomena Shoushika Terhadap Perekonomian Jepang
Pengaruh Fenomena Shoushika Terhadap Perekonomian Jepang
Jepang merupakan negara yang memiliki perekonomian yang relatif stabil dan unggul dibandingkan negara sekitarnya. Dibalik hal tersebut terdapat tantangan berupa kondisi demografi S...
Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944
Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944
Japan entered West Kalimantan for the first time by controlling the administrative city, Pontianak. The control of the Mempawah area is vital because it is located between Pontiana...

Back to Top